Kesepakatan Masyarakat dan Tokoh Adat Kota Garo Harus Dihormati, AWI Riau Minta Aparat Tegas Cegah Intimidasi dan Premanisme

Gambar
  Kesepakatan Masyarakat dan Tokoh Adat Kota Garo Harus Dihormati, AWI Riau Minta Aparat Tegas Cegah Intimidasi dan Premanisme Kampar - Nuansamedianews - Kebersamaan antara masyarakat, tokoh adat dan pemerintah menjadi salah satu kunci agar program serta kegiatan yang ditujukan untuk kepentingan masyarakat dapat berjalan dengan baik. Karena itu, setiap kesepakatan yang telah dibuat secara sah perlu dihormati dan dilaksanakan dengan mengedepankan hukum serta kepentingan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Darbi S.Ag., Ketua Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) Provinsi Riau, menanggapi adanya dokumentasi pertemuan tokoh adat dan masyarakat Desa Kota Garo, Kecamatan Tapung Hilir, yang membahas kerja sama dengan CV Prima Nuansa Solution. Dalam dokumentasi tersebut terlihat sejumlah tokoh dan masyarakat berkumpul dalam satu forum. Namun, mengenai isi, pihak yang menandatangani, serta kekuatan hukum kesepakatan tersebut, menurut Darbi tetap perlu dibuktikan melalui berita acara, daftar ha...

Kekacauan dalam Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (SPMB) SMA/SMK Negeri.

Kekacauan dalam Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (SPMB) SMA/SMK Negeri.

Pekanbaru Nuansamedianews - Banyak orang tua wali Murid mengeluhkan sistem online yang dinilai semrawut, tidak transparan, dan merugikan calon siswa. Rabu 2 Juli 2025.Kekacauan dalam sistem penerimaan peserta didik baru (SPMB) SMA/SMK Negeri di Riau tahun 2025 menuai protes dari masyarakat.

Panitia SPMB dari Dinas Pendidikan (Disdik) Riau dinilai gagal memberikan rasa keadilan bagi seluruh masyarakat. Dugaan kecurangan, ketidaksinkronan sistem, serta lemahnya respons panitia terhadap pengaduan menjadi pemicu keresahan yang meluas.Hingga penutupan masa pendaftaran.

"Kesal juga ya.Anak saya mendaftar di SMAN terdekat tempat kami tinggal. Padahal SMPNnya dekat dengan Sekolah yang kami tuju, tidak lulus juga, padahal kami ikut jalur Domisili seperti arahan kadisdik Riau!". Ujar salah seorang wali Murid didepan sekolak SMAN tempat anaknya mendaftar.

"Saya juga ada yang menawari lewat jalur pintu belakang, tapi saya tidak gubris. Bagai mana mau menghilang kan korupsi di Indonesia jika masuk sekolah saja ruwetnya seperti ini" celetuk seorang ibu kepada awak media.

Ada beberapa kepala sekolah saat dihubungi awak media lewat HP pribadi nya tidak bisa di hubungi. No yang anda tuju diluar jangkauan...?

Satu bangku diduga bagi jalur pintu belakang berfariasi. Dari harga minimal Rp 5jt, sampai tak terbatas, yang penting anak sekolah bagi yang punya uang. Seandainya anak yang orang tuanya tidak mau membeli bangku setan ini.tapi anaknya berprestasi, mau dikemanakan masa depan negara ini demi keuntungan segelintir orang yang kurang berfikir.(donred)




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Beberapa Jenis Santet, dan medianya...

Empat Cerita Mistis di Riau yang Masih Terus Diperbincangkan Hingga Kini.

Seringkali Orang Meremehkanmu Bukan Karena Kamu Tidak Cukup Baik, Ini Lima Alasannya