Kasdim 0402/OKI Hadiri Apel dan Gladi Lapangan Kesiapsiagaan Bencana Asap Akibat Karhutla di Kabupaten Ogan Ilir

Gambar
  Kasdim 0402/OKI Hadiri Apel dan Gladi Lapangan Kesiapsiagaan Bencana Asap Akibat Karhutla di Kabupaten Ogan Ilir Ogan Ilir – Nuansamedianews - Kasdim 0402/OKI Mayor CKE Jauhari menghadiri kegiatan Apel dan Gladi Lapangan Kesiapsiagaan Bencana Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Upacara Komplek Perkantoran Terpadu (KPT) Tanjung Senai, Kabupaten Ogan Ilir, Selasa (4/8/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk kesiapan seluruh unsur terkait dalam menghadapi potensi bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang kerap terjadi pada musim kemarau. Apel dan gladi lapangan diikuti oleh unsur TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Dinas Pemadam Kebakaran, instansi pemerintah daerah, relawan, serta berbagai elemen masyarakat. Melalui kegiatan ini, seluruh peserta mendapatkan gambaran mengenai mekanisme penanganan Karhutla, mulai dari koordinasi antarinstansi, pengerahan personel dan peralatan, hingga simulasi pe...

Keutamaan Bersyukur di Saat Senang dan Bersabar di Saat Susah

 Keutamaan Bersyukur di Saat Senang dan Bersabar di Saat Susah

Ilustrasi 

Nuansamedianews.comDari Shuhaib bin Sinan radhiallahu’anhu dia berkata, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

عجبًا لأمرِ المؤمنِ . إن أمرَه كلَّه خيرٌ . وليس ذاك لأحدٍ إلا للمؤمنِ . إن أصابته سراءُ شكرَ . فكان خيرًا له . وإن أصابته ضراءُ صبر . فكان خيرًا له

Alangkah mengagumkan keadaan orang yang beriman, karena semua keadaannya (membawa) kebaikan (untuk dirinya), dan ini hanya ada pada seorang mukmin; jika dia mendapatkan kesenangan dia akan bersyukur, maka itu adalah kebaikan baginya, dan jika dia ditimpa kesusahan dia akan bersabar, maka itu adalah kebaikan baginya”.

Sabar bukanlah tanda kelemahan, bukan pula bentuk kepasrahan tanpa daya. Sabar adalah seni ketahanan jiwa, kekuatan untuk tetap teguh di tengah badai, ketenangan yang lahir dari keyakinan bahwa di balik kepedihan, ada hikmah, di balik ujian, ada kemuliaan; dan di balik air mata, ada cahaya yang menanti di ujung jalan. Allah SWT. berfirman:
وَاصْبِرُوا إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
"Dan bersabarlah! Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar." (QS. Al-Anfal [8]: 46)

Hadits diatas ini menunjukkan besarnya keutamaan bersyukur di saat senang dan bersabar di saat susah, bahkan kedua sifat inilah yang merupakan penyempurna keimanan seorang hamba. Abdullah bin Mas’ud berkata: “Iman itu terbagi menjadi dua bagian; sebagiannya (adalah) sabar dan sebagian (lainnya adalah) syukur”.

Dalam Al-Qur’an, Allah memuji secara khusus hamba-hamba-Nya yang memiliki dua sifat ini sebagai orang-orang yang bisa mengambil pelajaran ketika menyaksikan tanda-tanda kemahakuasaan Allah. Allah berfirman:

إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِكُلِّ صَبَّارٍ شَكُورٍ

Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kemehakuasaan Allah) bagi setiap orang yang sangat sabar dan banyak bersyukur” (QS Luqmaan: 31).

Beberapa faidah penting yang dapat kita petik dari hadits ini:

a. Imam Ibnul Qayyim berkata: “(Hadits di atas menunjukkan bahwa) tingkatan-tingkatan iman seluruhnya  (berkisar) antara sabar dan syukur”.

  • b. Kehidupan seorang mukmin seluruhnya bernilai kebaikan dan pahala di sisi Allah, baik dalam kondisi yang terlihat membuatnya senang ataupun susah.
  • c. Seorang hamba yang sempurna imannya akan selalu bersyukur kepada Allah ketika senang dan bersabar ketika susah, maka dalam semua keadaan dia senantiasa ridha kepada Allah dalam segala ketentuan takdir-Nya, sehingga kesusahan dan musibah yang menimpanya berubah menjadi nikmat dan anugerah baginya.
  • d. Orang yang tidak beriman akan selalu berkeluh kesah dan murka ketika ditimpa musibah, sehinnga semua dosa dan keburukan akan menimpanya, dosa di dunia karena ketidaksabaran dan ketidakridhaannya terhadap ketentuan takdir Allah, serta di akhirat mendapat siksa neraka.
  • e. Keutamaan dan kebaikan dalam semua keadaan hanya akan diraih oleh orang-orang yang sempurna imannya.
  • f. Rukun sabar ada tiga yaitu: 
  • 1. Menahan diri dari sikap murka terhadap segala ketentuan Allah.
  • 2. Menahan lisan dari keluh kesah.
  • 3. Menahan anggota badan dari perbuatan yang dilarang (Allah), seperti menampar wajah (ketika terjadi musibah), merobek pakaian, memotong rambut dan sebagainya.
  • g. Rukun syukur juga ada tiga:
    1. 1. mengakui dalam hati bahwa semua nikmat itu dari Allah Ta’ala,
    2. 2. menyebut-nyebut semua nikmat tersebut secara lahir (dengan memuji Allah dan memperlihatkan bekas-bekas nikmat tersebut dalm rangkan mensyukurinya), 
    3. 3. menggunakan nikmat tersebut di jalan yang diridhai Allah.







Editor: (Marthagon) 
Source: muslim.or.id





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Beberapa Jenis Santet, dan medianya...

Tim Sembilan : Harapan Masyarakat Perantauan Bukittinggi Agam Agar Paguyuban Jadi Satu

Empat Cerita Mistis di Riau yang Masih Terus Diperbincangkan Hingga Kini.