Apa Itu Teman, Kawan dan Sahabat dalam Kehidupan Kita...

Apa Itu Teman, Kawan dan Sahabat dalam Kehidupan Kita...

Ilustrasi   (gambar hajij.com)


Nuansamedianews.com - Manusia sebagai makhluk sosial tentu tidak dapat hidup seorang diri. Sebab untuk beberapa hal membutuhkan bantuan orang lain. Selain itu, tanpa memiliki teman tentu akan monoton, susah dan mudah gundah.

Dalam Islam sangat menganjurkan untuk mencari teman, sahabat yang baik agar bisa memberikan manfaat kebaikan dalam perjalanan hidup seseorang. Mencari dan memilih teman yang baik bukan perkara mudah, akan tetapi tanpa adanya usaha untuk mencari teman baik, maka mustahil akan menemukannya.

Sahabat, teman, dan kawan pada dasarnya tiga nama ini merujuk pada hubungan sosial, namun memiliki tingkatan kedekatan yang berbeda: 

1, Kawan - bisa berarti orang yang dikenal dan berinteraksi dalam aktivitas tertentu (seperti kerja/main).

Definisi: Seseorang yang dikenal dan sering berinteraksi dalam konteks tertentu (belajar, bekerja, bermain).

Hubungan: Seringkali terjalin karena ada kepentingan atau kegiatan bersama.

Contoh: Teman sekelas, teman satu kantor, teman bermain. 

2, Teman - lebih dekat dari kawan, bisa karena kesamaan minat atau visi, seringkali banyak jumlahnya.

Definisi: Mirip kawan, tapi lebih erat, seringkali punya kesamaan visi atau cara pandang.

Hubungan: Bisa banyak jumlahnya, hadir saat bahagia.

Contoh: Banyak orang yang bisa disebut "teman" karena kebersamaan yang menyenangkan. 

3, Sahabat - adalah yang paling dalam, mengenal kelebihan dan kekurangan, memberikan dukungan tulus saat suka dan duka, serta bisa membawa kebaikan dan pertumbuhan diri, bahkan hingga akhirat. 

Definisi: Teman yang sangat dekat, mengenal seluruh dirimu (baik dan buruk), dan menerima apa adanya.

Hubungan: Sangat mendalam, memberikan dukungan objektif, menegur jika salah, tempat curhat, dan membawa kebaikan.

Kualitas: Langka, berharga, seperti berlian, bisa menemani disaat susah, bahkan sampai akhirat.

Dikutip dari lman pesantrenalirsyad.org, Pada umumnya pertemanan ini mula-mulanya luas, terlebih pada saat kita masih duduk di bangku sekolah. Kemudian secara tidak langsung perlahan akan menciut seiring dengan bertambahnya usia kita. 

Diriwayatkan dari Abu Musa radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالْجَلِيسِ السَّوْءِ كَمَثَلِ صَاحِبِ الْمِسْكِ وَكِيرِ الْحَدَّادِ ، لاَ يَعْدَمُكَ مِنْ صَاحِبِ الْمِسْكِ إِمَّا تَشْتَرِيهِ أَوْ تَجِدُ رِيحَهُ ، وَكِيرُ الْحَدَّادِ يُحْرِقُ بَدَنَكَ أَوْ ثَوْبَكَ أَوْ تَجِدُ مِنْهُ رِيحًا خَبِيثَةً

Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang shalih dan orang yang jelek bagaikan berteman dengan pemilik minyak wangi dan pandai besi. Pemilik minyak wangi tidak akan merugikanmu; engkau bisa membeli (minyak wangi) darinya atau minimal engkau mendapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau mendapat baunya yang tidak enak.” (HR. Bukhari)

Hadits di atas menyebutkan bahwa teman yang baik (shalih) maupun teman teman yang jelek keduanya sama-sama memiliki pengaruh terhadap kehidupan kita.

Setiap orang sedikit banyak dipengaruhi oleh lingkungan/lingkaran pertemanannya, karena seringnya berkumpul atau aktivitas bersama. Lingkaran pertemanan baik pada lingkungan kerja, pendidikan, komunitas, dan sebagainya dapat berdampak pada individu baik dari cara pandang, selera, perubahan tingkah laku, dan gaya hidup.

Hal tersebut selaras dengan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud,

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi  wa sallam bersabda,

الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ

Seseorang akan mencocoki kebiasaan teman karibnya. Oleh karenanya, perhatikanlah siapa yang akan menjadi teman karib kalian.” (HR. Abu Daud, Tirmidzi, dan Ahmad. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

Pada dasarnya menjalin sebuah pertemanan merupakan sesuatu yang baik. Meninggalkan atau memutuskan tali pertemanan secara tiba-tiba merupakan hal yang tidak mudah, bahkan dapat mendatangkan mudharat, dan berujung pada permusuhan.

Alih-alih memutuskan atau keluar dari lingkaran pertemanan yang selama ini sudah terjalin, kita memiliki sebuah pilihan, yakni memasukkan orang-orang yang lebih baik ke dalam lingkaran pertemanan kita.

Ada beberapa cara untuk memasukkan orang-orang yang baik/shaleh ke dalam lingkaran pertemanan kita, salah satunya adalah dengan datang ke majelis ilmu.

Majelis ilmu merupakan tempat berkumpulnya orang-orang yang insya Allah memiliki tujuan yang sama, yakni: mencari ilmu, dan berusaha untuk memperbaiki diri.

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِي اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا مَرَرْتُمْ بِرِيَاضِ الْجَنَّةِ فَارْتَعُوا قَالُوا وَمَا رِيَاضُ الْجَنَّةِ قَالَ حِلَقُ الذِّكْرِ

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Jika kamu melewati taman-taman surga, maka singgahlah dengan senang.” Para sahabat bertanya, ”Apakah taman-taman surga itu?” Beliau menjawab, ”Halaqah-halaqah (kelompok-kelompok) dzikir.” (HR. Tirmidzi)

Dengan datang dan bergabung ke dalam majelis ilmu minimalnya kita dapat bertemu dan berteman dengan orang baik, yang dapat mengingatkan kita tatkala kita berbuat salah—bukan yang membenarkan setiap kesalahan kita—agar kelak kita bisa menjadi seseorang yang lebih baik lagi. Terlebih di zaman di mana orang-orang sudah mulai banyak yang tidak peduli dengan batas halal dan haram dalam muamalah sehari-hari.

Dari beberapa jenis pertemanan di atas, sebaiknya pilih teman yang suka berbuat baik akan membentuk kebiasaan baik pada sekelilingnya. Hindari pertemanan orang yang suka melakukan keburukan, ia akan mempengaruhi sekelilingnya untuk berbuat buruk. Karena dampak negatifnya dapat menjerumuskan seseorang menuju kesengsaraan.

Editor: (Marthagon)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Beberapa Jenis Santet, dan medianya...

Tim Sembilan : Harapan Masyarakat Perantauan Bukittinggi Agam Agar Paguyuban Jadi Satu

GEBRAKAN WALIKOTA PEKANBARU: MULAI DARI PENURUNAN PARKIR, PERSAMPAHAN, INFRASTRUKTUR DAN SOSIAL KEMASYARAKATAN