Bupati H. Zukri, SM.,MM Menegaskan Pemerintah Kabupaten Pelalawan dalam Penanggulangan KARHUTLA ikut Terlibat Langsung Dilapangan Bersama Unsur TNI dan Polri

Bupati H. Zukri, SM.,MM Menegaskan Pemerintah Kabupaten Pelalawan dalam Penanggulangan KARHUTLA ikut Terlibat Langsung Dilapangan Bersama Unsur TNI dan Polri


Pelalawan - Nuansamedianews Karhutla terjadi di berbagai Kabupaten di Provinsi Riau dan salah satunya adalah Kabupaten Pelalawan yang titik apinya berada di Desa Gambut Mutiara, Kecamatan Teluk Meranti.

Musim panas beberapabulan, di awal tahun 2026 hingga kini mengakibatkan hutan dan gambut mengering hingga rawan terbakar, dan perlu di ingatkan kepada seluruh elemen masyarakat dan Perusahaan untuk waspada agar tidak membuka lahan dengan membakar dan jangan membuang putung rokok sembarangan.

Bupati Pelalawan, H. Zukri, SM.,MM menegaskan komitmen, Pemerintah Kabupaten Pelalawan dalam penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) ikut terlibat langsung di lapangan bersama unsur TNI dan Polri, Sabtu (4/4/2026).

Bupati Zukri turut serta dalam patroli udara terpadu menggunakan helikopter milik Polri untuk meninjau kondisi terkini titik api di wilayah lahan gambut, dengan fokus utama di Desa Gambut Mutiara, Kecamatan Teluk Meranti.

Lokasi ini menjadi perhatian khusus karena karakteristik kebakaran yang terjadi di bawah permukaan tanah (ground fire), sehingga memerlukan teknik penanganan khusus.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati didampingi jajaran TNI-Polri, di antaranya Karo Ops Polda Riau Kombes Pol. Ino Haryanto, Dansat Brimob Polda Riau Kombes Pol. Ketut, serta Asops Kodam XIX/Tuanku Tambusai Kolonel Inf. Rendra D.A, Kapolres Pelalawan AKBP Jhon Louis Letedara dan tokoh masyarakat setempat.

Di lokasi, Bupati Zukri menyaksikan langsung upaya Tim Satgas Darat yang telah bekerja selama lebih dari satu minggu dalam melakukan pemadaman, sekaligus menjalankan operasi kanalisasi atau pembuatan sekat kanal untuk menjaga kelembaban lahan gambut.

Bupati Zukri menyampaikan apresiasi atas dedikasi seluruh personel di lapangan, serta menegaskan bahwa kehadiran pemerintah daerah bertujuan memastikan proses penanganan berjalan optimal.

"Kami hadir di sini memastikan proses pemadaman berjalan dengan baik, serta setiap kendala di lapangan dapat segera diambil langkah dan solusinya. Penanganan Karhutla ini tidak hanya untuk saat ini, tetapi juga harus menjadi langkah jangka panjang.” ujarnya.

Bupati juga mengingatkan bahwa potensi kebakaran masih tinggi seiring fenomena El Nino yang diperkirakan mencapai puncak pada bulan Juli mendatang.

Oleh karena itu, edukasi kepada masyarakat menjadi hal penting agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, termasuk tidak membuang puntung rokok sembarangan.



Selain itu, Bupati menekankan pentingnya sinergi seluruh pihak, mulai dari TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga masyarakat peduli api, kepala desa, dan camat.

“Kita juga akan melibatkan perusahaan untuk mendukung upaya preventif jangka panjang, termasuk pembangunan kanal-kanal dan penyediaan alat berat agar daerah rawan, khususnya lahan gambut, dapat terhindar dari kebakaran.” tegasnya.


Bupati Zukri mengungkapkan bahwa total luas lahan terdampak Karhutla di Kabupaten Pelalawan saat ini mencapai sekitar 600 hektare. Namun, seluruhnya telah berhasil dikendalikan dan kini hanya tersisa titik api di lokasi peninjauan yang tengah dalam proses pendinginan. (Adv)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Beberapa Jenis Santet, dan medianya...

Tim Sembilan : Harapan Masyarakat Perantauan Bukittinggi Agam Agar Paguyuban Jadi Satu

GEBRAKAN WALIKOTA PEKANBARU: MULAI DARI PENURUNAN PARKIR, PERSAMPAHAN, INFRASTRUKTUR DAN SOSIAL KEMASYARAKATAN