Idul Adha 1447 Hijriah, Mesjid Sabilul Janah Perumahan Jala Utama Semblih 6 Ekor Sapi

Idul Adha 1447 Hijriah, Mesjid Sabilul Janah Perumahan Jala Utama Semblih 6 Ekor Sapi 

Penyemblihan Hewan Kurban di Masjid Sabilul Janah

Pekanbaru - Nuansamedianews .com - Pengurus Masjid Sabilul Janah Perumahan Jala Utama Pekanbaru  Melaksanaan penyembelihan hewan kurban  Tahun ini, sebanyak 6 ekor sapi. penyemblihan dilakukan selesai sholat Idul Adha 1447 Hijriah.dan dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Ketua Pengurus Masjid Sabilul Janah, M nur, mengatakan seluruh hewan kurban yang telah terdata berasal dari warga sekitar yang ikut berpartisipasi dalam ibadah kurban.

“Untuk Idul adha tahun ini ada 6 ekor sapi yang akan dipotong. Alhamdulillah semuanya sudah terdata dan siap untuk disembelih,” kata M.Nur, Rabu 27 Mei 2026.

Ia menjelaskan, proses penyembelihan dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 27 Mei 2026 di Lapanga Mesjid, kawasan Masjid Sabilul Janah. Panitia pelaksana juga telah dibentuk  guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan lancar.

Menurut Dedi Risandi, semua sapi kurban memiliki bobot yang sama besarnya, yakni mencapai sekitar 80 kilogram. panitia menyiapkan anggota penyembelihan dan pengolahan daging agar dapat diselesaikan dalam sehari.

“Panitia bantuan yang kami siapkan sekitar 50 orang. Mereka akan membantu mulai dari penyembelihan, pemotongan hingga pembagian daging kepada masyarakat,” ujar ketua Panitia kurban.

Daging kurban nantinya akan dibagikan kepada warga sekitar masjid serta masyarakat umum yang membutuhkan. sesui kupon pembagian Yang telah dibagikan sehari sebelum Idul adha, 

Pengurus masjid dan Ketua panitia kurban mengimbau masyarakat menjaga ketertiban saat penyemblihan dan pengambilan daging kurban. Selain itu, pihak masjid berharap ke depannya semakin banyak hewan kurban sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.(don)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Beberapa Jenis Santet, dan medianya...

Tim Sembilan : Harapan Masyarakat Perantauan Bukittinggi Agam Agar Paguyuban Jadi Satu

Empat Cerita Mistis di Riau yang Masih Terus Diperbincangkan Hingga Kini.