Al Qur'an ; Mukjizat dan Guru bagi Manusia yang Berfikir.

Al Qur'an ; Mukjizat dan Guru bagi Manusia yang Berfikir.

Nuansamedianews.com - Mukjizat Alquran berlangsung sejak Alquran itu diwahyukan kepada Rasulullah saw. Dalam sejarah banyak dicatat usaha-usaha orang Arab untuk menandingi Alquran sebagaimana dilakukan oleh Musailamah bin Habib yang dikenal dengan nama Musailamah al-Kazzab dari Bani Hanifah, salah satu suku terbesar di jazirah Arab dengan wilayah domisili di Yamamah. Namun usahanya tidak membuahkan hasil apa-apa

Mukjizat Alquran adalah suatu hal atau peristiwa luar biasa pada Alquran yang terjadi melalui nabi Muhammad SAW, sebagai bukti kenabiannya yang ditantangkan kepada orang yang ragu, untuk melakukan atau mendatangkan hal yang serupa, namun mereka tidak mampu melayani tantangan tersebut. 

Padahal terkadang keajaiban Al-Qur’an bukan terletak pada ayat yang panjang. Bukan pula pada kisah yang besar. Tetapi justru tersembunyi pada satu huruf. Satu kata. Bahkan satu bentuk tata bahasa.

Salah satunya terdapat dalam Surah Al-’Ankabut. Allah berfirman:

“Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah.” (QS. Al-’Ankabut: 41)

Mengapa Al-Qur’an Menyebut Laba-Laba dengan Kata Ganti Perempuan? Sebuah Detail Kecil yang Mengguncang Akal Pernahkah Anda memperhatikan bahwa banyak orang membaca Al-Qur’an hanya untuk mencari maknanya? 

Sekilas tidak ada yang aneh. Kita membaca. Kita memahami. Lalu kita melanjutkan ke ayat berikutnya.

Namun para ahli bahasa Arab berhenti pada satu hal yang sangat menarik. 

Kata kerja yang digunakan Al-Qur’an adalah:

اتَّخَذَتْ “Ia (perempuan) membuat.”

Bukan:

اتَّخَذَ  “Ia (laki-laki) membuat.” Mengapa?

Mengapa Al-Qur’an menggunakan bentuk perempuan?

Apakah ini sekadar gaya bahasa? Ataukah ada sesuatu yang lebih dalam?

Ketika Satu Huruf Menjadi Jendela Keajaiban. Dalam bahasa Arab, kata kerja berubah mengikuti jenis kelamin pelakunya.

Jika laki-laki, bentuknya berbeda.
Jika perempuan, bentuknya berbeda.

Dan Allah secara sengaja memilih bentuk perempuan untuk laba-laba.

Padahal manusia pada masa itu tidak memiliki laboratorium, tidak memiliki mikroskop,tidak memiliki dokumenter alam,dan tidak memiliki penelitian zoologi modern.

Lalu bagaimana Al-Qur’an memilih bentuk yang begitu spesifik?

Hari ini para peneliti mengetahui bahwa pada banyak spesies laba-laba, pembuat utama jaring adalah laba-laba betina. Bahkan dalam sejumlah spesies, laba-laba betina memiliki peran dominan dalam pembangunan sarang dan reproduksi.

Subhanallah, Sebuah detail yang mungkin dianggap sepele oleh sebagian orang ternyata telah tertulis dalam Al-Qur’an lebih dari 14 abad yang lalu. Tetapi Keajaiban Terbesarnya Bukan Itu, Banyak orang berhenti pada sisi ilmiahnya.  Padahal ada pelajaran yang jauh lebih dalam.
Kenapa Allah tidak memilih gajah.
Allah tidak memilih singa.
Allah tidak memilih paus.
Allah memilih laba-laba.

Mengapa?

Karena fokus ayat ini bukan pada hewannya. Tetapi pada rumahnya.

Allah berfirman yang artinya:

“Dan sesungguhnya rumah yang paling rapuh adalah rumah laba-laba.” (QS. Al-’Ankabut: 41)

Coba bayangkan. 

Jaring laba-laba terlihat indah, Rumit,Teratur.  Bahkan secara teknik sangat menakjubkan.    Namun satu sapuan tangan saja cukup untuk menghancurkannya.

Dari jauh tampak kokoh. Dari dekat ternyata rapuh.

Bukankah banyak manusia juga demikian?

Ada Orang yang Terlihat Kuat, Tetapi Sebenarnya Rapuh

Ada yang merasa aman karena hartanya.
Ada yang merasa aman karena jabatannya.
Ada yang merasa aman karena relasinya.
Ada yang merasa aman karena kekuasaannya.
Ada yang merasa aman karena pengikutnya.

Dari luar tampak hebat, Tampak kokoh dan Tampak tidak tergoyahkan.Tetapi ketika ujian datang. Ketika kesehatan dicabut. Ketika bisnis runtuh. Ketika kematian menghampiri.  Semua yang selama ini dianggap benteng perlindungan tiba-tiba runtuh dalam sekejap, Seperti jaring laba-laba. Indah dipandang. Lemah untuk dijadikan sandaran.

Mengapa Allah Memilih Rumah Laba-Laba?Karena banyak manusia membangun hidupnya seperti jaring laba-laba. Mereka menghabiskan puluhan tahun membangun sesuatu yang tampak kuat. Tetapi melupakan fondasi yang sebenarnya.

Mereka memperkuat rekening,Tetapi tidak memperkuat iman. Mereka memperbesar rumah, Tetapi tidak memperbesar amal. Mereka mengumpulkan koneksi, Tetapi melupakan hubungan dengan Allah.

Padahal Allah telah mengingatkan:

“Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, maka cukuplah Allah baginya.”.

(QS. Ath-Thalaq: 3)

Inilah rumah yang tidak akan runtuh. 
Inilah benteng yang tidak akan roboh. 
Inilah perlindungan yang tidak akan hancur oleh waktu.

Mungkin hari ini kita merasa aman karena pekerjaan.

Mungkin kita merasa aman karena tabungan.
Mungkin kita merasa aman karena kesehatan.
Mungkin kita merasa aman karena keluarga.
Padahal semua itu bisa hilang kapan saja.
Yang tidak akan hilang hanyalah Allah.

Karena itu Al-Qur’an tidak hanya mengajarkan kita tentang laba-laba. Al-Qur’an sedang mengajarkan kepada kita tentang diri kita sendiri.

Jangan jadikan sesuatu yang rapuh sebagai sandaran utama hidupmu. Karena yang rapuh pada akhirnya akan runtuh. Dan ketika semuanya runtuh, hanya satu tempat bersandar yang tetap ada. Yaitu Allah Azza wa Jalla.

Mungkin itulah sebabnya Allah memilih seekor laba-laba untuk menjadi guru bagi manusia. Agar kita sadar bahwa yang tampak kuat belum tentu benar-benar kuat. Dan yang benar-benar kuat hanyalah Dia yang selama ini menopang seluruh alam semesta.



Editor:(Marthagon)
Source : #KeajaibanAlquran

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Beberapa Jenis Santet, dan medianya...

Empat Cerita Mistis di Riau yang Masih Terus Diperbincangkan Hingga Kini.

Tim Sembilan : Harapan Masyarakat Perantauan Bukittinggi Agam Agar Paguyuban Jadi Satu