S.Ajie Panatagama, Siap Maju untuk Menjadi Ketua Organda DPD Provisi Riau Periode 2027 - 2032 Mendatang.
S.Ajie Panatagama, Siap Maju untuk Menjadi Ketua Organda DPD Provisi Riau Periode 2027 - 2032 Mendatang.
Pekanbaru - Nuansamedianews - Kursi Ketua DPD Organisasi Angkutan Darat (Organda) Provinsi Riau untuk periode (2022 - 2027), yang dipimpin Oleh H.M Nasir yang telah menakhodai DPD ORGANDA Riau selama 3 (Tiga) periode sejak tahun 2012.
Sesuai dengan AD/ART maka dalam hitungan bulan, DPD Organda Riau akan melaksanakan Musyawarah Daerah (Musda) Xl untuk membahas laporan pertanggung jawaban kepengurusan sekaligus mempersiapkan proses pemilihan kandidat calon ketua DPD berikut perangkat kepengurusan organisasinya.
Pasca akan berakhirnya masa jabatan Ketua Organda Provinsi Riau 2027 mendatang, riak persaingan figur calon ketua baru mulai bermunculan, Salah satunya kandidat calon adalah S. Ajie Panatagama, S.SIT, MT, dinilai sudah banyak malang melintang disektor Perhubungan, yang saat ini sudah berstatus purna tugas dalam pengabdiannya di Kementerian Perhubungan RI.
Syaifudin Ajie Panatagama, yang biasa akrab disapa Ajie ini, saat ditemui membenarkan dirinya siap untuk maju menjadi kandidat ketua DPD Organda Provisi Riau Periode 2027 - 2032 mendatang, dan siap untuk mewujudkan konsep serta Program program kerja yang diharapkan serta akan membawa Organda kembali menjadi organisasi Angkutan Darat yang handal dan mumpuni ditengah berbagai persoalan organisasi dan dunia Transportasi saat ini.
Organda sebagai mitra Pemerintah disektor Perhubungan Darat selama ini ikut berperan aktif dalam merumuskan kebijakan pemerintah diantaranya, penetapan kebijakan penyusunan struktur tarif angkutan darat, penataan dan penyusunan trayek angkutan ditingkat Pusat,daerah Provinsi dan Kabupaten/kota.
Selain itu juga ikut berperan dalam mencegah dan memberikan masukan kepada sektor Perhubungan Darat dalam rangka mewujudkan kestabilan ekonomi - sosial antara pengusaha angkutan, masyarakat pengguna angkutan dan pemerintah baik ditingkat daerah maupun pusat.
Selanjutnya Ajie berpendapat bahwa terkait dengan bagaimana mengatasi kendala operasional pengusaha angkutan seperti isu kelangkaan BBM, aturan keselamatan jalan, dan kelancaran konektivitas logistik wilayah. Saat ini Organda berada di posisi sulit, karena harus menjaga kepentingan pemerintah sekaligus melindungi kelangsungan usaha angkutan serta penyediaan kebutuhan masyarakat akan stabilitas penyelenggaraan Transportasi.
"Hubungan kemitraan antara, pemerintah sektor Perhubungan Darat selaku regulator, pengusaha angkutan sebagai operator dan masyarakat selaku user, bukan hal muskil untuk dijalin kembali" ujarnya.
“Kolaborasi bukan sekadar bekerja bersama, melainkan cara kerja yang saling terhubung dan mendukung untuk mencapai tujuan bersama dalam melayani kebutuhan mobilitas masyarakat” pungkasnya.
"Bagaimana mewujudkanya?, hubungan harmonis dan kekompakan antar organisasi internal Organda seperti dahulu harus dibentuk kembali sebagai langkah awal kekuatan untuk membina hubungan kerja lebih luas baik dengan pemerintah maupun masyarakat" tegas Ajie.
Sebagai penutup Ajie juga menyatakan bahwa dengan berbekalkan ilmu pengetahuan, serta pengalamannya di dunia Perhubungan Darat baik tingkat pusat maupun berbagai daerah, telah siap dengan bahan program guna mewujudkan eksistensi terbaik bagi Organda kedepannya.(red)

Mantap kita support💪
BalasHapus