Hidup kekeluargaan dalam Islam

Gambar
Hidup kekeluargaan dalam Islam  Nuansamedianews.com - Hidup kekeluargaan dalam Islam adalah ikatan suci yang dibangun di atas dasar iman, kasih sayang, dan tanggung jawab untuk mencapai ketenangan hidup ( sakinah, mawaddah, wa rahmah ). Peran keluarga dalam Islam memiliki peran sentral dalam membentuk individu yang berakhlak mulia dan berkontribusi positif bagi masyarakat. Orang tua memberikan kasih sayang dan perhatian yang tulus kepada anak-anaknya sekaligus berusaha menjadi teladan dalam menjalankan ibadah dan mengajarkan makna di baliknya. Hal ini menciptakan rasa aman dan nyaman bagi anak-anak untuk berkembang dan belajar nilai-nilai agama dan moral yang baik. Akhlak yang telah diajarkan dalam keluarga tersebut juga harus diaplikasikan ke jenjang yang lebih tinggi seiring bertambahnya usia. Hal ini berarti bahwa tiap orang harus terus belajar dan mempraktikkan akhlak mulia dalam semua aspek kehidupannya, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Dilansir dari l...

Pj. Ketua TP PKK Kab. Kampar Buka Kegiatan Pelatihan Bagi Kader PKK Dan Kader Posyandu Desa Sungai Petai

 

Kampar Kiri Hilir - Nuansamedianews.com

Hadir dan buka secara resmi Pelatihan Pembuatan Stik dan Kerupuk serta Pelatihan Kewirausahaan tentang Pengelolaan Wisata Desa bagi Kader PKK, dan Pelatihan Pemberian Makanan Tambahan bagi Balita, Baduta dan Ibu Hamil bagi Kader Posyandu di Desa Sungai Petai Kecamatan Kampar Kiri Hilir, Pj. Ketua TP PKK Kabupaten Kampar drg. Yusi Firdaus, MM berikan apresiasi dan dukungan penuh atas upaya yang dilakukan oleh pihak Pemerintah Desa dalam membina ibu-ibu Kader PKK dan Kader Posyandu , Senin (4/12).


Disambut dan didampingi langsung oleh Camat Kampar Kiri Hilir Abukari, Kepala Desa Sungai Petai Rian Adli dan Ketua TP PKK Desa Sungai Petai Nur Afni Ariani, Pj Ketua TP PKK Kabupaten Kampar tampak diperkenalkan dengan Tepian Halaman Kampung Desa Sungai Petai yang telah menjadi Icon desa ini. Dan sebagaimana diketahui Desa Sungai Petai ini juga merupakan Desa Digital di Kabupaten Kampar dan telah mendapatkan penghargaan diajang nasional.


" Saya mengucapkan terima kasih atas segala upaya dalam membina para Kader PKK dan Posyandu Desa Sungai Petai ini, sehingga nantinya mampu menciptakan lapangan pekerjaan dengan keterampilan pembuatan stik dan kerupuk ini, memperbaiki pola hidup serta pola asuh kepada keluarga terutama baduta dan balita serya ibu hamil dan juga tentunya akan dapat menjadikan desa ini sebagai desa wisata melalui pembelajaran tata cara pengelolaan tempat wisata ini" ucap Yusi dalam pengarahannya.


Yusi dalam sambutannya juga menekankan agar Pemerintahan Desa juga selalu proaktif dalam menekan angka Stunting yang sedang marak dilaksanakan agar Kabupaten Kampar nantinya juga mampu mendukung program pemerintah di 2045 untuk Generasi Emas.


"Kepada peserta saya berpesan, ikuti dan manfaatkan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya, dan aplikasikan dikehidupan sehari-hari" demikian Yusi menyampaikan.


Dilaporkan oleh Kepala Deda Sungai Petai selaku penanggung jawab pelaksana kegiatan, bahwa kegiatan ini dilaksanakan selama 2 (dua) hari dengan mendatangkan narasumber dari Provinsi Riau dan Kabupaten Kampar. Untuk pelatihan pembuatan stik dan kerupuk, pelaksana kegiatan mendatangkan Chef Muhammad Khoir dan Chef Desi dari Pekanbatu, Pemateri tentang pemberian makanan tambahan bagi balita dan batuta dari Universitas Riau Andri Dulistiani dan Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kampar David Hendra yang nantinya bertindak selaku narasumber pada Pelatihan Pengelolaan Tempat Wisata.


Selanjutnya sebagai tanda dibukanya kegiatan ini Yusi berkenan pasangkan tanda peserta kepada perwakilan peserta dan berkenan lakukan sesi foto bersama yang dilanjutkan mengelilingi destinasi wisata seputar PendopoTepian Halaman Kampung Desa Sungai Petai. (Don)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Beberapa Jenis Santet, dan medianya...

Empat Cerita Mistis di Riau yang Masih Terus Diperbincangkan Hingga Kini.

Seringkali Orang Meremehkanmu Bukan Karena Kamu Tidak Cukup Baik, Ini Lima Alasannya