AJPLH Laporkan ke Mabes Polri Terkait Lambannya Penanganan Laporan di Polres Pelalawan

Gambar
  AJPLH Laporkan ke Mabes Polri Terkait Lambannya Penanganan Laporan di Polres Pelalawan  PELALAWAN - Nuansamedianews - Aliansi Jurnalis Pemerhati Lingkungan Hidup (AJPLH) menyatakan akan melaporkan lambannya penanganan laporan di Polres Pelalawan ke Mabes Polri. Langkah tersebut direncanakan sebagai upaya meminta kepastian hukum atas dua laporan yang telah disampaikan sejak 2025. Kamis (22/10/2026). Ketua Umum AJPLH, Soni, S.H., M.H., M.Ling., menilai perkembangan penanganan laporan yang dinilai berjalan panjang perlu mendapat perhatian serius. Pihaknya berharap proses penyelidikan berjalan sesuai prosedur hukum acara pidana yang berlaku dan memberikan kejelasan kepada pelapor.  AJPLH Pertanyakan Perkembangan Laporan di Polres Pelalawan Berdasarkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) tertanggal 29 Juni 2026 yang diterima AJPLH, penyidik Satreskrim Polres Pelalawan menyampaikan bahwa penyelidikan masih berjalan. Dalam surat tersebut, penyidik meny...

QR Code MyPertamina Belum Ampuh, Pengguna Panther Ini Gelapkan Solar Subsidi Setengah Truk Tangki



Bangka Belitung Nuansamedianews , Kebijakan Pertamina untuk mencegah kebocoran solar subsidi menggunakan QR Code MyPertamina tampaknya belum ampuh.

Buktinya, seorang pria pengguna Panther di Simpang Tempilang, Desa Kelapa, Kecamatan Kelapa, Bangka Barat, menimbun sekitar 2,5 ton solar subsidi atau setengah kapasitas truk tangki 5000 liter.

Kini pria berinisial MR ini harus berurusan dengan polisi dan telah ditetapkan sebagai tersangka.

Ia dituduh telah menimbun solar subsidi sebanyak 2,5 ton solar atau sebanyak 110 jeriken.

Bagaimana modus MR?

MR diciduk oleh Unit II Tipidter Sat Reskrim Polres Bangka Barat, Jumat (12/1/2024) lalu,"Kami menemukan dan melakukan penindakan terhadap MR pelaku penimbunan Bahan Bakar (BBM) jenis bio solar yang berada di Simpang Tempilang," kata Kasat Reskrim Polres Bangka Barat, AKP Ecky Widi Prawira, kepada wartawan, Rabu (17/1/2025) di Mapolres Bangka Barat.

Ia menjelaskan, dari tempat tersangka MR ditemukan barang bukti sebanyak 110 jeriken yang berisikan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis bio solar.

Ratusan jeriken solar subsidi ini disimpan di kediaman MR"Mengetahui hal tersebut pelaku beserta barang bukti yang ada diamankan ke Mako Polres Bangka Barat untuk pemerikasaan lebih lanjut," ujarnya.

Untuk modus operandi, dikatakan Ecky, tersangka MR melakukan pembelian BBM jenis bio solar di SPBU 24.333.77 yang bertempat di Jalan Raya Mentok Pangkalpinang Kecamatan Kelapa Kabupaten Bangka Barat."Ia membeli menggunakanan satu unit mobil minibus Isuzu Panther dengan nopol terpasang BN 1214 QX secara berulang kali dengan menggunakan dua buah QR Code My Pertamina BN 1736 TY dan BN 1525 QK dengan harga Rp 6.800, per liter," jelasnya.

Rencananya, dikatakan Kasat Reskrim, tersangka MR bakal menjual BBM jenis bio solar tersebut kepada para penambang dengan harga Rp 9.500 per liter dan mendapatkan keuntugan sebesar Rp 2.700 per liter."Dari keterangan tersangka setiap kali tersangka menjual BBM jenis bio solar tersebut, keuntungan yang didapatkannya hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari tersangka dan keluarga," terangnya.

Saat ini, sambung Ecky anggota telah mengamankan sebanyak satu orang pemilik BBM jenis solar tersebut dan sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Kemudian pasal yang dikenakan ke tersangka, Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.

Sebagaimana telah diubah dengan Pasal 55 Undang-Undang Nomor 6 tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang.Dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling tinggi Rp 60 miliar.

Barang bukti yang disita piahak berwajib :

110 jeriken yang berisikan bahan bakar minyak (BBM) jenis bio solar.-1 unit mobil ISUZU PANTHER dengan nopol terpasang BN 1214 QX.-1 lembar terpal warna hitam-2 buah baskom plastik warna hitam-2 buah selang ukuran kecil-3 buah corong plastik warna merah-1 buah gayung plastik warna merah muda.(Bbl rlis)




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Beberapa Jenis Santet, dan medianya...

Empat Cerita Mistis di Riau yang Masih Terus Diperbincangkan Hingga Kini.

S.Ajie Panatagama, Siap Maju untuk Menjadi Ketua Organda DPD Provisi Riau Periode 2027 - 2032 Mendatang.