S.Ajie Panatagama, Siap Maju untuk Menjadi Ketua Organda DPD Provisi Riau Periode 2027 - 2032 Mendatang.

Gambar
S.Ajie Panatagama, Siap M aju untuk Menjadi  Ketua Organda DPD Provisi Riau Periode 2027 - 2032 Mendatang.   S. Ajie Panatagama, S.SIT, MT Pekanbaru - Nuansamedianews - Kursi Ketua DPD Organisasi Angkutan Darat (Organda) Provinsi Riau untuk periode (2022 - 2027), yang dipimpin Oleh H.M Nasir yang telah menakhodai DPD ORGANDA Riau selama 3 (Tiga) periode sejak tahun 2012. Sesuai dengan AD/ART maka dalam hitungan bulan,  DPD Organda Riau akan melaksanakan Musyawarah Daerah (Musda) Xl untuk membahas laporan pertanggung jawaban kepengurusan sekaligus mempersiapkan proses pemilihan kandidat calon ketua DPD berikut perangkat kepengurusan organisasinya. Pasca akan berakhirnya masa jabatan Ketua Organda Provinsi Riau 2027 mendatang,  riak persaingan figur calon ketua baru  mulai bermunculan,  Salah satunya kandidat calon  adalah S. Ajie Panatagama, S.SIT, MT, dinilai sudah banyak malang melintang disektor Perhubungan, yang saat ini sudah berstatus purna ...

Gubernur Riau Ungkap Alasannya Selalu Menggiatkan (Gerakan Sholat Subuh Berjamaah) GSSB.



Pekanbaru - Nuansamedianews.Gubernur Riau (Gubri), Brigjen TNI (purn) Edy Natar Nasution tak henti-hentinya mengingatkan masyarakat akan kewajiban sebagai umat muslim. Sosok seorang pemimpin ini selalu berupaya memberi nasehat dan kesadaran akan pentingnya ibadah salat.

Dikatakan, bahwa sebagai pemimpin, satu di anatara tugasnya adalah menjadi penyemangat terhadap warga untuk melaksanakan salat, karena ini merupakan bentuk pertanggungjawaban manusia di hadapan Allah. 

Ia mengungkapkan selama ini kehadiran pemimpin dan tokoh-tokoh dalam kegiatan keagamaan tentu akan memberikan pengaruh positif bagi masyarakat untuk melaksanakan ibadah.

Hal itu disampaikannya dalam kegiatan gerakan Salat Subuh Berjamaah (GSSB) Riau ke-181. Saat ini gerakan dilaksanakan di Masjid Nurul Ikhlas, Jalan Setia Budi Pekanbaru, Minggu (11/02/2024).

“Saya sebagai pemimpin yang ditunjuk pada hari ini, sudah seharusnya mengajak masyarakat ke masjid dan melakukan salat, karena ini adalah suatu hal yang harus dipertanggungjawabkan di hari akhir kelak. Saya sering katakan kalau ustad dia memberikan dakwah itu sudah tugasnya, tapi kalau kokoh pemimpin tentu akan menjadi penyemangat bagi jemaah,” katanya.

Gubernur Edy Nasution menjelaskan gerakan salat subuh berjamaah yang digencarkan bukan hanya sekadar upaya untuk meramaikan masyarakat datang kemasjid. Namun, juga menjadi sebagai sarana untuk berdakwah mengajak masyarakat perkuat ketakwaan kepada Allah SWT.

“Itu ada pengaruh terhadap kehadiran ini, semua pengaruh ini nanti akan diminta pertanggung jawabannya dihadapan Allah. Oleh karena itulah kenapa kita selalu mencoba menggalakkan gerakan salat subuh bersama dan di dalam kegiatan gerakan tersebut tugas kita mengajak masyarakat kepada ketakwaan,” jelasnya.

Dituturkan, ketakwaan kepada Allah akan menjadi pertanggungjawaban diri kita di hadapanNya. Dengan begitu harus senantiasa mengajak dan mengingatkan satu sama lain akan pentingnya salat sebagai kewajiban yang tidak bisa ditawar-tawar.

“Kita mengajak umat ini supaya mentakwakan diri kepada Allah. Karena pada akhirnya nanti itulah yang akan kita bawa, itulah yang akan menjadi pertanggungjawaban diri di hadapan Allah,” tuturnya.

Menurut orang nomor satu di Riau, dengan mengingatkan masyarakat seperti ini, akan mempertahankan nilai-nilai keislaman di bumi lancang kuning. Gubernur Edy Nasution berharap agar semakin banyak orang yang terdorong untuk melaksanakan ibadah salat dengan tekun dan konsisten, sehingga kelak di akhirat nanti dapat memperoleh keberkahan dan kenikmatan.

“Inilah mungkin yang perlu kita Ingatkan secara terus-menerus, sehingga dengan demikian mudah-mudahan yang kita sampaikan secara berulang kali menasihatkan sesama itu, semua nanti menjadikan sebuah catatan yang akhirnya mengantarkan kita ke dalam surganya Allah.” pungkasnya.(*****)

Sumber (Mc Riau)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Beberapa Jenis Santet, dan medianya...

Tim Sembilan : Harapan Masyarakat Perantauan Bukittinggi Agam Agar Paguyuban Jadi Satu

Empat Cerita Mistis di Riau yang Masih Terus Diperbincangkan Hingga Kini.