Hidup kekeluargaan dalam Islam

Gambar
Hidup kekeluargaan dalam Islam  Nuansamedianews.com - Hidup kekeluargaan dalam Islam adalah ikatan suci yang dibangun di atas dasar iman, kasih sayang, dan tanggung jawab untuk mencapai ketenangan hidup ( sakinah, mawaddah, wa rahmah ). Peran keluarga dalam Islam memiliki peran sentral dalam membentuk individu yang berakhlak mulia dan berkontribusi positif bagi masyarakat. Orang tua memberikan kasih sayang dan perhatian yang tulus kepada anak-anaknya sekaligus berusaha menjadi teladan dalam menjalankan ibadah dan mengajarkan makna di baliknya. Hal ini menciptakan rasa aman dan nyaman bagi anak-anak untuk berkembang dan belajar nilai-nilai agama dan moral yang baik. Akhlak yang telah diajarkan dalam keluarga tersebut juga harus diaplikasikan ke jenjang yang lebih tinggi seiring bertambahnya usia. Hal ini berarti bahwa tiap orang harus terus belajar dan mempraktikkan akhlak mulia dalam semua aspek kehidupannya, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Dilansir dari l...

Tragedi Padang Panjang, Kecelakaan Kereta Api Di Sumatera Barat Yang Memakan Korban 200 Orang Meninggal Dunia

   Kereta api Padang panjang tempo dulu.


Nuansamedianews- Jauh sebelum Tragedi Bintaro di Jakarta Selatan 1987, di Sumatera Barat pernah terjadi Tragedi Padang Panjang.

Ini adalah sebuah tragedi kecalakaan kereta api mematikan yang menelan korban sekitar 200 orang meninggal dunia dan 250 lainnya luka-luka.

Kecelakaan kereta api pada 25 Desember 1944 ini terjadi di Lembah Anai, Sumatera Barat, yang dikenal sangat terjal.

Kecelakaan ini diduga disebabkan oleh kereta api yang kehilangan rem.

Tak lama berselang, pada 23 Maret 1945, kecelakaan kembali terjadi di lokasi yang sama, tetapi tak diketahui jumlah korbannya.

Sebagaimana dilaporkan infosumbar.net, korban meninggal dua kecelakaan itu dikuburkan di satu lubang yang sama.

Korban kecelakaan pertama dikuburkan sedalam lima meter, sedangkan yang kedua di galian dua meter di atasnya.

Beberapa jenazah dikuburkan dalam kondisi tidak utuh.

Sebuah prasasti yang tak terawat ditemukan di Kelurahan Balai-Balai Padang Panjang Barat beberapa puluh tahun kemudian.

Prasasti itu menggunakan ejaan lama yang diyakini merupakan batu nisan korban kecelakaan KA di lembah Anai.

Beberapa orang menganggap tugu prasasti itu mengeluarkan aura mistis.

Tugu ini berada dalam kompleks Pandam Pakuburan Pusaro Dagang, milik keluarga Syekh Adam BB, seorang ulama Minangkabau.

Lokasi tugu ini berjarak sekitar lima kilometer dari pusat kota Padang Pajang.

Tugu berukuran hampir dua meter dengan desain yang berbentuk kepala lokomotif.

Pada salah satu sisi permukaan dinding tugu dituliskan aksara latin berbahasa Indonesia dengan ejaan lama "PERINGATAN Orang orang jang meninggal ketika ketjelakaan kereta api tanggal 25-12-2604/23-3-2605 yang artinya PERINGATAN Orang-orang yang meninggal ketika kecelakaan kereta api tanggal 25-12-1944 dan 23-3-1945".

Tugu ini dipastikan sebagai bukti yang menandakan adanya peristiwa bersejarah dalam bentuk batu nisan.

Hal tersebut disebabkan karena tugu dibangun bersama kuburan massal untuk memperingati peristiwa tragis kecelakaan kereta api yang pernah terjadi sebanyak dua kali tidak jauh di lokasi tersebut.

Peristiwa kecelakaan tragis kereta itu merenggut ratusan korban jiwa yang sebagian besar jasadnya ditemukan tidak dalam keadaan utuh.

Kecelakaan kereta api pertama terjadi di daerah Singgalang Kariang, yang sekarang menjadi lokasi rest area Lembah Anai.

Kecalakaan kedua terjadi dua bulan setelahnya, di Kelurahan Gantiang dan di Nagari Aia Angek.

Kecelakaan yang kedua ini disebabkan oleh jembatan yang putus--ada yang menyebutnya sengaja diputus.(*****)

Editor (Redaksi)

Copycright:Intisari-Online.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Beberapa Jenis Santet, dan medianya...

Empat Cerita Mistis di Riau yang Masih Terus Diperbincangkan Hingga Kini.

Seringkali Orang Meremehkanmu Bukan Karena Kamu Tidak Cukup Baik, Ini Lima Alasannya