Habib Ahmad Al Habsyi Hadir di Lapas Tanjung Raja, Safari Dakwah Ajak Warga Binaan Perkuat Iman dan Akhlak

Gambar
  Habib Ahmad Al Habsyi Hadir di Lapas Tanjung Raja, Safari Dakwah Ajak Warga Binaan Perkuat Iman dan Akhlak OKI – Nuansamedianews - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tanjung Raja menggelar kegiatan Safari Dakwah bersama Komunitas Riau Indonesia Mengaji dengan menghadirkan Habib Ahmad Al Habsyi, Jumat (10/7/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Lapas Kelas IIA Tanjung Raja, Yhoga Aditya Ruswanto. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan pembinaan keagamaan bagi warga binaan. Acara turut dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) atau pejabat yang mewakili, jajaran instansi pemerintah, tokoh agama, serta tamu undangan lainnya. Mengusung tema "Waqaf One Family One Qur'an", kegiatan ini bertujuan mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur...

Tujuan Penciptaan Manusia dengan Segala Keistimewaannya oleh Allah SWT

 

Nuansamedianews -Di antara makhluk lain yang diciptakan Allah SWT, Manusia merupakan ciptaan yang memiliki banyak keistimewaan. Selain panca indera yang sempurna, manusia juga diberi akal sehat sehingga dapat membedakan mana yang baik dan buruk.

Manusia juga diberi hati untuk menimbang dan mengambil keputusan serta diberi petunjuk sebagai panduan hidup yaitu Al Qur'an. Bahkan, manusia adalah makhluk pertama yang disebutkan dalam wahyu Allah yang pertama, yakni Surat Al Alaq ayat 1-5.
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidakdiketahuinya.” (Q.S. Al-‘Alaq : 1-5)

Dengan segala keistimewaan tersebut, pernahkah kamu bertanya-tanya mengapa Allah menciptakan manusia dengan bentuk dan keadaan yang sebaik-baiknya? Apa sebenarnya tujuan manusia diciptakan?

Sebagai Khalifah di Bumi

Allah berfirman dalam Al Quran Surat al Baqarah ayat 30.
وَاِذۡ قَالَ رَبُّكَ لِلۡمَلٰٓٮِٕكَةِ اِنِّىۡ جَاعِلٌ فِى الۡاَرۡضِ خَلِيۡفَةً ؕ قَالُوۡٓا اَتَجۡعَلُ فِيۡهَا مَنۡ يُّفۡسِدُ فِيۡهَا وَيَسۡفِكُ الدِّمَآءَۚ وَنَحۡنُ نُسَبِّحُ بِحَمۡدِكَ وَنُقَدِّسُ لَـكَ‌ؕ قَالَ اِنِّىۡٓ اَعۡلَمُ مَا لَا تَعۡلَمُوۡنَ
Artinya: “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, "Aku hendak menjadikan khalifah di bumi." Mereka berkata, "Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?" Dia berfirman, "Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.
Ayat tersebut menjelaskan bahwa Allah menciptakan manusia sebagai khalifah di Bumi untuk melaksanakan perintah-perintah-Nya. Mengutip jurnal Manusia Sebagai Khalifah dalam Perspektif Islam oleh Rahmat Ilyas (2016), manusia merupakan wakil Tuhan di muka bumi. Dengan kedudukan tersebut, manusia kelak akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan-Nya.
Hal ini menjawab pertanyaan di atas, mengapa manusia diciptakan dengan kondisi yang sebaik-baiknya? Karena, manusia membutuhkan akal pikiran untuk melaksanakan tugasnya sebagai khalifah Allah SWT dengan baik.

Beribadah dan Mengabdi Kepada Allah SWT

Allah berfirman dalam Al Quran surat Az Zariyat ayat 56-58.
يقول الله عز وجل: وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ * مَا أُرِيدُ مِنْهُم مِّن رِّزْقٍ وَمَا أُرِيدُ أَن يُطْعِمُونِ * إِنَّ اللهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ
Artinya: “Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku. Aku tidak menghendaki rezeki sedikit pun dari mereka dan Aku tidak menghendaki agar mereka memberi makan kepada-Ku. Sungguh Allah, Dialah Pemberi rezeki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.” (QS. Az Zariyat: 56-58)
Ibadah yang terkandung dalam surat Az Zariyat di atas merupakan tujuan diciptakannya manusia, sekaligus menjadi peran utama manusia selaku khalifah Allah di bumi.
Mengutip jurnal Kualitas Manusia dalam Pandangan Al-Qur'an oleh Muhammad Thaib Muhammad, menurut M.Qurais Shihab ibadah itu terbagi kepada dua macam, yaitu:
1. Ibadah murni (mahdhah), yaitu ibadah yang telah ditentukan oleh Allah, baik bentuk, kadar, maupun waktunya, seperti Shalat, Zakat,Puasa dan Haji.
2. Ibadah ghairu mahdhah, yaitu segala aktivitas lahir dan batin manusia yang bertujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
M. Quraish Shihab juga memaparkan bahwa surat Az Zariyat ayat 56 menjelaskan bahwa Allah menghendaki agar segala aktivitas manusia dilakukan demi Allah, sesuai serta sejalan dengan tuntunan dan petunjuk allah.
Editor; Redaksi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Beberapa Jenis Santet, dan medianya...

Empat Cerita Mistis di Riau yang Masih Terus Diperbincangkan Hingga Kini.

Tim Sembilan : Harapan Masyarakat Perantauan Bukittinggi Agam Agar Paguyuban Jadi Satu