Hidup kekeluargaan dalam Islam

Gambar
Hidup kekeluargaan dalam Islam  Nuansamedianews.com - Hidup kekeluargaan dalam Islam adalah ikatan suci yang dibangun di atas dasar iman, kasih sayang, dan tanggung jawab untuk mencapai ketenangan hidup ( sakinah, mawaddah, wa rahmah ). Peran keluarga dalam Islam memiliki peran sentral dalam membentuk individu yang berakhlak mulia dan berkontribusi positif bagi masyarakat. Orang tua memberikan kasih sayang dan perhatian yang tulus kepada anak-anaknya sekaligus berusaha menjadi teladan dalam menjalankan ibadah dan mengajarkan makna di baliknya. Hal ini menciptakan rasa aman dan nyaman bagi anak-anak untuk berkembang dan belajar nilai-nilai agama dan moral yang baik. Akhlak yang telah diajarkan dalam keluarga tersebut juga harus diaplikasikan ke jenjang yang lebih tinggi seiring bertambahnya usia. Hal ini berarti bahwa tiap orang harus terus belajar dan mempraktikkan akhlak mulia dalam semua aspek kehidupannya, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Dilansir dari l...

Cabang Fahmil Qur’an Putri Kota Pekanbaru Raih Juara Pertama di MTQ Ke-42 Tingkat Provinsi Riau


PEKANBARU - Nuansamedianews - Kabar gembira datang dari kafilah cabang Fahmil Qur’an Kategori Putri Kota Pekanbaru yang berhasil menjadi Juara Pertama pada perhelatan MTQ ke 42 Tingkat Provinsi Riau.

Pada babak final ini kafilah Kota Pekanbaru berhasil mengalahkan 3 finalis lainnya, yakni dari Kabupaten Kuansing, Kabupaten Kampar, dan Kabupaten Rokan Hilir yang digelar di Aula Pertemuan Sasana Mitra - PT KPI Unit Dumai, Rabu (24/4/2024).

Adapun untuk cabang Fahmil Qur’an kategori putri ini didampingi oleh Dr H Suhardi, MA, dengan kafilahnya Aisyah Mawaddah, Hanifah Ramadani, Zulaikha Azzahira Abena.

Dalam babak final ini,Kafilah perwakilan Kota Pekanbaru berhasil menjadi juara pertama dengan perolehan poin sebanyak 1.005 poin.

“Alhamdulillah Pekanbaru keluar sebagai Juara 1 untuk cabang fahmil Qur’an kategori putri, dalam perlombaan anak-anak diberikan motivasi agar dalam tampil tidak ada yang terbebani, sehingga mereka percaya diri,” tutur Suhardi selaku pembimbing saat ditanya oleh Inmas.

Ia juga berharap kedepannya para peserta untuk cabang fahmil Qur’an ini jangan cepat puas diri dan beliau juga mengingatkan untuk terus meningkatkan kompetensi diri, terutama dalam penguasaan bahasa dan kelemahan-kelemahan dibidang lainnya.

“Mengasah kompetensi diri ini merupakan hal yang penting untuk dilakukan oleh para kafilah, karena melihat kian meratanya kemampuan para peserta Fahmil Qur’an dari Kabupaten/Kota lainnya,” ungkap Suhardi.(rilis)

 

 

Sumber (Mc Riau)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Beberapa Jenis Santet, dan medianya...

Empat Cerita Mistis di Riau yang Masih Terus Diperbincangkan Hingga Kini.

Seringkali Orang Meremehkanmu Bukan Karena Kamu Tidak Cukup Baik, Ini Lima Alasannya