"Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula).” (QS. Ar-Rahman)

Gambar
"Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula). ” (QS. Ar-Rahman) Ilustrasi Nuansamedianews.com - Kebaikan yang bersambungan adalah amal yang dilakukan secara terus-menerus (kontinu/istiqamah), saling terkait, dan membawa dampak positif panjang bagi sesama . Dua unsur utamanya adalah konsistensi dan menularkan kebaikan ke hal lain. Karena sesungguhnya pintu-pintu kebaikan terus diikuti oleh kebaikan-kebaikan yang lain. Barangsiapa yang dibuka untuknya satu pintu kebaikan, maka akan terbuka pintu-pintu kebaikan yang lainnya.  Dan ini adalah nikmat dari Allah   subhanahu wa ta’ala.   Para ulama mengatakan:            إن الحسنة تنادي أختها و تدعوها Artinya :“ Sesungguhnya satu kebaikan akan menyeru dan mengajak kebaikan yang lainnya ” Apabila dadamu lapang untuk melakukan satu pintu atau memasuki satu pintu dari pintu-pintu kebaikan, maka ini adalah nikmat Allah  subhanahu wa ta’ala  kepadamu. Karena kebaikan akan mengajak kebaik...

Salam Tempel,Tradisi yang Ada saat Lebaran hingga Imlek

Nauansamedianews.com - Tradisi salam tempel bukan hal yang baru di Indonesia. Membagikan uang saat melakukan 'salim' ini biasanya dilakukan di hari-hari besar seperti Hari Lebaran maupun perayaan Imlek.

Salam tempel sendiri diartikan sebagai bersalaman dengan menyelipkan uang atau amplop berisi uang seperti dilansir dalam KBBI. Saat Hari raya Idul Fitri, uang yang disebut Tunjangan Hari Raya (THR) itu diberikan kepada orang yang lebih muda dari orang yang sudah berpenghasilan.

Kemudian saat perayaan Imlek, uang dimasukkan dalam amplop berwarna merah atau angpao. Warna merah ini melambangkan kebaikan dan kesejahteraan.

Jika sudah lekat dengan tradisi di Indonesia, dari mana asal tradisi salam tempel?

Asal-usul Tradisi Salam Tempel

Dalam Cash Matters, disebutkan bahwa tradisi memberi salam tempel sudah ada sejak abad pertengahan. Salam tempel pertama kali dilakukan pada saat Kekhalifahan Fatimiyah dari Afrika Utara yang membagikan uang, pakaian, atau permen kepada orang-orang saat hari pertama Lebaran.

Tradisi pemberian salam tempel ini terus dilakukan hingga akhir era Ottoman sekitar lima abad, yakni disebut eidiyah.

Kemudian tradisi ini mengalami sedikit perubahan. Barang yang diberikan bukan lagi pakaian, makanan, dan permen, tetapi hanya uang dalam pecahan kecil. Ada pula eidiyah dalam bentuk ponsel atau konsol gim.

Salam Tempel Dalam Tradisi Imlek

Jika dalam tradisi Imlek, uang itu akan dimasukkan dalam angpao merah dengan lambang-lambang binatang keberuntungan.

Dikutip dari detikHot, angpau ditemukan saat masa Dinasti Han yang di depan amplop terdapat kalimat 'fu shan shou hai' atau berarti 'selamat berbahagia dan panjang usia'. Terkadang ada juga amplop merah bertuliskan 'semoga sehat selalu'.

Menurut berbagai literatur, pemberian uang kepada anak-anak saat Lebaran terpengaruh dari budaya Arab dan Tionghoa. Tapi dari literatur lainnya, juga disebutkan tradisi bagi-bagi uang THR saat Lebaran merupakan hal baru yang diadopsi dari Cina.(Donred)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Beberapa Jenis Santet, dan medianya...

Empat Cerita Mistis di Riau yang Masih Terus Diperbincangkan Hingga Kini.

Tim Sembilan : Harapan Masyarakat Perantauan Bukittinggi Agam Agar Paguyuban Jadi Satu