Raja kecik.(Pendiri kesultanan Siak)Nuansamedianews.com - Menurut Bab Al-Qawa'id, kitab hukum kesultanan Siak, wilayah administrasi kesultanan dibagi ke dalam 10 propinsi, setiap propinsi dipimpin oleh hakim polisi yang memiliki gelar masing-masing. Untuk urusan keagamaan, tiap provinsi tersebut ditunjuk seorang imam jajahan sebagai hakim syari'ah. Adapun pembagiannya adalah:
Propinsi Negeri Siaksunting
- Hakim Polisi Propinsi Negeri Siak bergelar Tengku Besar.
Tengku Besar yang terkenal adalah Sayyid Sagaf, sepupu Sultan Syarif Kasim II yang ditunjuk sebagai wali sultan (regent) bertugas menjalankan pemerintahan semasa sultan menempuh pendidikan di Batavia dan belum diresmikan sebagai sultan.
- Hakim Syari'ah Propinsi Negeri Siak adalah Qadhi Negeri Siak.
- Batas-batas negeri: Dari Tanjung Pematang Duku yakni Tanjung Balai mengikuti Sungai Siak sebelah kanan sampai ke Sungai Lukut dan masuk ke Sungai Mandau sampai ke Pertalangan dan sampai ke Batin Lima Sakai dan sampai ke Batin Lapan Sakai sehingga bertemu dengan batas Negeri Kota Intan. Dan lagi dari sungai Lokar mengikuti sebelah kiri mudik sungai Siak Sri Indrapura sampai ke Pertalangan Dayun, Gasib, dan Lubuk ke daratnya hingga bertemu dengan watas Pelalawan dan sampai ke Sungai Pendanau.
Propinsi Negeri Tebing Tinggisunting
- Hakim Polisi Negeri Tebing Tinggi bergelar Tengku Temenggung Muda.
- Hakim Syari'ah bergelar Imam Negeri Tebing Tinggi.
- Batas-batas negeri: Sebesar-besar Pulau Rantau Tebing dan sebesar-besar Pulau Rangsang, atau Medang atau Rangsang dan pulau Tupang Dalam dan Pulau Tupang Luar dan Pulau Menggung dan pulau kecil-kecil mana yang masuk dalam kerajaan Siak Sri Indrapura yang dekat situ.
Propinsi Negeri Merbausunting
- Hakim Polisi Negeri Merbau bergelar Orang Kaya Setia India.
- Hakim Syari'ah bergelar Imam Negeri Merbau.
- Batas-batas negeri: Sebesar-besar Pulau Merba dan Pulau Padang dan pulau kecil-kecil mana yang masuk dalam kerajaan Siak Sri Indrapura yang dekat situ.
Propinsi Negeri Bukit Batusunting
- Hakim Polisi Negeri Bukit Batu bergelar Datuk Laksmana.
- Hakim Syari'ah bergelar Imam Negeri Bukit Batu.
- Batas-batas negeri: Dari Tanjung Pematang Duku yakni Tanjung Balai Dalam mengikuti Tanah Besar sampai ke sungai dan sampai bertemu dengan watas Batin Delapan Sakai dan sampai bertemu dengan watas Batin Lima Sakai dan Pulau Rupat, Selat Murung dan Pulau Ketam dan Pulau Payung dan Pulau Wampu dan Pulau Rampung dan pulau kecil-kecil mana yang masuk dalam kerajaan Siak Sri Indrapura yang dekat situ.
Propinsi Negeri Bangkosunting
- Hakim Polisi Negeri Tebing Tinggi bergelar Datuk Dewa Pahlawan.
- Hakim Syari'ah bergelar Imam Negeri Bangko.
Salah satu Imam Bangko yang dikenal bernama Imam Abdullah.
- Batas-batas negeri: Dari Sungai Sinaboi mengikuti Tanah Besar masuk ke Sungai Rokan sebelah kiri sampai ke sungai Lang dan mengikut sebelah kanan mudik Sungai Rokan dari Sungai Dua Perkaitan sampai ke Tanjung Segerak dan pulau kecil-kecil mana yang masuk dalam kerajaan Siak Sri Indrapura yang dekat situ.
Propinsi Negeri Tanah Putihsunting
- Hakim Polisi Negeri Tanah Putih bergelar Datuk Setia Maharaja.
- Hakim Syari'ah bergelar Imam Negeri Tanah Putih.
- Batas-batas negeri: Dari Tanjung Segerak mengikuti Sungai Rokan sebelah kanan mudik lalu masuk ke Sungai Rokan kiri sampai ke Pasir Rumput watasan dengan Kunto di Kota Intan dan dari sungai Sarang Lang mengikuti Sungai Rokan sebelah kiri mudik lalu masuk ke Batang Komo sampai ke Muara Batang Buruk watasan dengan Tambusai dan lalu masuk ke Sungai Rokan sampai ke Air Mendah watasan negeri Kepenuhan dan lagi masuk ke sungai Rayung sampai bertemu watasan Batin Delapan Sakai dan Pulau kecil-kecil mana yang masuk dalam kerajaan Siak Sri Indrapura yang dekat situ dan ditarik satu garis dari Tanjung Segerak terus ke hulu sungai Dayun dan terus ke hulu sungai Sepengambat dan terus ke hulu Sungai Mahna sehingga sungai Kuning dan lalu menikam Batang Buruk dan Langkuas berwatas dengan Tambusai.
Propinsi Negeri Kubusunting
- Hakim Polisi negeri Kubu bergelar Datuk Jaya Perkasa atau Datuk Indra Setia.
- Hakim Syari'ah bergelar Imam Negeri Kubu.
- Batas-batas negeri: Dari sungai Dua Pekaitan mengikut Tanah Besar lalu sampai ke Telaga Tergenang watasan dengan Negeri Panai ke daratan sampai ke hulu watasan dengan Negeri Kota Pinang dan Pulau Jemur dan Pulau Tokang Sumbang dan Pulau Lalang Besar dan Pulau Lalang Kecil dan Pulau kecil-kecil mana yang masuk dalam kerajaan Siak Sri Indrapura yang dekat situ dan ditarik satu garis dari Telaga Tergenang melalui Berubul menuju hulu sungai Dayun yang di dalam Batang Komo watasan dengan Tanah Poetih.
Propinsi Negeri Pekanbarusunting
- Hakim Polisi Negeri Pekanbaru bergelar Datuk Syahbandar.
- Hakim Syari'ah bergelar Imam Negeri Pekanbaru.
- Batas-batas negeri: Dari Sungai Lukut mengikut sebelah kanan mudik Sungai Siak sampai Kuala Tapung Kanan dan dari Sungai Pendanau sebelah kiri mudik Sungai Siak sampai ke Kuala Tapung Kiri dan naik ke darat lalu ke Teratak Buluh dan ketiga kampung yaitu Lubuk Siam Buluh Cina dan Buluh Nipis sehingga sampai ke Tanjung Muara Saka watasan dengan Pulau Lawan dan sampai ke Permatang Mangkinang watasan Kampar Kiri di Negeri Gunung Sahilan dan sampai ke Sungai Air Gemuruh Tanjung Pancuran Batang watasan dengan Negeri Tambang dan sebelah darat sampai berwatasan dengan Negeri Kampar Kanan dan Lima Kota.
Propinsi Negeri Tapung Kirisunting
- Hakim Polisi Negeri Tapung Kiri bergelar Syarif Bendahara.
- Hakim Syari'ah bergelar Imam Negeri Petapahan.
- Batas-batas negeri: Dari Kuala Tapung Kiri mudik ke hulunya sampai ke bukit Suliki watasan dengan Sri Paduka Gubernemen Pesisir Barat dan lalu naik ke darat sampai watasan dengan negeri Kampar Kanan dan Lima Kota dan sampai watasan dengan Empat Kota Rokan Kanan dan sampai watasan dengan negeri Tapung Kanan.
Propinsi Negeri Tapung Kanansunting
- Hakim Polisi Negeri Tapung Kanan bergelar Datuk Bendahara Muda Sekijang.
- Hakim Syari'ah bergelar Imam Negeri Sekijang.
- Batas-batas negeri: Dari Kuala Tapung Kanan sampai ke Bukit Suliki watasan dengan Sri Paduka Gubernemen Pesisir Barat sampai watasan dengan Empat Kota Rokan Kanan dan sampai watasan dengan negeri Kunto dan sampai watasan dengan Batin Delapan Sakai dan sampai watasan dengan negeri Tapung Kiri sampai watasan dengan Tanah Mandau Batin Lima Sakai.
Daftar Sultan Siak Sri Indrapura.
|
| 1 | 1723-1746 | Yang Dipertuan Besar Siak
Sultan Abdul Jalil Rahmat Syah I Raja Kecik | Mengklaim tahta Johor Mendirikan kesultanan Siak di Buatan |
| 2 | 1746-1760 | Sultan Muhammad Abdul Jalil Muzaffar Syah Sultan Muhammad | Putra dari no. 1 Memindahkan pusat pemerintahan ke Mempura** |
| 3 | 1760-1761 | Sultan Ismail Abdul Jalil Jalaluddin Syah Sultan Ismail | Putra dari no. 2 Dipaksa VOC turun tahta, kemudian berkelana selama 18 tahun* |
| 4 | 1761-1766 | Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah Sultan Alam/ Raja Alam | Putra no. 1, saudara no. 2 Merebut kekuasaan dari Sultan Ismail dengan bantuan Belanda Memindahkan ibu kota ke Senapelan |
| 5 | 1766-1779 | Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah Sultan Muhammad Ali | Putra no. 4 Johor telah menjadi bagian dari Siak Sri Indrapura Mengizinkan pendirian Kerajaan Negeri Sembilan tahun 1773 |
| 1779-1781 | Sultan Abdul Jalil Rahmat Syah II Sultan Ismail | Kembali berkuasa untuk kedua kali setelah menggeser Muhammad Ali |
| 6 | 1781-1791 | Sultan Yahya Abdul Jalil Muzaffar Syah Sultan Yahya | Putra no. 3 Pada tanggal 1 - 8 - 1782 membuat perjanjian dengan VOC dalam berperang melawan Inggris Dikudeta oleh no. 7 kemudian menyingkir ke Kampar kemudian Terengganu Meninggal dunia tahun 1791 dan dimakamkan di Tanjung Pati (Che Lijah, Dungun, Terengganu, Malaysia) |
| 7 | 1791-1811 | Sultan Assaidis Syarif Ali Abdul Jalil Saifuddin Sultan Sayyid Ali | Putra dari Sayyid Osman al-Syaikh 'Ali Ba' Alawi, yang menikahi Tengku Embung, yang merupakan putri no. 4 (Sultan Alamuddin) dan saudari no. 5 Siak memeperluas daerah kekuasaanya hingga meliputi jajahan 12 |
| 8 | 1811-1827 | Sultan Assaidis Syarif Ibrahim Abdul Jalil Khaliluddin Sultan Sayyid Ibrahim | Putra no. 7 Membuat perjanjian kerja sama dengan Inggris tanggal 31 Agustus 1818. Kemudian dengan Belanda tahun 1822 Pengaruh dari Perjanjian London tahun 1824, beberapa wilayah Siak lepas dan menjadi bagian dari kolonialisasi antara Inggris dan Belanda. Johor lepas dari Siak, berada dalam pengawasan Inggris. Pulau Lingga menjadi wilayah pengawasan Belanda. |
| 9 | 1827-1864 | Sultan Assaidis Syarif Ismail Abdul Jalil Jalaluddin Sultan Sayyid Ismail
| Cucu Sayyid Ahmad (adik no. 7) Mangkubumi Sayyid al-Syarif Jalaluddin 'Ali Ba' Alawi Menerima perjanjian baru dengan Inggris tahun 1840. Tahun 1864 dipaksa Belanda turun tahta. |
| 10 | 1864-1889 | Sultan Assaidis Syarif Kasim I Abdul Jalil Saifuddin Sultan Syarif Kasim I | Saudara no.9 Pengangkatannya mesti disetujui oleh Ratu Belanda, Belanda menempatkan controleur di Siak
Diperebutkan oleh Inggris dan Belanda dalam Perjanjian Sumatra |
| 11 | 1889-1908 | Yang Dipertuan Besar Assaidis Syarif Hasyim Abdul Jalil Saifuddin Sultan Syarif Hasyim | Putra no. 10 Menerbitkan Bab Al-Qawa'id kitab undang-undang resmi negara Meresmikan Istana Siak Sri Indrapura |
| 12 | 1915-1945 | Yang Dipertuan Besar Assaidis Syarif Kasyim II Abdul Jalil Saifuddin Sultan Syarif Kasim II | Putra no. 11 Menyerahkan kerajaannya pada pemerintah Republik Indonesia |

Siak Sri Indrapura sampai sekarang tetap diabadikan sebagai nama ibu kota dari Kabupaten Siak, dan Balai Kerapatan Tinggi yang dibangun tahun 1886 serta Istana Siak Sri Indrapura yang dibangun pada tahun 1889, masih tegak berdiri sebagai simbol kejayaan masa silam, termasuk Tari Zapin Melayu dan Tari Olang-olang yang pernah mendapat kehormatan menjadi pertunjukan utama untuk ditampilkan pada setiap perayaan di Kesultanan Siak Sri Indrapura.Begitu juga nama Siak masih merujuk kepada nama sebuah sungai di Provinsi Riau sekarang, yaitu Sungai Siak yang bermuara di kawasan timur pulau Sumatra.(tamat)
Komentar
Posting Komentar