AJPLH Laporkan ke Mabes Polri Terkait Lambannya Penanganan Laporan di Polres Pelalawan

Gambar
  AJPLH Laporkan ke Mabes Polri Terkait Lambannya Penanganan Laporan di Polres Pelalawan  PELALAWAN - Nuansamedianews - Aliansi Jurnalis Pemerhati Lingkungan Hidup (AJPLH) menyatakan akan melaporkan lambannya penanganan laporan di Polres Pelalawan ke Mabes Polri. Langkah tersebut direncanakan sebagai upaya meminta kepastian hukum atas dua laporan yang telah disampaikan sejak 2025. Kamis (22/10/2026). Ketua Umum AJPLH, Soni, S.H., M.H., M.Ling., menilai perkembangan penanganan laporan yang dinilai berjalan panjang perlu mendapat perhatian serius. Pihaknya berharap proses penyelidikan berjalan sesuai prosedur hukum acara pidana yang berlaku dan memberikan kejelasan kepada pelapor.  AJPLH Pertanyakan Perkembangan Laporan di Polres Pelalawan Berdasarkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) tertanggal 29 Juni 2026 yang diterima AJPLH, penyidik Satreskrim Polres Pelalawan menyampaikan bahwa penyelidikan masih berjalan. Dalam surat tersebut, penyidik meny...

Pupus sudah harapan Garuda muda Indonesia utuk berlaga di Olimpiade Paris setelah di tekuk tim Gunea 1-0.

Nuansamedianews.com - Timnas Indonesia U-23  menelan kekalahan yang ketiga kalinya dalam perebutan satu tiket untuk berlaga di Olimpiade Paris seteh kalah 0-1 dari Guinea U-23 dalam play-off Olimpiade 2024.

Laga Indonesia vs Guinea di play-off Olimpiade 2024 digelar di Stade Pierre Pibarot, Paris, Kamis (9/5/2024) malam WIB. Indonesia kalah setelah kebobolan lewat penalti Ilaix Moriba pada babak pertama.

Indonesia sempat mengancam pertahanan Guinea lewat sebuah tendangan bebas. Bola disodorkan langsung kepada Witan Sulaeman yang ada di sisi kiri. Witan mengoper ke tengah kotak penalti, tapi bola masih bisa dihalau bek Guinea.

Pratama Arhan mendapatkan peluang usai melakukan tusukan dari kiri. Namun tendangannya masih terlalu lemah dan diamankan kiper Guinea.

Guinea mendapat penalti pada menit ke-29 menyusul pelanggaran yang dilakukan Witan terhadap Algassime Bah. Ilaix Moriba yang maju sebagai eksekutor sukses dan menaklukkan Ernando Ari untuk membawa Guinea unggul 1-0.

Marselino Ferdinan mencoba melepaskan tembakan Spekulasi dari luar kotak penalti. Namun tendangannya masih jauh dari harapan.

Guinea nyaris membobol gawang Indonesia di injury time. Bah mencuri bola dari Nathan Tjoe-A-On dan berhadapan satu lawan satu dengan Ernando. Namun Ernando bisa memblok tendangan Bah.

Guinea sempat mengancam gawang Indonesia pada menit ke-53. Namun, tendangan Soumah diblok Nathan.

Indonesia mendapat peluang bagus dari tendangan sudut. Bola dioper pendek kepada Nathan yang kemudian melepaskan umpan silang ke kotak penalti. Alfreandra Dewangga menyambut dengan sundulan, tapi bola masih menyamping dari gawang.

Guinea kembali mendapat tendangan penalti pada menit ke-73 menyusul pelanggaran Dewangga kepada Bah. Shin Tae-yong kemudian melakukan protes keras yang berujung kartu merah. STY diusir wasit setelah mendapat kartu kuning kedua.

Namun, Guinea gagal memaksimalkan penalti keduanya ini. Tendangan Bah gagal jadi gol usai bola membentur tiang gawang.

Meski memberi tekanan sampai akhir laga, Indonesia gagal mencetak gol balasan. Keunggulan Guinea bertahan hingga laga usai.

Susunan Pemain

Indonesia U-23: Ernando Ari, Muhammad Ferarri, Komang Teguh (Alfreandra Dewangga 51'), Nathan Tjoe-A-On, Bagas Kaffa, Ivar Jenner, Marselino Ferdinan, Pratama Arhan, Jeam Kelly Sroyer (Sananta 60'), Rafael Struick (Hokky Caraka 90+1'), Witan Sulaeman

Guinea U-23: Soumaila Sylla, Ibrahima Diakite, Saidou Sow, Mohamed Soumah, Maadiou Keita, Issiaga Camara (F. Camara 66'), Aguibou Camara, Ilaix Moriba, Ousmane Camara (Toure 86'), Algassime Bah (Diallo 90+3'), Facinet Conte (Soumah 46')

Editor (Marthagon)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Beberapa Jenis Santet, dan medianya...

Empat Cerita Mistis di Riau yang Masih Terus Diperbincangkan Hingga Kini.

S.Ajie Panatagama, Siap Maju untuk Menjadi Ketua Organda DPD Provisi Riau Periode 2027 - 2032 Mendatang.