Desi Silvia Angraini, SH, MH Diduga Jadi Korban Kekerasan dan Penyekapan

Gambar
  Desi Silvia Angraini, SH, MH Diduga Jadi Korban Kekerasan dan Penyekapan   Pekanbaru - Nuansamedianews - Seorang advokat Prempuan Desi Silvia Angraini, SH, MH diduga menjadi korban kekerasan, intimidasi, dan penyekapan saat menjalankan tugas profesinya. Rabu, 07 Oktober 2026 Peristiwa tersebut bermula ketika Desi Silvia Angraini bersama rekannya dari Law Office Jaka Marhaen SH & Ass mendatangi kediaman seorang dengan inisial Ibu GS yang notabenenya menjabat sebagai Ketua RW di Jl. Sidomulyo I Padang Bulan Senaplan Kota Pekanbaru untuk menyampaikan surat somasi.  Menurut keterangan Advokat Desi Silvia Angraini, SH, MH, awalnya kedatangan mereka disambut dengan baik namun situasi berubah setelah Ibu GS mengetahui bahwa kedatangan tersebut berkaitan dengan penyampaian somasi untuk dirinya berkaitan dengan perampasan dan pengelapan barang berharga milik klienya Desi Silvia Angraini, SH, MH. Advokat Desi Silvia Angraini, SH, MH dan rekannya kemudian di maki-maki dengan ...

FSP-KSI Riau Apresiasi Kinerja Dinas Pendidikan Riau dalam Pelaksanaan PPDB

             Ketua DPW FSP-KSI Riau

Pekanbaru - Nuansamedianews - Federasi Serikat Pekerja Kependidikan Seluruh Indonesia (FSP-KSI) Provinsi Riau Apresiasi Kepala Dinas Pendidikan Riau Roni Rahmat dalam menggelar Penerimaan Peserta Dididik Baru (PPDB) SMA/SMK tahun ajaran 2024 – 2025 yang baru saja usai.

Ketua DPW FSP-KSI Edtris, S.Pi menilai, secara umum penyelenggaraan PPDB tahun ini berjalan dengan baik. Hal ini dia katakan setelah melakukan sidik langsung kebeberapa Sekolah negri di kota Pekanbaru dalam PPDB tahun ini dan naiknya grafik penilaian yang diberikan oleh ombudsman.

“Pada tahun 2023 Ombudsman memberi nilai 56, sedangkan pada tahun ini nilai 80 diberikan ombudsman terhadap pelaksanaan PPDB”. Ucap Edtris. Kamis (1/8/24)

Dari pantauannya di lapangan Edtris melihat pihak sekolah yang melaksanakakan PPDB telah sesuai dengan aturan yang berlaku. 

“Sehingga para calon peserta didik baru yang telah mendaftar dapat terakomodir.” ucap Edtris.

Meski begitu sambung edtris, peran serta masyarakat juga memiliki peranan penting pada penyelenggaraan PPDB kemarin . “Potensi untuk melakukan kecurangan dapat diminimalisir, dan para panitia penyelenggara PPDB di sekolah dapat bekerja dengan maksimal sesuai koridor yang telah ditentukan. Dan hasilnya, dinas Pendidikan Riau diganjar nilai 80 oleh ombudsman RI.” katanya.

Edtris mengatakan, Dinas Pendidikan Riau jangan berpuas diri atas hasil yang telah dicapai. dibawah koordinasi kepala dinas, hendaknya konsisten meningkatkan mutu pelayanan bagi masyarakat.

“Terhadap kendala yang dialami selama pelaksanaan PPDB kemarin dijadikan bahan evaluasi agar dapat dikoreksi pada pelaksanaan PPDB ditahun yang akan datang”. Tutup edtris(****)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Beberapa Jenis Santet, dan medianya...

Empat Cerita Mistis di Riau yang Masih Terus Diperbincangkan Hingga Kini.

S.Ajie Panatagama, Siap Maju untuk Menjadi Ketua Organda DPD Provisi Riau Periode 2027 - 2032 Mendatang.