AJPLH Laporkan ke Mabes Polri Terkait Lambannya Penanganan Laporan di Polres Pelalawan

Gambar
  AJPLH Laporkan ke Mabes Polri Terkait Lambannya Penanganan Laporan di Polres Pelalawan  PELALAWAN - Nuansamedianews - Aliansi Jurnalis Pemerhati Lingkungan Hidup (AJPLH) menyatakan akan melaporkan lambannya penanganan laporan di Polres Pelalawan ke Mabes Polri. Langkah tersebut direncanakan sebagai upaya meminta kepastian hukum atas dua laporan yang telah disampaikan sejak 2025. Kamis (22/10/2026). Ketua Umum AJPLH, Soni, S.H., M.H., M.Ling., menilai perkembangan penanganan laporan yang dinilai berjalan panjang perlu mendapat perhatian serius. Pihaknya berharap proses penyelidikan berjalan sesuai prosedur hukum acara pidana yang berlaku dan memberikan kejelasan kepada pelapor.  AJPLH Pertanyakan Perkembangan Laporan di Polres Pelalawan Berdasarkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) tertanggal 29 Juni 2026 yang diterima AJPLH, penyidik Satreskrim Polres Pelalawan menyampaikan bahwa penyelidikan masih berjalan. Dalam surat tersebut, penyidik meny...

Media Centre JADI Klarifikasi Informasi Keliru Terkait Press Conference Paslon MURI

Media Centre JADI Klarifikasi Informasi Keliru Terkait Press Conference Paslon MURI

OKI - Nuansamedianews.com - pasangan calon HM Dja’far Shodiq - Abdi Yanto SH MH (JADI) menyampaikan permohonan maaf atas kekeliruan informasi yang beredar terkait press conference pasangan calon Muchendi Mahzareki SE, M.Si - Supriyanto (MURI). Informasi tersebut, yang sebelumnya dirilis oleh beberapa media, dinyatakan sebagai bentuk misinformasi. 

Ketua Media Centre JADI, Salim S.IP, melalui Koordinator Publikasi Media dan Konten, Rachmat Sutjipto, menjelaskan bahwa kekeliruan itu bermula dari kurangnya koordinasi antara sejumlah wartawan yang meliput di ruang press conference dengan Tim Media Centre JADI. Pihak penyelenggara kegiatan juga dinilai tidak memberikan kejelasan teknis secara menyeluruh.  

“Meskipun konfirmasi telah dilakukan kepada beberapa wartawan di lapangan sebelum berita ditayangkan, miskomunikasi tetap terjadi. Untuk itu, kami memohon maaf atas kesalahan tersebut,” ujar Rachmat Sutjipto di Kayuagung, Sabtu (23/12/3024).  

Menurutnya, sebagian wartawan yang tidak mengetahui adanya press conference Paslon MURI lantaran berpegang pada kesepakatan teknis. Berdasarkan poin yang disepakati, press conference diawali oleh Paslon Nomor Urut 01 (JADI) dan dilanjutkan oleh Paslon Nomor Urut 02 (MURI). Namun, setelah sesi JADI selesai, Paslon MURI tidak muncul di ruang konferensi pers sebagaimana yang diharapkan.  

“Rekan-rekan wartawan mungkin menyimpulkan bahwa Paslon MURI tidak melakukan press conference karena ketidakhadiran tersebut. Inilah yang menjadi titik awal kesalahpahaman,” jelasnya.  

Atas insiden ini, Rachmat menegaskan bahwa kekeliruan tersebut sepenuhnya merupakan tanggung jawab pihaknya sebagai Tim Media Centre JADI. Ia juga memastikan bahwa langkah korektif segera dilakukan.  

Media Centre JADI berharap insiden ini dapat menjadi pembelajaran bersama untuk menjaga kualitas informasi publik di tengah dinamika Pilkada.

“Kami akan menggelar konsolidasi dengan lintas media, terutama media yang telah memuat berita ini, untuk meluruskan informasi yang beredar. Kesalahan ini murni produk miskomunikasi yang tidak disengaja,” tutupnya.(aisyah)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Beberapa Jenis Santet, dan medianya...

Empat Cerita Mistis di Riau yang Masih Terus Diperbincangkan Hingga Kini.

S.Ajie Panatagama, Siap Maju untuk Menjadi Ketua Organda DPD Provisi Riau Periode 2027 - 2032 Mendatang.