Habib Ahmad Al Habsyi Hadir di Lapas Tanjung Raja, Safari Dakwah Ajak Warga Binaan Perkuat Iman dan Akhlak

Gambar
  Habib Ahmad Al Habsyi Hadir di Lapas Tanjung Raja, Safari Dakwah Ajak Warga Binaan Perkuat Iman dan Akhlak OKI – Nuansamedianews - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tanjung Raja menggelar kegiatan Safari Dakwah bersama Komunitas Riau Indonesia Mengaji dengan menghadirkan Habib Ahmad Al Habsyi, Jumat (10/7/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Lapas Kelas IIA Tanjung Raja, Yhoga Aditya Ruswanto. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan pembinaan keagamaan bagi warga binaan. Acara turut dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) atau pejabat yang mewakili, jajaran instansi pemerintah, tokoh agama, serta tamu undangan lainnya. Mengusung tema "Waqaf One Family One Qur'an", kegiatan ini bertujuan mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur...

Antara Usaha, Doa dan Tawakkal

Antara Usaha, Doa dan Tawakkal

Ilustrasi 

NuansaMediaNews.com - Manusia hanya berusaha, kemudian berdoa dan memohon kepada Allah Swt untuk mengabulkan hasil usaha itu. Selanjutnya bertawakkal menunggu dan menerima apapun hasilnya. Itulah rangkaian proses untuk meraih hasil, termasuk untuk mencapai sebuah kesuksesan.

Kalaupun usaha dan doa tersebut tidak serta merta dikabulkan karena Allah Swt,  Allah Maha Mengetahui apa yang dibutuhkan dan bermanfaat bagi hambanya sehingga yang diminta belum tentu dikabulkan.

Berdoa dan berusaha itu harus selaras dan saling melengkapi. Berdoa tanpa usaha adalah bohong dan usaha tanpa doa sama dengan sombong. Sebagaimana firman Allah Swt. dalam Q.S Ar-Ra’d Ayat 11

إِنَّ اللهَ لا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ

Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”

Ayat tersebut menegaskan bahwa jika seseorang menginginkan sesuatu perubahan, misalnya nasib, mendapatkan rezeki, ilmu, kelulusan ujian, kesehatan, dan sebagainya, maka ia harus melakukan suatu usaha secara aktif dan nyata yang disebut ikhtiar atau usaha lahiriah. 

Jadi seseorang akan tetap bodoh kalau ia tidak berusaha mengatasi kebodohannya dengan cara mencari ilmu. Seseorang akan tetap hidup sengsara jika ia tidak berikhtiar untuk lepas dari kesengsaraanya, misalnya dengan bekerja keras. Seseorang akan tetap pada watak dan kebiasaannya, seperti pelit, suka iri, malas, pendendam, dan sebagainya, sampai ia berusaha mengubah watak dan kebiasaan tersebut.

Seseorang akan tetap sakit sampai ia berusaha mencari kesembuhan dengan cara berobat.

Sedangkan untuk memperlancar atau mempermudah ikhtiar mencapai keberhasilan, maka kita perlu dan harus berdoa sebagai usaha batiniah.

Allah SWT berfirman dalam Surat Al Mukmin, ayat 60:

 ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ

Artinya: “Berdoalah kepada-Ku, Aku akan mengabulkannnya”

Hikmah berdoa kepada Allah SWT dalam kaitannnya dengan ikhtiar adalah bahwa doa akan mendekatkan kita kepada Allah SWT, dan karenanya akan memperlancar tercapainya apa yang kita usahakan.

Selain itu,  dengan berdoa, kita akan terhindar dari klaim bahwa keberhasilan kita hanya semata-mata karena ikhtiar sendiri,  tanpa campur tangan dari Allah SWT sehingga akan mejadi kesombongan yang luar biasa sebagaimana disebutkan dalam Firman Allah:

 إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina.” (QS al-Mu’min: 60)

Oleh karena itu, sepatutnyalah kita tidak lupa berdoa kepada Allah SWT dalam setiap usaha kita meraih sesuatu. Semakin banyak berdoa, semakin dekatlah kita kepada Allah Swt.

Ilustrasi 

Selain berikhtiar dan berdoa kepada Allah SWT dalam upaya kita meraih sesuatu, satu hal lagi yang tak boleh terlupakan yaitu tawakal.

Dalam surat Ali Imran, ayat 159, Allah SWT berfirman:

 فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

Artinya: “Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertwakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang brtawakal pada-Nya.”

Tawakkal adalah menyerahkan sepenuhnya kepada Allah Swt untuk mengatur kapan usaha dan do’a kita akan terkabul. Allah lebih tahu apa yang terbaik buat hamba-hamba-Nya. Allah lebih tahu kapan usaha dan do’a kita akan terkabul.  Terkadang, apa yang baik menurut manusia belum tentu baik menurut Allah Swt.

Boleh jadi,  Allah Swt belum mengabulkan usaha dan doa hambanya karena Allah Swt,  menilai kita belum siap, terutama secara mental spiritual untuk menerima yang kita inginkan. 

Kesimpulannya bahwa ikhtiar itu adalah bukti nyata bahwa kita benar-benar berusaha. Sedangkan doa adalah permohonan, pengharapan seorang hamba kepada Sang Khaliq. Sekaligus  juga sebagai ibadah, senjata, obat, dan pintu segala kebaikan. Sedangkan tawakal adalah tanda ketidakmampuan kita dalam menentukan sesuatu dan menyadari bahwa semua yang terjadi atas izin dan kehendak mutlak dari Allah Swt.

Editor (Marthagon)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Beberapa Jenis Santet, dan medianya...

Empat Cerita Mistis di Riau yang Masih Terus Diperbincangkan Hingga Kini.

Tim Sembilan : Harapan Masyarakat Perantauan Bukittinggi Agam Agar Paguyuban Jadi Satu