Ketua TP PKK Mukomuko Ani Tri Ratnawati Santuni Yatim dan Lansia di XIV Koto

Gambar
  Ketua TP PKK Mukomuko Ani Tri Ratnawati Santuni Yatim dan Lansia di XIV Koto Mukomuko - Nuansamedianews - Ketua TP PKK Kabupaten Mukomuko, Hj. Ani Tri Ratnawati, memberikan santunan kepada warga Kecamatan XIV Koto, Jumat (16/10/2026). Penyerahan bantuan pertama diberikan kepada anak yatim kembar Irfando dan Irfadi, warga Desa Lubuk Sanai II, Kecamatan XIV Koto. Bantuan tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap anak yatim yang diasuh neneknya yang sudah lanjut usia. Sehabis itu, Hj. Ani Tri Ratnawati yang akrab disapa Nana Chairul Huda melanjutkan pemberian bantuan kepada lansia miskin ekstrem di Desa Tanjung Mulya, Kecamatan XIV Koto, Kabupaten Mukomuko. Lansia tersebut juga saat ini dibawa ke RSUD Mukomuko untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut karena kondisi kesehatannya yang memprihatinkan. Kegiatan sosial tersebut merupakan wujud nyata kepedulian TP PKK Kabupaten Mukomuko terhadap masyarakat kurang mampu, khususnya anak yatim dan lansia yang membutuhkan perhatian khusus....

Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid Menegaskan Bahwa Tidak akan ada Pemotongan dana Desa meskipun menghadapi defisit anggaran.

Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid Menegaskan Bahwa Tidak akan ada Pemotongan dana Desa meskipun menghadapi defisit anggaran. 



KUANSING – Nuansamedianews - Saat Safari Ramadan di Masjid Nurul Falah, Sitorajo Kari, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing),Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid menegaskan bahwa tidak akan ada pemotongan dana desa meskipun saat ini Provinsi Riau menghadapi defisit anggaran. Senin (17/03/2025).

"Walaupun saat ini ada defisit, saya tidak akan memotong dana desa. Karena saya tahu bahwa dana desa ini salah satu yang bisa menggerakkan ekonomi di desa-desa dan membantu guru ngaji untuk mendapatkan honor," ujar Gubernur Abdul Wahid.

Ia menjelaskan bahwa program dana desa memiliki peran penting dalam mendukung berbagai kegiatan di tingkat desa. Hal ini juga termasuk honor bagi guru mengaji yang memiliki peran besar dalam pendidikan agama bagi anak-anak.

"Saya ingin guru ngaji tetap mendapatkan honor, sebab ini adalah program kami. Kami melihat banyak sekali anak-anak yang perlu diberikan pemahaman lebih dalam tentang keagamaan," jelasnya.

Selain itu, Gubri Abdul Wahid juga memastikan bahwa program pemberdayaan ibu-ibu PKK tetap berjalan melalui dana desa. Menurutnya, program ini berperan dalam penanganan stunting dan mendukung Posyandu di berbagai desa agar pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak tetap berjalan optimal.

"Kami ingin melalui dana desa, kegiatan ibu-ibu PKK tetap berjalan. Kalau tidak ada kegiatan, bagaimana kita bisa mengatasi stunting? Anak-anak di Posyandu tentu membutuhkan anggaran dari dana provinsi yang dialokasikan ke desa-desa," ungkapnya.

Lebih lanjut, Gubernur Abdul Wahid menuturkan bahwa kebijakan keuangan daerah akan difokuskan pada program prioritas. Program tersebut seperti pendidikan, perbaikan jalan rusak, dan pemulihan ekonomi masyarakat.

"Intinya, kami tidak akan memotong anggaran dana desa, pendidikan, dan perbaikan jalan rusak karena ini penting untuk menjaga perputaran ekonomi masyarakat. Inilah tantangan yang harus kami selesaikan pada tahun 2025. Jika ada masalah lain, akan kita alokasikan ke anggaran tahun depan," pungkasnya. (semy).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Beberapa Jenis Santet, dan medianya...

Empat Cerita Mistis di Riau yang Masih Terus Diperbincangkan Hingga Kini.

S.Ajie Panatagama, Siap Maju untuk Menjadi Ketua Organda DPD Provisi Riau Periode 2027 - 2032 Mendatang.