Babinsa 402-11/Tl Selapan Gerak Cepat Tangani Karhutla di Pulo Beruang, 30 Hektare Lahan Terbakar

Gambar
  Babinsa 402-11/Tl Selapan Gerak Cepat Tangani Karhutla di Pulo Beruang, 30 Hektare Lahan Terbakar OKI – Nuansamedianews - Tim gabungan bergerak cepat melakukan groundcheck sekaligus penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Pulo Beruang, Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Kamis, 24 September 2026. Kegiatan tersebut dilakukan setelah terdeteksi adanya hotspot/firespot di wilayah Desa Pulo Beruang. Tim kemudian menuju lokasi untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus melakukan pemadaman terhadap titik api yang ditemukan. Hasil groundcheck menunjukkan terdapat lahan desa/masyarakat dengan luas sekitar 50 hektare, dengan luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai ±30 hektare. Di lokasi masih ditemukan titik api yang disertai asap tebal. Dalam upaya penanganan, tim gabungan melibatkan 2 personel TNI, 10 personel RPK PT Dinamika serta 2 orang masyarakat. Tim juga didukung dengan 1 unit water tank dan 2 unit mesin pompa air, dengan sumbe...

Hj. Basyariah Bistamam Resmi Dikukuhkan sebagai Bunda PAUD dan Bunda Literasi Kabupaten Rokan Hilir

 Hj. Basyariah Bistamam Resmi Dikukuhkan sebagai Bunda PAUD dan Bunda Literasi Kabupaten-kabupaten Rokan Hilir 



Rokan Hilir – Nuansamedianews.com - Dalam sebuah prosesi yang khidmat dan sarat makna, Hj. Basyariah Bistamam, istri Bupati Rokan Hilir, secara resmi dikukuhkan sebagai Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Bunda Literasi Kabupaten Rokan Hilir. Pengukuhan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 24 April 2025, bertempat di Balai Serindit, Gedung Daerah Provinsi Riau.   

Prosesi pengukuhan dilakukan langsung oleh Bunda PAUD dan Bunda Literasi Provinsi Riau, Hj. Henny Sasmita Wahid, yang sebelumnya terlebih dahulu menerima mandat serupa dari Gubernur Riau, H. Abdul Wahid. 

Momentum ini menandai komitmen strategis Pemerintah Provinsi Riau dalam memperkuat pondasi pendidikan anak usia dini serta membangun budaya literasi secara menyeluruh dan berkelanjutan.

 Dalam sambutannya, Hj. Henny Sasmita Wahid menegaskan bahwa amanah sebagai Bunda PAUD dan Literasi bukan sekadar bentuk pengakuan seremonial, melainkan wujud konkret dari kecintaan terhadap bangsa dan tanggung jawab moral dalam membina generasi penerus. 

“Saya percaya, para ibu yang hari ini dikukuhkan, sebagai pendamping kepala daerah, memiliki kapasitas dan dedikasi untuk menjalankan tugas mulia ini secara paripurna,” ujar Henny.   

Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya peran strategis Bunda PAUD dan Literasi dalam mencetak generasi yang berkarakter kuat dan melek literasi sejak usia dini. Oleh karena itu, ia mendorong seluruh Bunda yang telah dikukuhkan agar menjadi motor penggerak utama dalam pengembangan pendidikan dasar di wilayah masing-masing. 

“Tugas ini membutuhkan sinergi lintas sektor dan komitmen jangka panjang dari seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah, organisasi PKK, Posyandu, hingga Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda),” tambahnya. 

Ia juga menyerukan kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memberikan dukungan yang konkret, khususnya dalam aspek penyusunan program dan alokasi anggaran yang berpihak pada penguatan PAUD dan literasi, agar para Bunda tidak bekerja dalam kesendirian.   

Pengukuhan Bunda PAUD dan Literasi Kabupaten/Kota se-Provinsi Riau dilakukan secara serentak. Kegiatan tersebut diawali dengan pembacaan naskah pengukuhan oleh Bunda PAUD dan Literasi Provinsi Riau, dilanjutkan dengan pemasangan selempang kepada masing-masing Bunda PAUD dan Literasi dari kabupaten/kota di Provinsi Riau.   Usai dikukuhkan, Hj. Basyariah Bistamam menyampaikan kesiapan dan tekadnya dalam mengemban amanah sebagai Bunda PAUD dan Literasi Kabupaten Rokan Hilir. 

Ia menyatakan komitmennya untuk aktif berperan dalam memajukan pendidikan anak usia dini dan membudayakan literasi di tengah masyarakat. “Sebagai Bunda PAUD dan Literasi, saya menyadari tanggung jawab ini adalah bentuk pengabdian yang menuntut kehadiran moral dan intelektual. 

Kita berkewajiban memastikan bahwa setiap anak memiliki akses terhadap pendidikan yang layak dan mendapatkan pembiasaan literasi sejak dini, baik di lingkungan sekolah, rumah, maupun masyarakat,” ujarnya.  

 Lebih jauh, Hj. Basyariah menegaskan pentingnya kolaborasi antara seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, tenaga pendidik, orang tua, dan masyarakat dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkesinambungan. 

Sinergi ini diyakini menjadi fondasi dalam membentuk generasi emas yang cerdas, kreatif, serta memiliki daya saing di masa depan. 

Acara pengukuhan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Rokan Hilir beserta jajaran anggota, yang menandakan dukungan penuh dari organisasi perempuan daerah terhadap misi besar penguatan pendidikan dan literasi di tingkat.(Desi)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Beberapa Jenis Santet, dan medianya...

Empat Cerita Mistis di Riau yang Masih Terus Diperbincangkan Hingga Kini.

Seringkali Orang Meremehkanmu Bukan Karena Kamu Tidak Cukup Baik, Ini Lima Alasannya