"Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula).” (QS. Ar-Rahman)

Gambar
"Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula). ” (QS. Ar-Rahman) Ilustrasi Nuansamedianews.com - Kebaikan yang bersambungan adalah amal yang dilakukan secara terus-menerus (kontinu/istiqamah), saling terkait, dan membawa dampak positif panjang bagi sesama . Dua unsur utamanya adalah konsistensi dan menularkan kebaikan ke hal lain. Karena sesungguhnya pintu-pintu kebaikan terus diikuti oleh kebaikan-kebaikan yang lain. Barangsiapa yang dibuka untuknya satu pintu kebaikan, maka akan terbuka pintu-pintu kebaikan yang lainnya.  Dan ini adalah nikmat dari Allah   subhanahu wa ta’ala.   Para ulama mengatakan:            إن الحسنة تنادي أختها و تدعوها Artinya :“ Sesungguhnya satu kebaikan akan menyeru dan mengajak kebaikan yang lainnya ” Apabila dadamu lapang untuk melakukan satu pintu atau memasuki satu pintu dari pintu-pintu kebaikan, maka ini adalah nikmat Allah  subhanahu wa ta’ala  kepadamu. Karena kebaikan akan mengajak kebaik...

Wali kota Pekanbaru Melarang Pihak Sekolah Melakukan Pungutan Uang Kepada Siswa Dengan Dalih Acara Perpisahan

Wali kota Pekanbaru Melarang Pihak Sekolah Melakukan Pungutan Uang Kepada Siswa Dengan Dalih Acara Perpisahan

Pekanbaru - Nuansamedianews - Wali kota Pekanbaru mengeluarkan pernyataan tegas, melarang pihak sekolah melakukan pungutan uang kepada siswa dengan dalih acara perpisahan. Kepada seluruh pihak sekolah di wilayahnya untuk tidak membebani siswa dengan biaya kegiatan perpisahan sekolah.

Penegasan ini disampaikan Agung Nugroho sebagai respons terhadap potensi praktik pembebanan biaya yang dinilai memberatkan orang tua siswa. Menurutnya  esensi dari kegiatan perpisahan sekolah tidak terletak pada kemewahan dan euforia yang berlebihan dengan menghabiskan banyak uang. Agung Nugroho berpendapat bahwa acara perpisahan dapat diselenggarakan dengan sederhana namun tetap berkesan bagi para siswa tanpa harus membebani mereka atau orang tua mereka dengan biaya yang tinggi.

"Sudah saya jelaskan dengan sangat jelas, jangan sampai ada lagi praktik pungutan biaya kepada anak-anak sekolah yang akan melaksanakan acara perpisahan," tegas Wali Kota Agung Nugroho pada Rabu (16/4/2025), menyampaikan larangan tersebut secara eksplisit kepada seluruh institusi pendidikan di Kota Pekanbaru.

Lebih lanjut, Agung Nugroho memberikan contoh konkret mengenai alternatif kegiatan perpisahan yang lebih sederhana dan bermakna. Beliau menyarankan agar sekolah dapat menyelenggarakan acara perpisahan di lingkungan sekolah sendiri dengan kegiatan-kegiatan yang tidak memerlukan biaya besar, seperti makan bersama atau kegiatan positif lainnya yang melibatkan seluruh siswa dan guru.

Wali Kota Agung Nugroho juga memberikan peringatan keras kepada pihak sekolah yang masih nekat menyelenggarakan acara perpisahan dengan menghambur-hamburkan uang dan membebani siswa dengan pungutan biaya. Beliau menegaskan bahwa tindakan tersebut akan dikenakan sanksi tegas dari Pemerintah Kota Pekanbaru.

"Jika masih ada temuan di lapangan terkait pihak sekolah yang membuat kegiatan perpisahan dengan cara memfoya-foyakan uang dan membebani siswa dengan biaya, maka kepala sekolah yang bersangkutan akan segera kita copot dari jabatannya," pungkas Agung Nugroho.

Pernyataan tegas Wali Kota Pekanbaru ini diharapkan dapat memberikan kejelasan dan kepastian kepada orang tua siswa serta menjadi pedoman bagi seluruh sekolah dalam menyelenggarakan kegiatan perpisahan yang tidak memberatkan. Langkah ini juga mencerminkan komitmen Pemerintah Kota Pekanbaru dalam memastikan akses pendidikan yang berkeadilan bagi seluruh warganya.
 
Dengan adanya larangan ini, diharapkan kegiatan perpisahan sekolah di Pekanbaru ke depannya dapat dilaksanakan dengan lebih sederhana, bermakna, dan fokus pada kebersamaan serta pelepasan siswa secara baik tanpa adanya beban biaya yang memberatkan bagi siswa dan keluarga.(dral)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Beberapa Jenis Santet, dan medianya...

Empat Cerita Mistis di Riau yang Masih Terus Diperbincangkan Hingga Kini.

Tim Sembilan : Harapan Masyarakat Perantauan Bukittinggi Agam Agar Paguyuban Jadi Satu