Hidup kekeluargaan dalam Islam

Gambar
Hidup kekeluargaan dalam Islam  Nuansamedianews.com - Hidup kekeluargaan dalam Islam adalah ikatan suci yang dibangun di atas dasar iman, kasih sayang, dan tanggung jawab untuk mencapai ketenangan hidup ( sakinah, mawaddah, wa rahmah ). Peran keluarga dalam Islam memiliki peran sentral dalam membentuk individu yang berakhlak mulia dan berkontribusi positif bagi masyarakat. Orang tua memberikan kasih sayang dan perhatian yang tulus kepada anak-anaknya sekaligus berusaha menjadi teladan dalam menjalankan ibadah dan mengajarkan makna di baliknya. Hal ini menciptakan rasa aman dan nyaman bagi anak-anak untuk berkembang dan belajar nilai-nilai agama dan moral yang baik. Akhlak yang telah diajarkan dalam keluarga tersebut juga harus diaplikasikan ke jenjang yang lebih tinggi seiring bertambahnya usia. Hal ini berarti bahwa tiap orang harus terus belajar dan mempraktikkan akhlak mulia dalam semua aspek kehidupannya, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Dilansir dari l...

Konsep Mendahulukan Kepentingan Orang Lain dari pada Kepentingan Pribadi.

Konsep Mendahulukan Kepentingan Orang Lain dari pada Kepentingan Pribadi.


Nuansamedianews.com - Permasalahan moral yang tumbuh dalam pribadi manusia, adanya tarikan permanen antara upaya pemenuhan kepentingan diri pribadi (egoistic) dengan tuntutan untuk kesediaan dirinya memerhatikan kepentingan orang lain (altruistic). Moral altruism memiliki sandaran kuat dari doktrin semua agama, terutama agama Islam. Dalam Islam juga mengenal istilah al itsar (at-tafdhil) suatu konsep perilaku sosial yang memberikan perlakuan kepada orang lain seperti perlakuan kepada dirinya sendiri. Banyaknya kajian Islam yang menjelaskan tentang pemikiran khoirunnas anfauhum linnas.

Konsep altruisme dalam perspektif ajaran agama Islam yang biasa disebut dengan itsar. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan Pendekatan grounded theory. Hasil penelitian menunjukkan bahwa itsar adalah sikap dan tingkah laku utama yang mampu dilakukan oleh manusia yang telah mampu dan tidak hanya bersimpati dan berempati terhadap orang lain, tetapi mampu juga berkorban dan memberikan sesuatu yang bernilai bagi orang lain meskipun dirinya juga sedang memerlukan semata-mata hanya karena Allah SWT.

Salah satu akhlak yang diajarkan Sang Nabi adalah sifat Itsar atau mendahulukan kepentingan orang lain atas diri sendiri. Para sahabat pun mengamalkan sifat ini dalam keseharian mereka.

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu berkata, “Salah seorang dari sahabat Nabi shallallahu’alaihi wa sallam diberi hadiah kepala kambing, dia lalu berkata, “Sesungguhnya fulan dan keluarganya lebih membutuhkan ini daripada kita.”

Ibnu Umar mengatakan, “Maka ia kirimkan hadiah tersebut kepada yang lain, dan secara terus menerus hadiah itu dikirimkan dari satu orang kepada yang lain hingga berputar sampai tujuh rumah, dan akhirnya kembali kepada orang yang pertama kali memberikan.” (Riwayat al Baihaqi dalam asy Syu’ab 3/259)

Sikap Itsar ini mengandung sejumlah keutamaan, di antaranya:

  1. Sikap Saling Berkasih Sayang

Sikap perhatian yang diperhatikan kepada orang lain dapat menumbuhkan rasa kasih sayang. Itu sebabnya Rasulullah mengajarkan kepada umatnya untuk saling tolong menolong dan memberikan hadiah, agar tumbuh rasa kasih sayang terhadap saudara seiman.

  1. Melenyapkan Rasa Dengki

Sifat dengki sejatinya dimiliki oleh semua orang. Hanya saja ada yang tidak dapat menahan dirinya hingga kedengkian itu mengakar di dalam hatinya. Tolong menolong dan saling mendahulukan kepentingan saudaranya juga dapat menghilangkan kedengkian.

  1. Dimudahkan Urusannya di Dunia dan Akhirat

“Siapa yang melepaskan kesusahan seorang mukmin di dunia, niscaya Allah akan melepaskan kesusahannya di akhirat. Siapa yang memudahkan orang yang kesusahan, niscaya Allah akan memudahkan (urusannya) di dunia dan di akhirat. Dan allah selalu menolong hamba-nya jika hamba tersebut menolong saudaranya.” (HR Muslim)

Masya Allah, demikianlah teladan yang benar-benar dibutuhkan di masa ini, agar benar-benar terjalin persaudaraan yang kuat, ukhuwah yang erat, serta mendatangkan berkah dan rahmat dari Allah SWT.

Editor : (Marthagon)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Beberapa Jenis Santet, dan medianya...

Empat Cerita Mistis di Riau yang Masih Terus Diperbincangkan Hingga Kini.

Seringkali Orang Meremehkanmu Bukan Karena Kamu Tidak Cukup Baik, Ini Lima Alasannya