"Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula).” (QS. Ar-Rahman)

Gambar
"Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula). ” (QS. Ar-Rahman) Ilustrasi Nuansamedianews.com - Kebaikan yang bersambungan adalah amal yang dilakukan secara terus-menerus (kontinu/istiqamah), saling terkait, dan membawa dampak positif panjang bagi sesama . Dua unsur utamanya adalah konsistensi dan menularkan kebaikan ke hal lain. Karena sesungguhnya pintu-pintu kebaikan terus diikuti oleh kebaikan-kebaikan yang lain. Barangsiapa yang dibuka untuknya satu pintu kebaikan, maka akan terbuka pintu-pintu kebaikan yang lainnya.  Dan ini adalah nikmat dari Allah   subhanahu wa ta’ala.   Para ulama mengatakan:            إن الحسنة تنادي أختها و تدعوها Artinya :“ Sesungguhnya satu kebaikan akan menyeru dan mengajak kebaikan yang lainnya ” Apabila dadamu lapang untuk melakukan satu pintu atau memasuki satu pintu dari pintu-pintu kebaikan, maka ini adalah nikmat Allah  subhanahu wa ta’ala  kepadamu. Karena kebaikan akan mengajak kebaik...

Ditargetkan Menjadi Penyelenggaraan Terbaik Pemerintah Kabupaten Kuansing Menggeber Persiapan Festival Pacu Jalur 2025

Ditargetkan Menjadi Penyelenggaraan Terbaik Pemerintah Kabupaten Kuansing Menggeber Persiapan Festival Pacu Jalur 2025


Kuansing Nuansamedianews - Ditargetkan menjadi penyelenggaraan terbaik Event budaya Tahunan ini, Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) tengah menggeber persiapan Festival Pacu Jalur 2025, yang akan dihelat pada 20 hingga 24 Agustus mendatang.

Festival budaya kebanggaan masyarakat Riau, khususnya taluk kuantan ini akan bertambah meriah didukung momentum viralnya Rayyan Arkan Dikha, sosok bocah yang berhasil mengangkat citra Pacu Jalur ke kancah nasional bahkan internasional.

Hal ini ditegaskan oleh Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kuansing, Fahdiansyah, dalam keterangannya pada Rabu (16/07/2025). Meskipun persiapan teknis belum sepenuhnya rampung, Fahdiansyah optimistis bahwa dukungan berbagai pihak akan memastikan kelancaran acara.

"Karena Pacu Jalur dapat momentum viralnya Dhika, jadi dengan kondisi yang ada dipersiapkan seoptimal mungkin. Ini tentu menyangkut nanti masalah krusial di daerah," ujar Fahdiansyah dikutip dari Mc Riau.

Ia menambahkan, hingga pertengahan Juli, progres persiapan baru mencapai kisaran 20-25 persen. Namun, ia menekankan bahwa pola pengerjaan menjelang pacu jalur memang sejak dulu cenderung intensif pada satu bulan terakhir sebelum pelaksanaan.

Fahdiansyah mengakui bahwa panitia teknis dan pelaksana sudah mulai bekerja sejak beberapa bulan lalu. Namun, efektivitas pelaksanaan persiapan seringkali menunggu rampungnya agenda-agenda prioritas pemerintah daerah lainnya.

"Walaupun panitia mungkin 2-3 bulan sebelumnya sudah dibentuk, tapi ril upaya itu memang sebulan sebelum itu baru giatnya kelihatan," ungkapnya.

Meski demikian, ia memastikan bahwa Tepian Narosa, lokasi legendaris pelaksanaan Pacu Jalur selama lebih dari 100 tahun, sudah dalam kondisi siap untuk menerima ribuan pengunjung. 

Demi mendukung kelancaran pelaksanaan acara, Pemerintah Kabupaten Kuansing terus menjalin komunikasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Riau dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Koordinasi ini mencakup aspek pendanaan hingga dukungan infrastruktur. "Kami terus koordinasi dengan pemerintah provinsi Riau dan Kementerian Pariwisata," jelas Fahdiansyah.

Kepala Dinas Pariwisata Riau, Roni Rakhmat, menyambut baik persiapan Pacu Jalur 2025 dan menyatakan komitmen penuh Pemprov Riau untuk mendukung event tersebut. Dikatakan dia, Pacu Jalur adalah warisan budaya tak benda yang memiliki daya tarik luar biasa.

"Kami di provinsi memberikan dukungan, baik dari sisi promosi maupun koordinasi dengan Kemenparekraf untuk memastikan kelancaran akomodasi dan fasilitas bagi wisatawan," tegas Roni Rakhmat.

Dengan segala persiapan yang tengah dikebut, serta dukungan penuh dari berbagai pihak termasuk Pemprov Riau, Pemerintah Kabupaten Kuansing optimis Pacu Jalur 2025 akan menjadi penyelenggaraan yang sukses dan mampu mengangkat nama Kuantan Singingi, bahkan Riau, di kancah pariwisata nasional dan internasional. Diharapkan event ini tidak hanya menjadi tontonan menarik, tetapi juga memberikan dampak positif yang signifikan bagi perekonomian lokal.(elvi)





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Beberapa Jenis Santet, dan medianya...

Empat Cerita Mistis di Riau yang Masih Terus Diperbincangkan Hingga Kini.

Tim Sembilan : Harapan Masyarakat Perantauan Bukittinggi Agam Agar Paguyuban Jadi Satu