Ketua TP PKK Mukomuko Ani Tri Ratnawati Santuni Yatim dan Lansia di XIV Koto

Gambar
  Ketua TP PKK Mukomuko Ani Tri Ratnawati Santuni Yatim dan Lansia di XIV Koto Mukomuko - Nuansamedianews - Ketua TP PKK Kabupaten Mukomuko, Hj. Ani Tri Ratnawati, memberikan santunan kepada warga Kecamatan XIV Koto, Jumat (16/10/2026). Penyerahan bantuan pertama diberikan kepada anak yatim kembar Irfando dan Irfadi, warga Desa Lubuk Sanai II, Kecamatan XIV Koto. Bantuan tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap anak yatim yang diasuh neneknya yang sudah lanjut usia. Sehabis itu, Hj. Ani Tri Ratnawati yang akrab disapa Nana Chairul Huda melanjutkan pemberian bantuan kepada lansia miskin ekstrem di Desa Tanjung Mulya, Kecamatan XIV Koto, Kabupaten Mukomuko. Lansia tersebut juga saat ini dibawa ke RSUD Mukomuko untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut karena kondisi kesehatannya yang memprihatinkan. Kegiatan sosial tersebut merupakan wujud nyata kepedulian TP PKK Kabupaten Mukomuko terhadap masyarakat kurang mampu, khususnya anak yatim dan lansia yang membutuhkan perhatian khusus....

Intervensi Stunting di Desa Bara Batu: Langkah Nyata Menuju Target Nol Kasus 2026

 Intervensi Stunting di Desa Bara Batu :  Langkah Nyata Menuju Target Nol Kasus 2026

Bara Batu - Nuansamedianews - Pemerintah Desa Bara Batu terus mengintensifkan langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan stunting sebagai bagian dari komitmen mencapai target "Zero Stunting" pada tahun 2026. Sebagai salah satu desa lokus prioritas stunting di Provinsi Sulawesi Selatan, berbagai intervensi mulai dijalankan secara kolaboratif antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat, Rabu, 30 Juli 2025.

Program intervensi yang dilaksanakan meliputi kegiatan edukasi gizi, pemeriksaan kesehatan balita secara berkala, serta kunjungan rumah ke rumah oleh kader Posyandu. Kegiatan ini bertujuan mendeteksi dini potensi stunting dan memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang cukup serta perawatan yang layak.

“Kami tidak ingin ada lagi anak-anak di Bara Batu yang mengalami hambatan tumbuh kembang karena kekurangan gizi. Kami ingin anak-anak di Bara Batu menjadi generasi sehat dan cerdas. Tahun 2026 harus menjadi tonggak pencapaian nol kasus stunting di desa ini,” ujar Kepala Desa Bara Batu Haris, S. Ikom, dalam sambutannya pada sosialisasi Intervensi Stunting Sebagai Desa Lokus Untuk Menuju 2026 Zero Stunting Desa Bara Batu yang berlangsung di Kantor Desa. 

Tenaga kesehatan dari Posyandu setempat pun secara rutin melakukan pendampingan dan pemantauan kesehatan, serta memberikan vitamin dan makanan tambahan untuk balita dan ibu hamil.

Sebagai desa lokus, Bara Batu juga mendapatkan dukungan dari pemerintah kabupaten melalui penyediaan data, pelatihan kader, dan pendanaan berbasis desa.

Partisipasi aktif warga akan menjadi kunci keberhasilan. Para ibu antusias mengikuti kelas gizi, sementara kader tak kenal lelah memberikan edukasi dari rumah ke rumah.

Dengan berbagai upaya tersebut, Desa Bara Batu berharap mampu menjadi percontohan dalam penanggulangan stunting di wilayah pedesaan Sulawesi Selatan, sekaligus mewujudkan generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan produktif.

(Penulis: Nur Alvi Suhaini)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Beberapa Jenis Santet, dan medianya...

Empat Cerita Mistis di Riau yang Masih Terus Diperbincangkan Hingga Kini.

S.Ajie Panatagama, Siap Maju untuk Menjadi Ketua Organda DPD Provisi Riau Periode 2027 - 2032 Mendatang.