Hidup kekeluargaan dalam Islam

Gambar
Hidup kekeluargaan dalam Islam  Nuansamedianews.com - Hidup kekeluargaan dalam Islam adalah ikatan suci yang dibangun di atas dasar iman, kasih sayang, dan tanggung jawab untuk mencapai ketenangan hidup ( sakinah, mawaddah, wa rahmah ). Peran keluarga dalam Islam memiliki peran sentral dalam membentuk individu yang berakhlak mulia dan berkontribusi positif bagi masyarakat. Orang tua memberikan kasih sayang dan perhatian yang tulus kepada anak-anaknya sekaligus berusaha menjadi teladan dalam menjalankan ibadah dan mengajarkan makna di baliknya. Hal ini menciptakan rasa aman dan nyaman bagi anak-anak untuk berkembang dan belajar nilai-nilai agama dan moral yang baik. Akhlak yang telah diajarkan dalam keluarga tersebut juga harus diaplikasikan ke jenjang yang lebih tinggi seiring bertambahnya usia. Hal ini berarti bahwa tiap orang harus terus belajar dan mempraktikkan akhlak mulia dalam semua aspek kehidupannya, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Dilansir dari l...

Rekor Pengunjung Terbanyak Selama Perhelatan Pacu Jalur, Wisatawan Mancanegara Melonjak Signifikan pada Perhelatan Festival Tahun Ini

Rekor Pengunjung Terbanyak Selama Perhelatan Pacu Jalur, Wisatawan Mancanegara Melonjak Signifikan pada Perhelatan Festival Tahun Ini


PEKANBARU
 - Nuansamedianews - Angka fantastis,1,6 juta pengunjung hadir pada Festival Pacu Jalur di Kuantan Singingi, Riau, tidak hanya didominasi oleh wisatawan domestik, wisatawan Mancanegara melonjak signifikan pada perhelatan Festival tahun ini dan menjadi Rekor pengunjung terbanyak selama perhelatan pacu jalur.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau, Roni Rakhmat, mengungkapkan bahwa jumlah kunjungan selama perhelatan akbar ini melampaui ekspektasi. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata pesona budaya tradisional yang mampu menarik perhatian global.

"Kunjungan selama event digelar ada 1,6 juta lebih. Angka ini sangat signifikan, khususnya untuk kunjungan wisatawan mancanegara," ungkap Roni, Rabu (27/9/2025).

Menurut Roni, lonjakan jumlah wisatawan asing terbilang luar biasa. Terdata ada 1.374 orang wisatawan mancanegara yang datang langsung untuk menyaksikan tradisi budaya yang telah berusia 125 tahun tersebut.

"Wisatawan asing tahun ini cukup luar biasa antusiasnya untuk nonton Pacu Jalur. Total ada 1.374 orang dari tahun lalu itu hanya puluhan orang," jelasnya.

Wisatawan asing yang datang berasal dari berbagai negara, mulai dari Nigeria, Maroko, Turki, Slovenia, Brasil, Malaysia, Singapura, hingga Amerika Serikat. Fenomena ini menunjukkan bahwa promosi Pacu Jalur melalui berbagai media, terutama media sosial, berhasil menjangkau audiens di seluruh dunia.

Salah satu wisatawan yang terkesan adalah Amoge Ezike, wanita 28 tahun asal Nigeria. Ia datang bersama empat sahabatnya yang berbeda negara, yaitu Walaa Boughabi (Maroko), Elif Leyal U?ra? (Turki), Vesna Polanec (Slovenia), dan Lara Vervloet Carvalho (Brasil). Mereka datang usai melihat video Pacu Jalur yang viral.

"Kami di Indonesia sebenarnya sedang ada kegiatan di Pekanbaru. Lalu kami tertarik melihat pacu jalur setelah melihat viral ada anak-anak menari di atas perahu," kata Amoge. Baginya, melihat tarian yang disebutnya memiliki "aura yang memukau" di atas perahu panjang itu adalah pengalaman yang sangat menarik.

Tak hanya menonton, Amoge dan kawan-kawannya juga menjajal langsung perahu berukuran 35 meter yang menjadi ikon utama Pacu Jalur.

"Kami sudah keliling, kami mencoba semua yang ada. Termasuk kami naik perahu yang difasilitasi penyelenggara," imbuhnya, menambahkan bahwa mereka sangat menikmati pengalaman mendalam dengan budaya masyarakat setempat.

Peningkatan kunjungan wisatawan ini, baik domestik maupun mancanegara, menjadi pertanda positif bagi industri pariwisata Riau. Hal ini membuktikan bahwa dengan pengemasan dan promosi yang tepat, event-event tradisional mampu menjadi daya tarik utama yang tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi daerah.(donred).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Beberapa Jenis Santet, dan medianya...

Empat Cerita Mistis di Riau yang Masih Terus Diperbincangkan Hingga Kini.

Seringkali Orang Meremehkanmu Bukan Karena Kamu Tidak Cukup Baik, Ini Lima Alasannya