S.Ajie Panatagama, Siap Maju untuk Menjadi Ketua Organda DPD Provisi Riau Periode 2027 - 2032 Mendatang.

Gambar
S.Ajie Panatagama, Siap M aju untuk Menjadi  Ketua Organda DPD Provisi Riau Periode 2027 - 2032 Mendatang.   S. Ajie Panatagama, S.SIT, MT Pekanbaru - Nuansamedianews - Kursi Ketua DPD Organisasi Angkutan Darat (Organda) Provinsi Riau untuk periode (2022 - 2027), yang dipimpin Oleh H.M Nasir yang telah menakhodai DPD ORGANDA Riau selama 3 (Tiga) periode sejak tahun 2012. Sesuai dengan AD/ART maka dalam hitungan bulan,  DPD Organda Riau akan melaksanakan Musyawarah Daerah (Musda) Xl untuk membahas laporan pertanggung jawaban kepengurusan sekaligus mempersiapkan proses pemilihan kandidat calon ketua DPD berikut perangkat kepengurusan organisasinya. Pasca akan berakhirnya masa jabatan Ketua Organda Provinsi Riau 2027 mendatang,  riak persaingan figur calon ketua baru  mulai bermunculan,  Salah satunya kandidat calon  adalah S. Ajie Panatagama, S.SIT, MT, dinilai sudah banyak malang melintang disektor Perhubungan, yang saat ini sudah berstatus purna ...

Apa itu Dosa Berjamaah...?

Apa itu Dosa Berjamaah...?

Ilustrasi

Nuansamedianews.com - Qs Al Mai'dah ayat 2.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَوْفُوْا بِالْعُقُوْدِۗ اُحِلَّتْ لَكُمْ بَهِيْمَةُ الْاَنْعَامِ اِلَّا مَا يُتْلٰى عَلَيْكُمْ غَيْرَ مُحِلِّى الصَّيْدِ وَاَنْتُمْ حُرُمٌۗ اِنَّ اللّٰهَ يَحْكُمُ مَا يُرِيْدُ

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya” (QS. al-Maidah: 2).

Penggalan Qur'an surat Al Mai'dah ayat dua ini mengandung arti, Berjamaah memang mempunyai keistimewaan tersendiri, sehingga sangat dianjurkan dalam beribadah dan beramal. Berjamaah melahirkan kekuatan besar. Dalam bermusyawarah, misalnya, bisa melahirkan banyak gagasan bila dilakukan secara bersama-sama (berjamaah). Namun, tak jarang juga berjamaah digunakan untuk berbuat kejahatan oleh sebahagian manusia.

Menukil dari beberapa sumber, Tak sedikit dosa yang lahir dan bahkan berkelanjutan akibat perbuatan jahat yang dilakukan secara berjamaah. Seperti membuat aturan-aturan yang hanya menguntungkan kelompok sendiri, sehingga melahirkan ketidak-adilan dan ketidakmerataan dalam masyarakat luas.

Apalagi tak jarang terjadi, walaupun mengandung ketidak-adilan, suatu aturan dijalankan dalam waktu lama dalam suatu negeri atau wilayah. Yang merasa diuntungkan akan berusaha mempertahankannya. Hal ini dengan sendirinya melahirkan dosa-dosa berkelanjutan, terutama bagi para penggagas dan pelaksananya. Sehingga bisa menjadi sumber keburukan lainnya, seperti menghasilkan harta-harta haram.

Yang perlu diingat, jika kejahatan dilakukan secara berjamaah dalam sebuah organisasi, maka akan mewariskan dosa turun temurun walaupun pelopor pertama sudah tidak terlibat, tetapi dosanya terus mengalir. Maka, kejahatan berjamaah (konspirasi jahat) harus mendapatkan hukuman yang lebih keras dari pada kejahatan individu, karena prinsip hukum adalah menimbulkan efek jera.


Ilustrasi 

Apalagi tak jarang terjadi, walaupun mengandung ketidak-adilan itu, suatu aturan dijalankan dalam waktu lama dalam suatu negeri atau wilayah. Yang merasa diuntungkan akan berusaha mempertahankannya. Hal ini dengan sendirinya melahirkan dosa-dosa berkelanjutan, terutama bagi para penggagas dan pelaksananya. Sehingga bisa menjadi sumber keburukan lainnya, seperti menghasilkan harta-harta haram.

Oleh karena itu, setiap diri kita perlu lebih selektif dalam melibatkan diri dalam suatu kerjasama, agar tidak terjebak dalam melakukan dosa bersama. Allah menyuruh kita untuk memelihara diri dari hal-hal yang buruk.

Editor : (Marthagon)





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Beberapa Jenis Santet, dan medianya...

Tim Sembilan : Harapan Masyarakat Perantauan Bukittinggi Agam Agar Paguyuban Jadi Satu

Empat Cerita Mistis di Riau yang Masih Terus Diperbincangkan Hingga Kini.