Desi Silvia Angraini, SH, MH Diduga Jadi Korban Kekerasan dan Penyekapan

Gambar
  Desi Silvia Angraini, SH, MH Diduga Jadi Korban Kekerasan dan Penyekapan   Pekanbaru - Nuansamedianews - Seorang advokat Prempuan Desi Silvia Angraini, SH, MH diduga menjadi korban kekerasan, intimidasi, dan penyekapan saat menjalankan tugas profesinya. Rabu, 07 Oktober 2026 Peristiwa tersebut bermula ketika Desi Silvia Angraini bersama rekannya dari Law Office Jaka Marhaen SH & Ass mendatangi kediaman seorang dengan inisial Ibu GS yang notabenenya menjabat sebagai Ketua RW di Jl. Sidomulyo I Padang Bulan Senaplan Kota Pekanbaru untuk menyampaikan surat somasi.  Menurut keterangan Advokat Desi Silvia Angraini, SH, MH, awalnya kedatangan mereka disambut dengan baik namun situasi berubah setelah Ibu GS mengetahui bahwa kedatangan tersebut berkaitan dengan penyampaian somasi untuk dirinya berkaitan dengan perampasan dan pengelapan barang berharga milik klienya Desi Silvia Angraini, SH, MH. Advokat Desi Silvia Angraini, SH, MH dan rekannya kemudian di maki-maki dengan ...

Menyelesaikan Permasalahan Banjir Rob, Walikota Dumai Gerak Cepat Bangun Tanggul

Menyelesaikan Permasalahan Banjir Rob, Walikota Dumai Gerak Cepat Bangun Tanggul

DUMAI - Nuansamedianews - Rapat Koordinasi Penanganan Banjir Kota Dumai yang digelar di Ruang Rapat Diskominfotiksan, Dipimpin Langsung Wali Kota Dumai H. paisal, Kamis (09/10/2025).

Dalam Rapat koordinasi tersebut, Turut hadir Asisten II, para Kepala OPD, Camat dan Wali Kota, serta jajaran Dinas Pekerjaan Umum.

Rapat koordinasi ini merupakan langkah Pemerintah Kota Dumai dalam menyelesaikan permasalahan banjir rob dan pembangunan tanggul.

Ada beberapa rumah masyarakat yang akan terkena dampak pembangunan tanggul tersebut, areal rencana pembangunan tanggul tersebut berada di lahan milik PT. Pelindo dan juga di kawasan hutan mangrove.

Dalam instruksinya Wali Kota Dumai H. Paisal menjelaskan, pengendalian banjir di Kota Dumai perlu dukungan semua pihak dan permasalahan pembebasan lahan harus segera diselesaikan agar pembangunan tanggul dapat terlaksana.

"Dalam sepekan ini, kita sudah selesaikan titik terpenting, yaitu lahan milik masyarakat yang terdampak pembangunan tanggul. Kepada Camat dan Lurah agar segera menyelesaikan permasalahan lahan ini," ujarnya.

Paparan yang disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Dumai Riau Satrya Alamsyah, ST, MT, menjelaskan, batas yang akan dipagari berada di wilayah masyarakat dalam areal milik perusahaan dan hutan mangrove.

"Di sana juga ada pagar milik Pelindo, apakah kita akan ambil di sisi itu dengan konsekuensi bagaimana hutan mangrove itu tetap harus hidup, kepemilikan lahannya memang milik Pelindo, tetapi untuk status kawasan itu milik Kementerian Kehutanan, untuk itu nanti kita akan menyurati untuk pinjam pakai," harapnya.(hady)


Komentar