Hidup kekeluargaan dalam Islam

Gambar
Hidup kekeluargaan dalam Islam  Nuansamedianews.com - Hidup kekeluargaan dalam Islam adalah ikatan suci yang dibangun di atas dasar iman, kasih sayang, dan tanggung jawab untuk mencapai ketenangan hidup ( sakinah, mawaddah, wa rahmah ). Peran keluarga dalam Islam memiliki peran sentral dalam membentuk individu yang berakhlak mulia dan berkontribusi positif bagi masyarakat. Orang tua memberikan kasih sayang dan perhatian yang tulus kepada anak-anaknya sekaligus berusaha menjadi teladan dalam menjalankan ibadah dan mengajarkan makna di baliknya. Hal ini menciptakan rasa aman dan nyaman bagi anak-anak untuk berkembang dan belajar nilai-nilai agama dan moral yang baik. Akhlak yang telah diajarkan dalam keluarga tersebut juga harus diaplikasikan ke jenjang yang lebih tinggi seiring bertambahnya usia. Hal ini berarti bahwa tiap orang harus terus belajar dan mempraktikkan akhlak mulia dalam semua aspek kehidupannya, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Dilansir dari l...

Setelah Empat Hari Hilang Tenggelam Diterjang Gelombang, Seorang Nelayan Ditemukan Dalam Kondisi Meninggal Dunia

Setelah Empat Hari Hilang Tenggelam Diterjang Gelombang, Seorang Nelayan Ditemukan Dalam Kondisi Meninggal Dunia 


MERANTI - NuansamedianewsSeorang nelayan bernama Parno (55) akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (27/10/2025) sore.Setelah empat hari hilang tenggelam diterjang gelombang di perairan Bungur, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti.

Kepala Kantor SAR Pekanbaru, Budi Cahyadi, melalui Kepala Unit Siaga SAR Kepulauan Meranti, Prima Harrie Saputra, membenarkan penemuan tersebut. “Korban ditemukan oleh tim SAR gabungan dalam kondisi meninggal dunia sekitar 2,7 mil laut dari lokasi awal kejadian,” ujarnya, Senin (27/10/2025).

Menurut Prima, korban ditemukan sekitar pukul 17.06 WIB di titik koordinat 1°12'28"N – 102°56'30"E setelah dilakukan pencarian intensif selama empat hari. “Korban kemudian dievakuasi ke Desa Telesung dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” tambahnya.

Sebagaimana diberitakan, peristiwa nahas itu terjadi pada Jumat (24/10/2025) malam sekitar pukul 21.30 WIB. Saat itu, korban bersama rekannya, Atat, sedang memperbaiki gumbang (alat tangkap ikan) di perairan Desa Telesung, sekitar 3 mil dari pantai. Cuaca buruk dengan angin kencang dan gelombang tinggi menyebabkan air laut masuk ke kapal.

Saksi sempat mendengar teriakan minta tolong dari korban sebanyak dua kali, namun karena gelap dan ombak besar, ia tidak dapat melihat keberadaan korban. Upaya pencarian yang dilakukan saksi tak membuahkan hasil hingga akhirnya dilaporkan kepada pemilik gumbang dan diteruskan ke pihak berwenang.

Tim SAR gabungan yang dikerahkan Basarnas kemudian melakukan pencarian menggunakan RIB 03 serta alat pendeteksi bawah air Aqua Eye. Pencarian dilakukan di sekitar titik koordinat kejadian dengan pola penyisiran creeping line search dan melibatkan berbagai unsur SAR serta masyarakat setempat.

Setelah korban ditemukan, Prima menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam operasi pencarian. “Kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama dan dukungan semua unsur SAR gabungan dan masyarakat yang telah membantu hingga korban berhasil ditemukan,” tutupnya.(red)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Beberapa Jenis Santet, dan medianya...

Empat Cerita Mistis di Riau yang Masih Terus Diperbincangkan Hingga Kini.

Seringkali Orang Meremehkanmu Bukan Karena Kamu Tidak Cukup Baik, Ini Lima Alasannya