Hidup kekeluargaan dalam Islam

Gambar
Hidup kekeluargaan dalam Islam  Nuansamedianews.com - Hidup kekeluargaan dalam Islam adalah ikatan suci yang dibangun di atas dasar iman, kasih sayang, dan tanggung jawab untuk mencapai ketenangan hidup ( sakinah, mawaddah, wa rahmah ). Peran keluarga dalam Islam memiliki peran sentral dalam membentuk individu yang berakhlak mulia dan berkontribusi positif bagi masyarakat. Orang tua memberikan kasih sayang dan perhatian yang tulus kepada anak-anaknya sekaligus berusaha menjadi teladan dalam menjalankan ibadah dan mengajarkan makna di baliknya. Hal ini menciptakan rasa aman dan nyaman bagi anak-anak untuk berkembang dan belajar nilai-nilai agama dan moral yang baik. Akhlak yang telah diajarkan dalam keluarga tersebut juga harus diaplikasikan ke jenjang yang lebih tinggi seiring bertambahnya usia. Hal ini berarti bahwa tiap orang harus terus belajar dan mempraktikkan akhlak mulia dalam semua aspek kehidupannya, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Dilansir dari l...

Suhardiman Amby: "Jangan Ada Lagi yang Bertindak Anarkis. Mari Kita Selesaikan Dengan Kepala Dingin"

Suhardiman Amby: "Jangan Ada Lagi yang Bertindak Anarkis. Mari Kita Selesaikan Dengan Kepala Dingin"

Kuansing - Nuansamedianews Aksi anarkisme yang terjadi di Kecamatan Cerenti, Pasca operasi penertiban Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang digelar aparat gabungan, Selasa (7/10). Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Suhardiman Amby, menyerukan agar seluruh masyarakat, khususnya para datuk dan tokoh adat di Kecamatan Cerenti, segera menenangkan situasi, dan menghentikan segala bentuk tindakan anarkis.

Dalam pernyataannya, Suhardiman menegaskan, bahwa pemerintah daerah bersama aparat hukum akan terus melakukan penindakan terhadap aktivitas PETI yang merusak lingkungan dan mencemari Sungai Kuantan. 

Bupati juga menegaskan, langkah penertiban ini merupakan bagian dari tindak lanjut kebijakan nasional sesuai perintah Presiden agar seluruh aktivitas tambang tanpa izin dihentikan.

“Dulu PETI ada di seluruh wilayah kita, tapi sekarang tinggal Cerenti yang masih bertahan. Padahal, pencemaran merkuri dari aktivitas itu sangat berbahaya bagi anak cucu kita. Ada jutaan orang yang tinggal di hilir, termasuk di Inhu dan Inhil, yang bisa terdampak,” ujar Suhardiman, Selasa (7/10).

Suhardiman menjelaskan bahwa pemerintah daerah sebenarnya sudah melakukan pendekatan persuasif dan sosialisasi secara menyeluruh. Surat imbauan telah disampaikan, para camat dan kepala desa sudah dikumpulkan, namun sebagian masyarakat tetap nekat melakukan penambangan ilegal.

“Langkah persuasif sudah kita tempuh. Tapi kalau masih melanggar, hukum harus ditegakkan. Biarpun langit runtuh, penegakan hukum tidak boleh berhenti,” tegasnya.

Ia juga menyebut bahwa pemerintah telah menyiapkan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) sebanyak 14 lokasi, agar masyarakat bisa menambang secara legal, aman, dan ramah lingkungan. 

Menurutnya, melalui izin resmi dan kajian Amdal, penambangan bisa dikelola tanpa merugikan masyarakat luas.

“Silakan urus izin. Kita bantu tata kelola tambang agar jadi padat karya dan tidak mencemari sungai. Tidak banyak, hanya sekitar 80 rakit PETI yang kita tindak, tapi dampaknya bisa merugikan jutaan orang,” tambahnya.

Sebagai langkah awal meredam situasi, Bupati meminta para datuk di Cerenti agar segera mengumpulkan anak kemenakan mereka dan menenangkan suasana.

“Saya minta para datuk kumpulkan anak cucunya. Jangan ada lagi yang bertindak anarkis. Mari kita selesaikan ini dengan kepala dingin dan bersama-sama hentikan penambangan ilegal di Sungai Kuantan,” tutup Suhardiman.(don)




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Beberapa Jenis Santet, dan medianya...

Empat Cerita Mistis di Riau yang Masih Terus Diperbincangkan Hingga Kini.

Seringkali Orang Meremehkanmu Bukan Karena Kamu Tidak Cukup Baik, Ini Lima Alasannya