Desi Silvia Angraini, SH, MH Diduga Jadi Korban Kekerasan dan Penyekapan

Gambar
  Desi Silvia Angraini, SH, MH Diduga Jadi Korban Kekerasan dan Penyekapan   Pekanbaru - Nuansamedianews - Seorang advokat Prempuan Desi Silvia Angraini, SH, MH diduga menjadi korban kekerasan, intimidasi, dan penyekapan saat menjalankan tugas profesinya. Rabu, 07 Oktober 2026 Peristiwa tersebut bermula ketika Desi Silvia Angraini bersama rekannya dari Law Office Jaka Marhaen SH & Ass mendatangi kediaman seorang dengan inisial Ibu GS yang notabenenya menjabat sebagai Ketua RW di Jl. Sidomulyo I Padang Bulan Senaplan Kota Pekanbaru untuk menyampaikan surat somasi.  Menurut keterangan Advokat Desi Silvia Angraini, SH, MH, awalnya kedatangan mereka disambut dengan baik namun situasi berubah setelah Ibu GS mengetahui bahwa kedatangan tersebut berkaitan dengan penyampaian somasi untuk dirinya berkaitan dengan perampasan dan pengelapan barang berharga milik klienya Desi Silvia Angraini, SH, MH. Advokat Desi Silvia Angraini, SH, MH dan rekannya kemudian di maki-maki dengan ...

Ketidakhadiran Bupati Kampar di Paripurna Ranperda Tuai Sorotan DPRD

 Ketidakhadiran Bupati Kampar di Paripurna Ranperda Tuai Sorotan DPRD

Rapat Paripurna Penyampaian Pandangan Umum Fraksi Terhadap Tujuh Ranperda

Bangkinang - Nuansamedianews -  Ketidakhadiran Bupati Kampar Ahmad Yuzar dalam rapat paripurna penyampaian pandangan umum fraksi terhadap tujuh Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda), Kamis (6/11/2026), menuai sorotan tajam dari anggota DPRD Kabupaten Kampar.

Sebelum rapat dimulai, anggota DPRD Kampar Agus Candra mengajukan interupsi langsung kepada pimpinan sidang. Ia mempertanyakan absennya Bupati dalam agenda penting tersebut yang justru diwakilkan kepada Wakil Bupati Kampar, Misharti. Menurutnya, kehadiran kepala daerah dalam sidang paripurna semacam ini seharusnya mendapat perhatian khusus.

“Kalau memang didelegasikan, tolong sampaikan secara tertulis,” tegas politisi Partai Golkar itu di hadapan forum paripurna.

Agus Candra menilai, ketidakhadiran Bupati dalam sejumlah sidang paripurna dapat menurunkan tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah. 

Ia menekankan bahwa kehadiran kepala daerah sangat penting, terutama dalam pembahasan Ranperda yang berkaitan langsung dengan pelayanan dan kepentingan masyarakat.

“Dengan sering absen setiap paripurna, ini bisa menimbulkan ketidakpercayaan publik. Kehadiran Bupati itu sangat penting sekali,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar baik eksekutif maupun legislatif tidak menjadi sorotan negatif publik akibat dianggap tidak serius menjalankan agenda pemerintahan.

“Ke depan, kita tidak mau publik menyorot lembaga ini hingga menimbulkan persepsi yang tidak baik,” tutupnya.(***)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Beberapa Jenis Santet, dan medianya...

Empat Cerita Mistis di Riau yang Masih Terus Diperbincangkan Hingga Kini.

S.Ajie Panatagama, Siap Maju untuk Menjadi Ketua Organda DPD Provisi Riau Periode 2027 - 2032 Mendatang.