Habib Ahmad Al Habsyi Hadir di Lapas Tanjung Raja, Safari Dakwah Ajak Warga Binaan Perkuat Iman dan Akhlak

Gambar
  Habib Ahmad Al Habsyi Hadir di Lapas Tanjung Raja, Safari Dakwah Ajak Warga Binaan Perkuat Iman dan Akhlak OKI – Nuansamedianews - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tanjung Raja menggelar kegiatan Safari Dakwah bersama Komunitas Riau Indonesia Mengaji dengan menghadirkan Habib Ahmad Al Habsyi, Jumat (10/7/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Lapas Kelas IIA Tanjung Raja, Yhoga Aditya Ruswanto. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan pembinaan keagamaan bagi warga binaan. Acara turut dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) atau pejabat yang mewakili, jajaran instansi pemerintah, tokoh agama, serta tamu undangan lainnya. Mengusung tema "Waqaf One Family One Qur'an", kegiatan ini bertujuan mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur...

Aksi Protes Menuntut Pertanggungjawaban Wakil Rakyat dan Pemerintah Setempat untuk Mengatasi Bencana Sumatera Utara

Aksi Protes Menuntut Pertanggungjawaban Wakil Rakyat dan Pemerintah Setempat untuk Mengatasi Bencana Sumatera Utara 

Medan – Nuansamedianews - 4 orang Masyarakat Sumatera Utara, 18/12/2025, melakukan aksi protes menuntut pertanggungjawaban wakil rakyat dan pemerintah setempat untuk mengatasi bencana banjir dan longsor yang melanda beberapa wilayah di Sumatera Utara, termasuk Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Medan, Deli Serdang, Binjai, Serdang Bedagai, Batubara, Asahan, Tebing Tinggi, Mandailing Natal, dan Nias.

Dalam tuntutan aksi yang disampaikan oleh Paul J J Tambunan, Marudut H Gultom, Daniel S Sihotang, Farasian F Marbun, masyarakat sumut meminta agar gaji dan tunjangan seluruh anggota DPRD Sumatera Utara dan Gubernur, Wakil Gubernur Sumatera Utara selama 1 tahun disumbangkan ke lokasi terdampak untuk membuktikan bahwa wakil rakyat adalah pelayan rakyat.

Masyarakat juga menuntut agar Gubernur Sumatera Utara, Wakil Gubernur Sumatera Utara, dan Ketua DPRD Sumatera Utara serta Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara berkantor di wilayah terdampak, khususnya daerah yang paling mengalami kerusakan dan banyaknya kerugian serta korban jiwa.

Tak tanggung-tangung aksi damai yang dilakukan 4 (empat) pemuda sumut ini akan berlangsung selama satu bulan (30 hari) kedepan.

Jika tuntutan tidak dipenuhi, masyarakat meminta agar Pemerintah Sumatera Utara dan DPRD Sumatera Utara melakukan proses eskalasi status, bencana melalui pernyataan resmi dari Gubernur Sumatera Utara/Pemerintah Provinsi bahwa tidak mampu dalam menangani bencana dan segera menyatakan kondisi darurat ke Pemerintah Pusat atau dengan kata lain memohon agar status bencana ditingkatkan menjadi bencana nasional.(dany)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Beberapa Jenis Santet, dan medianya...

Empat Cerita Mistis di Riau yang Masih Terus Diperbincangkan Hingga Kini.

Tim Sembilan : Harapan Masyarakat Perantauan Bukittinggi Agam Agar Paguyuban Jadi Satu