Tim Gabungan TNI dan Satgas Karhutla Tangani Kebakaran Lahan di Kutaraya

Gambar
  Tim Gabungan TNI dan Satgas Karhutla Tangani Kebakaran Lahan di Kutaraya Kayuagung - Nuansamedianews.com - 30 September 2026 — Tim gabungan TNI bersama BPBD, Manggala Agni dan unsur terkait melaksanakan groundcheck serta patroli darat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait adanya titik api di wilayah Jalan Tol KM 324, Kelurahan Kutaraya, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Selasa (29/9/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan setelah adanya laporan dari masyarakat setempat mengenai titik api yang terpantau di sekitar wilayah tersebut. Groundcheck dilakukan untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus mengambil langkah penanganan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Babinsa Koramil 402-10/Kayuagung, Serka Oktariko, bersama tim bergerak menuju lokasi sekitar pukul 20.30 WIB. Tim gabungan terdiri dari 15 personel TNI, 6 personel BPBD, 6 personel Manggala Agni, serta 15 personel Yonif TP 894/PB. Dalam pelaksanaan kegiatan, tim menggunakan sejumlah k...

Konjen Jepang di Medan, Furugori Turu, Mengunjungi Provinsi Riau Membawa Angin Segar bagi Pengembangan Sektor Pariwisata Daerah

Konjen Jepang di Medan, Furugori Turu, Mengunjungi Provinsi Riau Membawa Angin Segar bagi Pengembangan Sektor Pariwisata Daerah

Candi Muara Takus 

PEKANBARU – Nuansamedianews -  Konsul Jenderal (Konjen) Jepang di Medan, Furugori Turu, Mengunjungi Provinsi Riau membawa angin segar bagi pengembangan sektor pariwisata daerah. Furugori menyoroti potensi besar kekayaan sumber daya alam dan keragaman budaya Riau sebagai motor penggerak ekonomi baru yang dapat mendongkrak pendapatan daerah di masa depan.Dalam pertemuan resmi yang berlangsung pada Senin (19/1/2026).

Salah satu objek yang secara khusus menarik perhatian Furugori adalah keberadaan Candi Muara Takus di Kabupaten Kampar. Ia mengaku telah melakukan riset mandiri melalui internet sebelum menginjakkan kaki di Bumi Lancang Kuning. Menurutnya, bukti peninggalan sejarah seperti Candi Muara Takus dan Istana Siak memiliki keunikan otentik yang jarang ditemukan di wilayah lain di Indonesia.

"Sebelum ke Riau, saya sempat mengeksplor beberapa keunikan daerah ini melalui internet. Saya melihat adanya Candi Muara Takus dan Istana Siak, bukti peninggalan sejarah yang mungkin tidak bisa kita temukan di daerah lain," ujar Furugori Turu di hadapan jajaran Pemerintah Provinsi Riau.

Ia berharap aksesibilitas dari ibu kota provinsi ke lokasi sejarah ini terus ditingkatkan guna menarik minat turis asing. Furugori menekankan bahwa Candi Muara Takus merupakan destinasi wisata edukasi yang sangat potensial bagi wisatawan Jepang, mengingat situs tersebut adalah bukti nyata peradaban agama Buddha di Tanah Melayu.

"Tentunya saya berharap wisatawan mancanegara, khususnya yang berasal dari Jepang, dapat mengunjungi Candi Muara Takus. Ini bukan sekadar tempat wisata, melainkan bukti sejarah besar masa lalu," tambahnya.

Kompleks Candi Muara Takus memiliki arsitektur yang megah dengan pagar tembok berukuran 74 x 74 meter dari batu putih setinggi 80 cm. Di luar area utama, terdapat tembok tanah luas berukuran 1,5 x 1,5 kilometer yang membentang hingga ke tepian Sungai Kampar Kanan. Situs ini diperkirakan berdiri sejak abad ke-4 hingga abad ke-11, bertepatan dengan masa keemasan Kerajaan Sriwijaya.

Eksistensi situs ini pun telah diakui di level internasional sejak tahun 2009 ketika dicalonkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Kompleks sejarah yang terletak di Desa Muara Takus, Kecamatan XIII Koto ini, terdiri dari beberapa bangunan utama yang ikonik, yaitu Candi Sulung (Tua), Candi Bungsu, Mahligai Stupa, dan Candi Palangka, yang masing-masing memiliki karakteristik arsitektur berbeda.

Detail bangunan yang unik menjadi daya tarik tersendiri, seperti Candi Mahligai yang memiliki 28 sisi dan terbagi menjadi bagian atap, badan, serta kaki. Sementara itu, Candi Bungsu yang terbuat dari bata merah memiliki bentuk persegi di bagian atasnya, kontras dengan Candi Tua yang berbentuk lingkaran. Ada pula Candi Palangka yang menghadap ke utara dan diyakini dulunya berfungsi sebagai altar atau tempat ritual spiritual.

Kehadiran Candi Muara Takus sebagai situs peninggalan sejarah memiliki nilai filosofis yang mendalam bagi masyarakat Riau. Selain menjadi destinasi unggulan di Kabupaten Kampar, candi ini juga menjadi simbol kuat kebinekaan budaya yang pernah tumbuh subur di Nusantara, kini diharapkan mampu menjadi daya tarik utama bagi para pelancong mancanegara.(red)





Source (MC Riau)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Beberapa Jenis Santet, dan medianya...

Empat Cerita Mistis di Riau yang Masih Terus Diperbincangkan Hingga Kini.

S.Ajie Panatagama, Siap Maju untuk Menjadi Ketua Organda DPD Provisi Riau Periode 2027 - 2032 Mendatang.