S.Ajie Panatagama, Siap Maju untuk Menjadi Ketua Organda DPD Provisi Riau Periode 2027 - 2032 Mendatang.

Gambar
S.Ajie Panatagama, Siap M aju untuk Menjadi  Ketua Organda DPD Provisi Riau Periode 2027 - 2032 Mendatang.   S. Ajie Panatagama, S.SIT, MT Pekanbaru - Nuansamedianews - Kursi Ketua DPD Organisasi Angkutan Darat (Organda) Provinsi Riau untuk periode (2022 - 2027), yang dipimpin Oleh H.M Nasir yang telah menakhodai DPD ORGANDA Riau selama 3 (Tiga) periode sejak tahun 2012. Sesuai dengan AD/ART maka dalam hitungan bulan,  DPD Organda Riau akan melaksanakan Musyawarah Daerah (Musda) Xl untuk membahas laporan pertanggung jawaban kepengurusan sekaligus mempersiapkan proses pemilihan kandidat calon ketua DPD berikut perangkat kepengurusan organisasinya. Pasca akan berakhirnya masa jabatan Ketua Organda Provinsi Riau 2027 mendatang,  riak persaingan figur calon ketua baru  mulai bermunculan,  Salah satunya kandidat calon  adalah S. Ajie Panatagama, S.SIT, MT, dinilai sudah banyak malang melintang disektor Perhubungan, yang saat ini sudah berstatus purna ...

Pelayanan RSUD Mukomuko Jadi Bulan-Bulanan Kritik: Bupati Didorong Lakukan Revolusi, Ketua PPWI: Ini Masalah Serius!

 Pelayanan RSUD Mukomuko Jadi Bulan-Bulanan Kritik: Bupati Didorong Lakukan Revolusi, Ketua PPWI: Ini Masalah Serius!

 


Mukomuko - Nuansamedianews - Pelayanan di RSUD Mukomuko kembali menjadi sorotan tajam dan memicu gelombang kekecewaan di kalangan masyarakat. Rumah sakit rujukan milik pemerintah daerah ini dinilai jauh dari kata optimal dalam memberikan pelayanan kesehatan, sehingga desakan agar Bupati Mukomuko segera melakukan evaluasi total terhadap manajemen dan kinerja tenaga medis semakin menguat.

Kisah Pilu Warga: Dokter "Gaib", Pasien Terlantar!

Keluhan mengenai buruknya pelayanan terus bermunculan, menjadi bukti nyata permasalahan yang mengakar di RSUD Mukomuko. Salah satunya datang dari Hidayat, warga Desa Lubuk Sanai, Kecamatan XIV Koto, yang mengungkapkan kekecewaannya atas pelayanan yang diterima istrinya saat berobat di RSUD Mukomuko.

Istri Hidayat, yang mengalami kecelakaan serius akibat tersengat aliran listrik, membutuhkan penanganan medis cepat serta pemeriksaan lanjutan. Namun, saat datang sesuai jadwal, dokter yang menangani justru "menghilang" tanpa kabar, sehingga pemeriksaan lanjutan tidak dapat dilakukan.

"Kami sudah datang sesuai jadwal, tapi dokter tidak ada. Istri saya jadi tidak bisa diperiksa, padahal kondisinya butuh penanganan segera," ujar Hidayat dengan nada kecewa. Ia menilai hal ini mencerminkan buruknya manajemen pelayanan di RSUD Mukomuko yang tidak profesional dan tidak bertanggung jawab.

Antrean Panjang, Jadwal Dokter Tak Pasti: Masyarakat Kecewa!

Keluhan serupa juga dialami oleh pasien lain, mulai dari lamanya waktu tunggu, ketidakpastian jadwal dokter, hingga minimnya komunikasi dari pihak rumah sakit. Kondisi ini tentu saja membuat masyarakat merasa tidak nyaman, kecewa, dan kehilangan kepercayaan terhadap RSUD Mukomuko.

Ketua PPWI Angkat Bicara: "Ini Bukan Masalah Baru, Harus Ada Tindakan Nyata!"

Menanggapi persoalan ini, Ketua Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Kabupaten Mukomuko, Musrikin, turut angkat bicara. Ia menyatakan bahwa keluhan masyarakat terhadap pelayanan RSUD Mukomuko sudah sering terdengar dan perlu menjadi perhatian serius dari pemerintah daerah.

"PPWI Mukomuko menerima banyak laporan dan keluhan dari masyarakat terkait pelayanan di RSUD Mukomuko. Ini bukan masalah baru, dan sudah seharusnya ada tindakan nyata dari pemerintah daerah untuk memperbaiki kondisi ini," tegas Musrikin dengan nada prihatin.

Bupati Didorong Lakukan Evaluasi Total: Revolusi Pelayanan Kesehatan!

Musrikin menambahkan bahwa pelayanan kesehatan merupakan hak dasar masyarakat yang harus dipenuhi oleh pemerintah. Ia mendesak Bupati Mukomuko untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap manajemen, sumber daya manusia, dan sistem pelayanan di RSUD Mukomuko.

"Kami berharap Bupati Mukomuko segera mengambil langkah konkret untuk mengevaluasi dan memperbaiki pelayanan di RSUD Mukomuko. Jika tidak ada perubahan yang signifikan, kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit ini akan semakin menurun," pungkas Musrikin.

Hingga berita ini diturunkan, pihak RSUD Mukomuko belum memberikan tanggapan resmi terkait keluhan-keluhan yang dilayangkan oleh masyarakat. Publik berharap agar pemerintah daerah segera bertindak cepat untuk mengatasi masalah ini demi meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Mukomuko. Saatnya revolusi pelayanan kesehatan di Mukomuko! (aisyah/tim)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Beberapa Jenis Santet, dan medianya...

Empat Cerita Mistis di Riau yang Masih Terus Diperbincangkan Hingga Kini.

Tim Sembilan : Harapan Masyarakat Perantauan Bukittinggi Agam Agar Paguyuban Jadi Satu