S.Ajie Panatagama, Siap Maju untuk Menjadi Ketua Organda DPD Provisi Riau Periode 2027 - 2032 Mendatang.

Gambar
S.Ajie Panatagama, Siap M aju untuk Menjadi  Ketua Organda DPD Provisi Riau Periode 2027 - 2032 Mendatang.   S. Ajie Panatagama, S.SIT, MT Pekanbaru - Nuansamedianews - Kursi Ketua DPD Organisasi Angkutan Darat (Organda) Provinsi Riau untuk periode (2022 - 2027), yang dipimpin Oleh H.M Nasir yang telah menakhodai DPD ORGANDA Riau selama 3 (Tiga) periode sejak tahun 2012. Sesuai dengan AD/ART maka dalam hitungan bulan,  DPD Organda Riau akan melaksanakan Musyawarah Daerah (Musda) Xl untuk membahas laporan pertanggung jawaban kepengurusan sekaligus mempersiapkan proses pemilihan kandidat calon ketua DPD berikut perangkat kepengurusan organisasinya. Pasca akan berakhirnya masa jabatan Ketua Organda Provinsi Riau 2027 mendatang,  riak persaingan figur calon ketua baru  mulai bermunculan,  Salah satunya kandidat calon  adalah S. Ajie Panatagama, S.SIT, MT, dinilai sudah banyak malang melintang disektor Perhubungan, yang saat ini sudah berstatus purna ...

Wako Pekanbaru Agung Nugroho ; "Tidak Boleh ada Anak-anak di Kota ini yang Putus Sekolah".

Wako Pekanbaru Agung Nugroho ; "Tidak Boleh ada Anak-anak di Kota ini yang Putus Sekolah". 


PEKANBARU - NuansamedianewsMereka harus mendapatkan hak untuk akses pendidikan yang layak. Wali Kota (Wako) Pekanbaru Agung Nugroho menegaskan, tidak boleh ada anak-anak di kota ini yang putus sekolah. 

Agung mengatakan, bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru siap untuk mencari solusi dan menyekolahkan kembali anak-anak yang putus sekolah.

"Saya menjamin, bahwa tidak boleh ada anak-anak di Pekanbaru yang putus sekolah," tegas Wako Agung, Selasa (23/6/2026).

Kemudian ada juga persoalan terkait, warga yang tinggal di daerah pinggiran kota. Ada warga yang memiliki KTP Kabupaten Kampar namun tinggal di daerah pinggiran Pekanbaru.  Mereka cukup kesulitan untuk menyekolahkan anak mereka ke sekolah negeri jika mengikuti zona wilayah.

"Kita akan komunikasikan dengan wilayah Kampar. Ini tahap SPMB (Sistem Penerimaan Murid Baru) dulu, nanti ada tahap laporannya (berapa terserap)," terang Agung.

Usai pelaksanaan SPMB nanti, dikatakan Agung pihaknya akan mendata kembali berapa anak-anak yang terserap dan yang tidak dapat masuk ke sekolah.

"Baru di situ kita akan jaring, dan kita akan carikan solusi anak-anak di Pekanbaru ini sekolah. Itu lah program zero putus sekolah. Tapi tentu kita selesaikan SPMB ini dulu, jangan sampai ada kebijakan yang melanggar aturan," pungkasnya. (don)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Beberapa Jenis Santet, dan medianya...

Empat Cerita Mistis di Riau yang Masih Terus Diperbincangkan Hingga Kini.

Tim Sembilan : Harapan Masyarakat Perantauan Bukittinggi Agam Agar Paguyuban Jadi Satu