Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Selatan Gelar Bimtek Lisensi Arsitek Tahun 2026 di Banjarbaru

 Dinas PUPR  Provinsi Kalimantan Selatan Gelar Bimtek Lisensi Arsitek Tahun 2026 di Banjarbaru


Banjar Baru - NuansamedianewsUpaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kompetensi sekaligus memperkuat legalitas profesi arsitek guna mendukung pembangunan yang berkualitas dan berkelanjutan. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Lisensi Arsitek Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026 di Banjarbaru, Selasa (28/7/2026). 

Kepala Dinas PUPR Kalimantan Selatan, M. Yasin Toyib melalui Sekretaris Dinas, Alain Filmore Harris, mengatakan profesi arsitek memiliki peran strategis dalam mewujudkan lingkungan binaan yang aman, nyaman, fungsional, estetis, dan berkelanjutan.

Menurutnya, seiring diberlakukannya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2017 tentang Arsitek, setiap arsitek yang menjalankan praktik profesional wajib memenuhi standar kompetensi serta memiliki legalitas berupa Surat Tanda Registrasi Arsitek (STRA) dan lisensi praktik sesuai ketentuan yang berlaku.

“Peningkatan kapasitas dan kompetensi arsitek menjadi kebutuhan yang tidak dapat diabaikan. Melalui bimbingan teknis ini, para arsitek diharapkan semakin siap menghadapi perkembangan regulasi, teknologi, serta tantangan pembangunan di masa depan,” ujarnya.

Ia menambahkan, Kalimantan Selatan memiliki karakteristik wilayah yang khas, mulai dari kawasan lahan basah, kondisi geografis, hingga kekayaan budaya dan arsitektur tradisional yang menjadi identitas daerah. 

“Karena itu, arsitek dituntut mampu menghasilkan karya yang tidak hanya memenuhi aspek teknis, tetapi juga responsif terhadap lingkungan, budaya lokal, dan kebutuhan masyarakat,” ungkapnya

Ia menjelaskan, penyelenggaraan Bimtek Lisensi Arsitek Tahun 2026 menjadi sarana penting untuk memperluas wawasan, meningkatkan kompetensi profesional, serta membekali para arsitek dalam menghasilkan karya yang inovatif tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal sebagai jati diri daerah.

“Melalui kegiatan ini diharapkan terwujud pembangunan bangunan gedung dan kawasan yang berkualitas, berkelanjutan, serta sesuai dengan karakteristik Kalimantan Selatan,” tutupnya.(red)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Beberapa Jenis Santet, dan medianya...

Empat Cerita Mistis di Riau yang Masih Terus Diperbincangkan Hingga Kini.

Tim Sembilan : Harapan Masyarakat Perantauan Bukittinggi Agam Agar Paguyuban Jadi Satu