S.Ajie Panatagama, Siap Maju untuk Menjadi Ketua Organda DPD Provisi Riau Periode 2027 - 2032 Mendatang.

Gambar
S.Ajie Panatagama, Siap M aju untuk Menjadi  Ketua Organda DPD Provisi Riau Periode 2027 - 2032 Mendatang.   S. Ajie Panatagama, S.SIT, MT Pekanbaru - Nuansamedianews - Kursi Ketua DPD Organisasi Angkutan Darat (Organda) Provinsi Riau untuk periode (2022 - 2027), yang dipimpin Oleh H.M Nasir yang telah menakhodai DPD ORGANDA Riau selama 3 (Tiga) periode sejak tahun 2012. Sesuai dengan AD/ART maka dalam hitungan bulan,  DPD Organda Riau akan melaksanakan Musyawarah Daerah (Musda) Xl untuk membahas laporan pertanggung jawaban kepengurusan sekaligus mempersiapkan proses pemilihan kandidat calon ketua DPD berikut perangkat kepengurusan organisasinya. Pasca akan berakhirnya masa jabatan Ketua Organda Provinsi Riau 2027 mendatang,  riak persaingan figur calon ketua baru  mulai bermunculan,  Salah satunya kandidat calon  adalah S. Ajie Panatagama, S.SIT, MT, dinilai sudah banyak malang melintang disektor Perhubungan, yang saat ini sudah berstatus purna ...

Hari Maulid Nabi Muhammad adalah peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada tanggal 12 Rabiulawal

 Hari Maulid Nabi Muhammad adalah peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada tanggal 12 Rabiulawal


Nuansamedianews.comHari Maulid Nabi Muhammad adalah peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada tanggal 12 Rabiulawal dalam penanggalan Hijriah. Kata maulid atau milad berasal dari bahasa Arab yang berarti hari lahir.

Maulid nabi menurut etimologi dapat diartikan sebagai kelahiran Baginda Nabi Muhammad SAW di dunia. Sedangkan menurut terminologi, maulid nabi didefinisikan sebagai pengungkapan rasa gembira dengan bersyukur kepada Allah Swt atas karunia dan rahmat-Nya, yang merupakan kenikmatan bagi  seluruh alam semesta dengan dilahirkannya baginda Nabi Muhammad SAW. 

Bulan Rabiul Awwal masyhur dengan kelahiran Sang Nabi Agung Islam, yakni Nabi Muhammad SAW. Nabi Muhammad dilahirkan di kota Makkah al-Mukarromah pada tanggal 12 Rabiul Awwal tahun 571 Masehi (tahun Gajah). Hal inilah yang menyebabkan bulan Rabiul Awal pun menjadi agung sebab lahir di dalamnya manusia agung. Jadi tidaklah heran jika penganut agama Islam mengadakan peringatan maulid nabi di setiap tahunnya.

Perayaan maulid nabi bukanlah sebuah peristiwa yang bid’ah (baru). Bid’ah sendiri merupakan suatu hal yang baru dan tidak ada di zaman Rasulullah. Suatu hal yang baru dapat berupa sesuatu yang baik (hasanah) ataupun buruk (dhalalah). Makna kata hasanah sendiri adalah sesuatu yang tidak bertentangan dengan Syari’at Islam, begitu pula sebaliknya. Oleh karena itu, perayaan maulid bukanlah sesuatu yang mengandung bid’ah. Karena, maulid nabi telah diperingati sejak  zaman sahabat nabi. Hal tersebut telah tercantum dalam kitab Ar-Rasail As-Salafiyah, karya Imam Muhammad bin Ali asy-Syaukani, pada halaman 46.

فَقَدْ كَانَ الصَّحَابَةُ الرَّاشِدُونَ يَجْتَمِعُونَ فِي بُيُوتِهِمْ وَمَسَاجِدِهِمْ وَبَيْنَهُمْ نَبِيُّهُمْ وَيَتَنَاشَدُوْنَ الْأَشْعَارَ وَيَتَذَا كَرُوْنَ الْأَخْبَارَ وَيَأْكُلُونَ وَيَشْرَبُوْنَ فَمَنْ زَعَمَ أَنَّ الاجْتِمَاعَ الخَالِي مِنَ الحَرَامِ بِدْعَةٌ فَقَدْ أَخْطَأَ فَإِنَّ البِدْعَةَ الَّتِي تَبْتَدِعُ فِي الذِيْنِ وَلَيْسَ هَذَا مِنْ ذَلِكَ. (الرسائل السلفية ص ٤٦)

Para sahabat yang mendapatkan petunjuk berkumpul di rumah- rumah dan masjid-masjid mereka. Di antara mereka ada nabi mereka. Para sahabat membaca syair-syair dan membaca sejarah-sejarah, minum dan makan. Barangsiapa yang beranggapan bahwa perkumpulan yang di dalamnya tidak ada keharaman adalah bid’ah, maka mereka sungguh benar-benar salah. Karena bid’ah yang dilarang adalah sesuatu yang dinilai bid’ah dalam agama, dan perkumpulan ini bukanlah bagian dari itu.  (Ar-Rasa’il As-Salafiyah. Hal: 46)

Kutipan di atas menjadi jawaban bagi mereka yang berasumsi bahwa maulid nabi adalah bid’ah, karena Rasulullah Saw tidak pernah memberi contoh semasa hidupnya. Justru pemahaman mereka mengenai afirmasi sebuah bid’ah amatlah terbatas. Nabi memang tidak pernah mencontohkan, tidak pula memerintahkan kepada para sahabat untuk memperingati hari kelahiran beliau. Tetapi, sahabat melaksanakannya sebagai bentuk syukur atas hadirnya Rasulullah Saw sebagai Rahmatan lil’alamin.

Memang tidak  ada dalil yang spesifik mengenai maulid nabi, dikarenakan memang nabi tidak memerintahkannya kepada sahabat. Namun, sebenarnya nabi telah mempraktikannya sendiri semasa beliau hidup dengan cara berpuasa di hari Senin, sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim.

وحَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ، حَدَّثَنَا مَهْدِيُّ بْنُ مَيْمُونٍ، عَنْ غَيْلَانَ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَعْبَدٍ الزِّمَّانِيِّ ، عَنْ أَبِي قَتَادَةَ الْأَنْصَارِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ : أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ سُئِلَ عَنْ صَوْمِ الِاثْنَيْنِ ، فَقَالَ : فِيهِ وُلِدْتُ ، وَفِيهِ أُنْزِلَ عَلَيَّ

Artinya: Telah menceritakan kepadaku Zuhair bin Harb, telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Mahdi, telah menceritakan kepada kami Mahdi bin Maimun, dari Ghailan, dari Abdullah bin Ma’bad az-Zimany, dari Abi Qatadah al-Anshari radiallahu ‘anhu: Sesungguhnya Rasulullah SAW. Ditanyai tentang berpuasa di hari senin, kemudian beliau menjawab: ‘ di dalamnya (hari Senin) aku dilahirkan, dan di dalamnya diturunkan kepadaku (al-Quran).”  (HR. Muslim)

Dikutip dari laman baznas.go.id, Ada berbagai amalan yang dianjurkan untuk dilakukan dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, dengan tujuan meningkatkan kecintaan umat kepada Nabi dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Berikut beberapa amalan yang biasa dilakukan:

1. Pembacaan Sholawat

Salah satu amalan yang sangat dianjurkan saat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW adalah memperbanyak pembacaan sholawat. Dalam hadis, Rasulullah bersabda, "Barangsiapa bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah akan memberikan rahmat kepadanya sepuluh kali" (HR. Muslim). Sholawat adalah bentuk penghormatan dan cinta kepada Nabi Muhammad yang dapat memperkuat hubungan spiritual antara umat dan Rasulullah.

2. Mendengarkan Kisah Kehidupan Nabi pada saat Maulid Nabi Muhammad SAW

Mengingat sejarah kehidupan Rasulullah, dari kelahiran hingga wafat, adalah salah satu cara untuk meneladani sifat-sifat mulia beliau. Di berbagai majelis peringatan Maulid, seringkali diperdengarkan kisah-kisah Nabi Muhammad, seperti akhlak, kepemimpinan, serta perjuangan beliau dalam menegakkan Islam. Hal ini bertujuan agar umat dapat mengambil inspirasi dari perjalanan hidup Rasulullah dalam menghadapi tantangan kehidupan sehari-hari.

3. Sedekah dan Berbagi kepada Sesama dalam momen Maulid Nabi Muhammad SAW

Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW juga menjadi momen yang baik untuk meningkatkan amalan sedekah dan berbagi dengan orang lain, khususnya kaum dhuafa. Nabi Muhammad SAW dikenal sebagai sosok yang sangat dermawan dan peduli terhadap fakir miskin. Oleh karena itu, sedekah dalam bentuk apapun sangat dianjurkan sebagai bagian dari peringatan Maulid.

4. Meningkatkan Ibadah dan Takwa

Maulid Nabi adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan ibadah kepada Allah. Selain pembacaan salawat, dianjurkan pula memperbanyak membaca Al-Qur'an, melaksanakan shalat sunnah, serta berdzikir. Amalan-amalan ini dilakukan sebagai bentuk syukur atas kelahiran Nabi Muhammad, yang membawa cahaya Islam ke seluruh dunia.

Walaupun memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW telah menjadi tradisi yang luas di kalangan umat Islam, terdapat beberapa pandangan yang berbeda mengenai keabsahannya. Sebagian ulama, terutama dari kalangan salafi, berpendapat bahwa perayaan Maulid tidak pernah dilakukan oleh para sahabat Nabi dan tidak memiliki dasar syar'i yang kuat. Mereka berpendapat bahwa segala bentuk ibadah yang tidak dicontohkan oleh Rasulullah sebaiknya dihindari.

Namun, ulama dari kalangan Asy'ariyah dan Maturidiyah, seperti al-Suyuti dan Ibn Hajar al-Haitami, membela perayaan Maulid dengan alasan bahwa ia termasuk dalam bid'ah hasanah (inovasi yang baik) karena bertujuan mengingat Rasulullah dan menyebarkan ajaran-ajaran Islam secara damai. Selain itu, perayaan ini juga dimaksudkan untuk mempererat silaturahmi dan meningkatkan keimanan.

Editor : (Marthagon)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Beberapa Jenis Santet, dan medianya...

Tim Sembilan : Harapan Masyarakat Perantauan Bukittinggi Agam Agar Paguyuban Jadi Satu

Empat Cerita Mistis di Riau yang Masih Terus Diperbincangkan Hingga Kini.