Kesepakatan Masyarakat dan Tokoh Adat Kota Garo Harus Dihormati, AWI Riau Minta Aparat Tegas Cegah Intimidasi dan Premanisme

Gambar
  Kesepakatan Masyarakat dan Tokoh Adat Kota Garo Harus Dihormati, AWI Riau Minta Aparat Tegas Cegah Intimidasi dan Premanisme Kampar - Nuansamedianews - Kebersamaan antara masyarakat, tokoh adat dan pemerintah menjadi salah satu kunci agar program serta kegiatan yang ditujukan untuk kepentingan masyarakat dapat berjalan dengan baik. Karena itu, setiap kesepakatan yang telah dibuat secara sah perlu dihormati dan dilaksanakan dengan mengedepankan hukum serta kepentingan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Darbi S.Ag., Ketua Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) Provinsi Riau, menanggapi adanya dokumentasi pertemuan tokoh adat dan masyarakat Desa Kota Garo, Kecamatan Tapung Hilir, yang membahas kerja sama dengan CV Prima Nuansa Solution. Dalam dokumentasi tersebut terlihat sejumlah tokoh dan masyarakat berkumpul dalam satu forum. Namun, mengenai isi, pihak yang menandatangani, serta kekuatan hukum kesepakatan tersebut, menurut Darbi tetap perlu dibuktikan melalui berita acara, daftar ha...

3 Misteri Sungai Siak Yang Masih Dipercaya Hingga Kini

3 Misteri Sungai Siak Yang Masih Dipercaya Hingga Kini

Nuansamedianews.com Sungai Siak adalah sungai yang berada di provinsi Riau, pulau Sumatera, Sungai Siak juga erat hubungannya dengan masyarakat Kota Pekanbaru serta Kabupaten Siak.

Menilik dari laman Wikipedia, Sungai Siak sendiri merupakan sungai terdalam di Indonesia, kedalaman Sungai Siak dahulu pernah mencapai 30 meter, namun kedalamannya kini hanya mencapai 18 meter akibat pendangkalan.

Sungai Siak ini mengalir melewati lima kabupaten dan kota, sehingga Sungai Siak memiliki peranan penting bagi masyarakat setempat

Sungai Siak juga memiliki tiga anak sungai utama yaitu Tapung kiri dan Tapung kanan yang berada di hulu bermuara. Sementara sungai siak dan anak sungai lainnya adalah sungai manadu.

Beberapa jembatan besar juga dibangun untuk melintasi sungai ini, di antaranya Jembatan Siak I, Jembatan Siak II, Jembatan Siak III, dan Jembatan Siak IV.

Terlepas dari itu, sungai terdalam di Indonesia ini juga menyimpan beberapa cerita mistis di balik tenangnya arus permukaan.

Berikut 3 misteri Sungai Siak yang hingga kini masih diyakini oleh masyarakat sekitar, dilansir dari beberapa sumber

1. Hewan-hewan misterius yang keluar dari dasar Sungai Siak.


Cerita itu mulai dari adanya gajah putih yang selalu keluar dari perairan hingga sepasang, ikan duyung, dan seekor hewan seperti naga yang pernah dikabarkan muncul ke permukaan dan akhirnya menghilang. Sebagian warga percaya bahwa hewan-hewan misterius itu adalah perwujudan dari makhluk halus yang mendiami Sungai Siak.


2. Sosok Raja


Konon, sosok raja ini masih mendiami sebuah rumah di pinggir Sungai Siak, tepatnya di bawah jembatan Siak III. Rumah ini sampai sekarang masih terawat karena dijadikan cagar budaya oleh pemerintah setempat.Rumah Tuan Kadi namanya. Dibangun sebelum tahun 1895, bangunan berarsitektur Melayu itu menjadi tempat singgah raja-raja Kerajaan Siak sebelum meneruskan perjalanan.

tidak ada yang berani mendiami rumah itu, bahkan penjaga yang diberikan kepercayaan untuk membuka jendela di sana setiap harinya. Sosok raja ini disebut pernah menampakkan diri kepada pekerja dengan berpenampilan layaknya raja-raja melayu zaman dahulu.

3. Sepasang Buaya Putih.

Warga sekitar sungai siak dikabarkan juga sering melihat sepasang buaya putih yang mendiami sungai terdalam di Indonesia itu, menurut cerita turun-temurun warga, buaya putih ini selalu memperlihatkan diri sebagai pertanda akan terjadinya sesuatu yang besar.


Sebagian warga percaya, sosok raja melayu dan sepasang buaya putih itu punya keterkaitan satu sama lain. Namun, cerita tetaplah cerita karena hingga kini belum ada dokumentasi terkait penampakannya.(***)



Sumber (Viva.co.id)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Beberapa Jenis Santet, dan medianya...

Empat Cerita Mistis di Riau yang Masih Terus Diperbincangkan Hingga Kini.

Seringkali Orang Meremehkanmu Bukan Karena Kamu Tidak Cukup Baik, Ini Lima Alasannya