Kesepakatan Masyarakat dan Tokoh Adat Kota Garo Harus Dihormati, AWI Riau Minta Aparat Tegas Cegah Intimidasi dan Premanisme

Gambar
  Kesepakatan Masyarakat dan Tokoh Adat Kota Garo Harus Dihormati, AWI Riau Minta Aparat Tegas Cegah Intimidasi dan Premanisme Kampar - Nuansamedianews - Kebersamaan antara masyarakat, tokoh adat dan pemerintah menjadi salah satu kunci agar program serta kegiatan yang ditujukan untuk kepentingan masyarakat dapat berjalan dengan baik. Karena itu, setiap kesepakatan yang telah dibuat secara sah perlu dihormati dan dilaksanakan dengan mengedepankan hukum serta kepentingan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Darbi S.Ag., Ketua Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) Provinsi Riau, menanggapi adanya dokumentasi pertemuan tokoh adat dan masyarakat Desa Kota Garo, Kecamatan Tapung Hilir, yang membahas kerja sama dengan CV Prima Nuansa Solution. Dalam dokumentasi tersebut terlihat sejumlah tokoh dan masyarakat berkumpul dalam satu forum. Namun, mengenai isi, pihak yang menandatangani, serta kekuatan hukum kesepakatan tersebut, menurut Darbi tetap perlu dibuktikan melalui berita acara, daftar ha...

Polisi Amankan Dua Orang Penghadang Mobil di Riau, Ternyata Debt Kolektor

Pekanbaru - Nuansamedianews - Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan pengendara mobil dihadang oleh 3 mobil secara bergantian di depan Stadion Kaharuddin Nasution Jalan Yos Sudarso Kota Pekanbaru. Sekelompok orang itu ternyata debt colektor. 

Direktur Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Asep Darmawan mengatakan dua orang yang diduga menghadang korban diamankan tim Subdit Jatanras.

"Sudah kita amankan dua orang. Saat ini keduanya masih diproses untuk penyelidikan lebih lanjut," ujar Asep kepada Media center Riau, Senin (22/4).

Korban pengendara mobil Toyota Avanza asal Jambi menuju Medan, Provinsi Sumatera Utara dihadang tiga mobil dan satu sepeda motor. Korban merekam kejadian yang dialaminya kemudian diunggah di media sosial hingga viral pada Minggu (21/4).

"Setelah melihat video yang viral tersebut kami langsung melakukan penyelidikan. Ternyata yang dikira begal itu debt collector penarikan mobil dan sudah kita amankan," tegas Asep.

Saat ini Asep sedang berkomunikasi dengan perekam atau pihak korban untuk tindak lanjut kasus tersebut. Apalagi video mereka telah viral dan merasa dirugikan dengan aksi debt colektor tersebut.

"Sedang kita komunikasikan mereka (korban) maunya gimana, karena mereka sudah sampai di Medan (belum buat laporan)," pungkas Asep.

Video yang direkam korban tersebut dibagikan akun TikTok @viral.prabumulih. Dalam video yang dilihat merdeka.com Senin (22/4), pengendara mengaku berangkat dari Provinsi Jambi menuju Medan, Sumatera Utara.

Terlihat para pelaku menggunakan kendaraan Toyota Ayla, Toyota Kijang Innova dan Toyota Calya mencoba menghadang pengendara tersebut.

Saat korban berada di Kecamatan Rumbai dalam perjalanan menuju jalan tol Pekanbaru-Dumai, tiba-tiba datang pengendara sepeda motor yang mengatakan ban mobil mereka kempes.

Korban curiga bahwa itu merupakan modus kejahatan karena sopir tidak merasakan adanya ban mobil kempes. Korban tidak berhenti dan langsung kembali mengegas mobilnya. Namun, korban kembali dihadang sebuah mobil diduga pelaku lainnya. Pelaku itu meminta pengemudi korban untuk berhenti.

Pelaku terlihat turun sambil menunjuk ke arah korban. Melihat gelagat yang tak bagus, korban korban langsung tancap gas untuk menyelamatkan diri. Dalam video terdengar suara wanita berteriak minta tolong.

Wanita itu terdengar semakin panik, karena ada dua mobil dan satu motor diduga pelaku lainnya yang juga mencoba menghadang. Pelaku disebut menggunakan tiga mobil dan dua sepeda motor.(*****)




Sumber (Mc Riau)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Beberapa Jenis Santet, dan medianya...

Empat Cerita Mistis di Riau yang Masih Terus Diperbincangkan Hingga Kini.

Seringkali Orang Meremehkanmu Bukan Karena Kamu Tidak Cukup Baik, Ini Lima Alasannya