Kesepakatan Masyarakat dan Tokoh Adat Kota Garo Harus Dihormati, AWI Riau Minta Aparat Tegas Cegah Intimidasi dan Premanisme

Gambar
  Kesepakatan Masyarakat dan Tokoh Adat Kota Garo Harus Dihormati, AWI Riau Minta Aparat Tegas Cegah Intimidasi dan Premanisme Kampar - Nuansamedianews - Kebersamaan antara masyarakat, tokoh adat dan pemerintah menjadi salah satu kunci agar program serta kegiatan yang ditujukan untuk kepentingan masyarakat dapat berjalan dengan baik. Karena itu, setiap kesepakatan yang telah dibuat secara sah perlu dihormati dan dilaksanakan dengan mengedepankan hukum serta kepentingan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Darbi S.Ag., Ketua Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) Provinsi Riau, menanggapi adanya dokumentasi pertemuan tokoh adat dan masyarakat Desa Kota Garo, Kecamatan Tapung Hilir, yang membahas kerja sama dengan CV Prima Nuansa Solution. Dalam dokumentasi tersebut terlihat sejumlah tokoh dan masyarakat berkumpul dalam satu forum. Namun, mengenai isi, pihak yang menandatangani, serta kekuatan hukum kesepakatan tersebut, menurut Darbi tetap perlu dibuktikan melalui berita acara, daftar ha...

Pemprov Riau Pastikan Stok Gas Bersubsidi Aman Menjelang Ramadhan




PEKANBARU – NuansaMediaNews - Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Disperindagkop) UKM memastikan bahwa stok gas elpiji bersubsidi 3 kilogram di Riau dalam kondisi aman dan tersedia Menjelang bulan Suci Ramadhan.

Hal ini dipastikan setelah koordinasi intensif dengan Pertamina terkait pasokan gas, terutama menghadapi lonjakan permintaan selama bulan puasa.

"Stok gas elpiji aman, kuotanya tersedia. Dari hasil pemantauan kami di lapangan, tidak ditemukan antrean panjang di pangkalan," ujar Kepala Bidang (Kabid) Pengawasan Industri, Perlindungan Konsumen, dan Tertib Niaga Disperindagkop UKM Riau, Ahyu Suhendra, Kamis (13/02/2025).

Untuk memastikan distribusi berjalan sesuai aturan, Disperindag Riau akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa pangkalan gas elpiji dalam waktu dekat. 

Sidak ini akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan guna memastikan gas bersubsidi sampai ke masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

"Iya, nanti kita akan melakukan pengawasan langsung ke lapangan," kata Ahyu.

Dengan langkah-langkah ini, Disperindagkop Riau berkomitmen menjaga kelancaran distribusi dan memastikan masyarakat yang berhak mendapatkan manfaat dari subsidi pemerintah.

Ahyu menegaskan bahwa seluruh pangkalan gas elpiji 3 kilogram wajib menjual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah. 

Hal ini untuk memastikan masyarakat kurang mampu dapat menikmati subsidi tanpa beban tambahan.

"Tidak boleh pangkalan menjual di atas HET, karena ini barang bersubsidi," tegasnya.(ksneri)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Beberapa Jenis Santet, dan medianya...

Empat Cerita Mistis di Riau yang Masih Terus Diperbincangkan Hingga Kini.

Seringkali Orang Meremehkanmu Bukan Karena Kamu Tidak Cukup Baik, Ini Lima Alasannya