Babinsa 402-11/Tl Selapan Gerak Cepat Tangani Karhutla di Pulo Beruang, 30 Hektare Lahan Terbakar

Gambar
  Babinsa 402-11/Tl Selapan Gerak Cepat Tangani Karhutla di Pulo Beruang, 30 Hektare Lahan Terbakar OKI – Nuansamedianews - Tim gabungan bergerak cepat melakukan groundcheck sekaligus penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Pulo Beruang, Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Kamis, 24 September 2026. Kegiatan tersebut dilakukan setelah terdeteksi adanya hotspot/firespot di wilayah Desa Pulo Beruang. Tim kemudian menuju lokasi untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus melakukan pemadaman terhadap titik api yang ditemukan. Hasil groundcheck menunjukkan terdapat lahan desa/masyarakat dengan luas sekitar 50 hektare, dengan luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai ±30 hektare. Di lokasi masih ditemukan titik api yang disertai asap tebal. Dalam upaya penanganan, tim gabungan melibatkan 2 personel TNI, 10 personel RPK PT Dinamika serta 2 orang masyarakat. Tim juga didukung dengan 1 unit water tank dan 2 unit mesin pompa air, dengan sumbe...

Bocah Tiga Tahun Tenggelam di Kanal, Saat Ditinggal Ayah Mencari Kayu Bakar

Bocah Tiga Tahun Tenggelam di Kanal, Saat Ditinggal Ayah Mencari Kayu Bakar


Pelalawan - Nuansamedianews.com
- Duduga korban melompat dan tenggelam di kanal. 
Bocah berusia 3 tahun, T Kenzi Alvazio saat ditinggal oleh ayahnya di areal kanal perkebunan kelapa sawit milik PT PKS, Kelurahan Pelalawan, Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan.

Kasatpolairud Polres Pelalawan, AKP Ade Santoso mengatakan peristiwa itu terjadi  pada Sabtu (15/3) sekitar pukul 17.00 WIB. Namun, korban baru ditemukan pada Minggu (16/3).

"Korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Tim Polairud sudah diturunkan ke lokasi kejadian untuk membantu mencari korban," ujar Ade.

Ade menjelaskan, peristiwa berawal ketika korban dibawa ayahnya, T Rustam Efendi (39), menuju perkebunan kelapa sawit untuk mencari kayu bakar. Lokasi itu berjarak 1 kilometer dari rumah korban.

Setibanya di lokasi, orang tua korban pergi mencari kayu sedangkan korban  ditinggalkan sendiri menunggu di atas sepeda motor. Ketika ayahnya kembali, korban sudah tidak terlihat lagi di tempat semula.

"Awalnya korban masih terlihat berada di atas sepeda motor, 50 meter dari lokasi mencari kayu. Orang tua korban melanjutkan pekerjaannya. Setelah kembali, korban tidak ditemukan," kata Ade.

Setelah mencari selama 15 menit tanpa hasil, ayah korban pulang ke rumah untuk memberi tahu keluarganya. Bersama warga, mereka ke lokasi kejadian untuk mecari korban.

Namun, korban tak kunjung ditemukan. Polairud Polres Pelalawan berkoordinasi dengan BPBD, Basarnas dan relawan untuk mencari korban.

Lokasi yang terendam banjir dan adanya kanal atau parit yang diduga menjadi tempat korban tenggelam, menjadi kendala dalam upaya pencarian. Lokasi itu tergenang air akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut.

Selain itu, pencarian hanya bisa dilakukan dengan kendaraan berpenggerak roda empat (4x4) atau menggunakan speed boat, karena kondisi jalan yang rusak dan tergenang air.

"Korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan dikembalikan ke rumah keluarga," jelasnya.(red)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Beberapa Jenis Santet, dan medianya...

Empat Cerita Mistis di Riau yang Masih Terus Diperbincangkan Hingga Kini.

Seringkali Orang Meremehkanmu Bukan Karena Kamu Tidak Cukup Baik, Ini Lima Alasannya