Kesepakatan Masyarakat dan Tokoh Adat Kota Garo Harus Dihormati, AWI Riau Minta Aparat Tegas Cegah Intimidasi dan Premanisme

Gambar
  Kesepakatan Masyarakat dan Tokoh Adat Kota Garo Harus Dihormati, AWI Riau Minta Aparat Tegas Cegah Intimidasi dan Premanisme Kampar - Nuansamedianews - Kebersamaan antara masyarakat, tokoh adat dan pemerintah menjadi salah satu kunci agar program serta kegiatan yang ditujukan untuk kepentingan masyarakat dapat berjalan dengan baik. Karena itu, setiap kesepakatan yang telah dibuat secara sah perlu dihormati dan dilaksanakan dengan mengedepankan hukum serta kepentingan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Darbi S.Ag., Ketua Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) Provinsi Riau, menanggapi adanya dokumentasi pertemuan tokoh adat dan masyarakat Desa Kota Garo, Kecamatan Tapung Hilir, yang membahas kerja sama dengan CV Prima Nuansa Solution. Dalam dokumentasi tersebut terlihat sejumlah tokoh dan masyarakat berkumpul dalam satu forum. Namun, mengenai isi, pihak yang menandatangani, serta kekuatan hukum kesepakatan tersebut, menurut Darbi tetap perlu dibuktikan melalui berita acara, daftar ha...

Kunjungan Bupati Kuantan Singingi, Dr. H. Suhardiman Amby, MM, ke Kementerian Kehutanan Republik Indonesia disambut langsung oleh Raja Juli Antoni.

Kunjungan Bupati Kuantan Singingi, Dr. H. Suhardiman Amby, MM, ke Kementerian Kehutanan Republik Indonesia disambut langsung oleh Raja Juli Antoni.


Jakarta — Nuansamedianews - Kunjungan resmi Bupati Kuantan Singingi, Dr. H. Suhardiman Amby, MM, ke Kementerian Kehutanan Republik Indonesia pada Rabu (16/07/2025). disambut langsung oleh Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni.

Kunjungan ini bertujuan untuk mempromosikan sekaligus menyampaikan undangan kepada Menteri Kehutanan agar berkenan hadir dalam pembukaan Festival Pacu Jalur 2025, yang akan digelar pada 20 Agustus 2025 mendatang di Tepian Narosa, Teluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau.

Dalam pertemuan tersebut, Raja Juli Antoni yang juga merupakan putra asli Lubuk Jambi, Kuantan Singingi, menyampaikan rasa bangganya terhadap tanah kelahiran yang tetap memegang teguh tradisi leluhur, khususnya melalui ajang budaya Pacu Jalur yang telah menjadi ikon budaya Riau bahkan warisan budaya nasional.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni yang menerima langsung kunjungan Bupati yang didampingi oleh Ketua DPRD Kuansing, menyambut positif undangan tersebut dan menegaskan komitmennya untuk mendukung pelestarian nilai-nilai adat dan budaya lokal. “Kehadiran budaya seperti Pacu Jalur adalah bagian penting dari identitas masyarakat Kuansing dan menjadi warisan berharga bangsa Indonesia,” ujarnya.

Menariknya, dalam kesempatan yang sama, Menteri Raja Juli juga menceritakan pertemuannya dengan Rayyan Arkan Dikha, bocah inspiratif asal Kuansing yang dikenal lewat program Aura Farming. Rayyan hadir bersama kedua orang tuanya dan Bupati Kuansing dalam kunjungan tersebut.

“Kehadiran Dikha mengingatkan saya akan pentingnya menjaga hutan — dari kayu hutanlah jalur dibuat, dan di aliran sungailah Pacu Jalur dilombakan,” ungkap Menteri Raja Juli. Ia menambahkan, keberadaan hutan adat bukan hanya sebagai sumber daya alam, tetapi juga sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari budaya dan kehidupan masyarakat Kuansing.

Sebagai tindak lanjut, Kementerian Kehutanan dan Pemerintah Kabupaten Kuansing sepakat untuk memperkuat tata kelola hutan adat sebagai basis pembangunan berkelanjutan yang berbasis kearifan lokal. Diharapkan langkah ini dapat menjaga kelestarian ekosistem hutan, sekaligus menjadi ruang edukasi bagi generasi muda untuk mencintai lingkungan dan budayanya.

Festival Pacu Jalur 2025 sendiri diproyeksikan menjadi perhelatan budaya terbesar di Riau, yang tidak hanya menampilkan tradisi mendayung perahu khas Kuansing, tetapi juga mempertemukan nilai-nilai sejarah, pelestarian alam, dan pembangunan karakter generasi muda.(***)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Beberapa Jenis Santet, dan medianya...

Empat Cerita Mistis di Riau yang Masih Terus Diperbincangkan Hingga Kini.

Seringkali Orang Meremehkanmu Bukan Karena Kamu Tidak Cukup Baik, Ini Lima Alasannya