Polsek BAB Tapan Bersama Tim Gabungan Gerbek Peti di TNKS, Tiga Penambang Diamankan

Gambar
  Polsek BAB Tapan Bersama Tim Gabungan Gerbek Peti di TNKS, Tiga Penambang Diamankan  Pessel - Nuansamedianews - Kepolisian Sektor Basa Ampek Balai (BAB) Tapan bersama tim gabungan dari Polres Pesisir Selatan, TNI dan petugas Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) melakukan patroli di kawasan hutan konservasi TNKS wilayah Resor Lunang Sako, Nagari Limau Purut, Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, Senin (02/11/2026). Patroli dilaksanakan sebagai upaya menindak dan memberantas aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) ilegal yang merusak kawasan konservasi. Operasi penindakan dipimpin langsung oleh Kapolsek BAB Tapan IPTU Usman Kamal, S.H., M.H., bersama Kasat Intelkam AKP Rizki Saktiko, S.H., M.H., dan Kasat Reskrim IPTU Ai Amar Faradiba. Di dalam kawasan hutan, personel Polsek BAB Tapan bersama tim gabungan mendapati tiga orang warga berinisial I (32), BK (60), dan I (58) asal Punggasan yang kedapatan membawa material batu glondong hasil penambangan liar. Ketiga terduga pelaku...

H. Zukri : Togak Tonggol Merupakan Warisan Budaya yang Patut Dibanggakan

H. Zukri : Togak Tonggol Merupakan Warisan Budaya yang Patut Dibanggakan


Pelalawan -
Nuansamedianews
- Bupati Pelalawan H. Zukri bersama Wakli Bupati Husni Tamrin menghadiri Festival Adat Togak Tonggol dan tradisi Mandi Balimau Kasai yang dipusatkan di Balai Anjungan Ranah Tanjung Bunga, Kecamatan Langgam, Senin (16/2/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian tradisi masyarakat setempat dalam menyambut datangnya Bulan Suci Ramadan.

Dalam sambutannya, Bupati Zukri menyampaikan bahwa budaya Togak Tonggol yang dilaksanakan dalam rangkaian festival tersebut merupakan warisan budaya yang patut dibanggakan. Tradisi ini bahkan telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) dan terus dijaga kelestariannya oleh masyarakat adat.

Bupati menambahkan bahwa tradisi Togak Tonggol juga telah menorehkan prestasi di tingkat nasional. Tradisi khas Kabupaten Pelalawan tersebut sukses meraih Juara I Kategori Atraksi Budaya Terbaik pada ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) Award 2025, sebagai bentuk pengakuan atas kekayaan dan keunikan budaya lokal yang terus dilestarikan.

Menurut Bupati, pelaksanaan Togak Tonggol menjelang Ramadan memiliki makna mendalam bagi masyarakat, yakni sebagai simbol penyelesaian persoalan dan sengketa sebelum memasuki bulan suci, sehingga ibadah dapat dijalani dengan hati yang bersih dan penuh keikhlasan.

“Jika ada tonggol yang tidak naik, itu pertanda ada persoalan yang harus diselesaikan. Inilah makna sesungguhnya dari tradisi kita, yakni menyatukan, mendamaikan, dan mempererat persaudaraan.” ujarnya.

Bupati juga mengapresiasi peran para datuk dan tokoh adat yang terus menjaga serta melestarikan budaya tersebut. Ia menilai, semakin dilestarikan, maka budaya daerah akan semakin dikenal luas dan berpotensi menarik kunjungan masyarakat luar ke Langgam.

Pemerintah Kabupaten Pelalawan, lanjutnya, berkomitmen mendukung penuh pelestarian adat dan budaya, sekaligus mendorong pembangunan di Kecamatan Langgam dan Kelurahan Langgam secara berkelanjutan.

Festival Adat Togak Tonggol dan Mandi Balimau Kasai berlangsung meriah, diwarnai dengan penampilan budaya dan tradisi Melayu di Kabupaten Pelalawan.  

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPD RI Sewitri, Ketua TP PKK Pelalawan Sella Pitaloka, S.IP, M.Si, sekaligus Anggota DPRD Propinsi Riau, Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara, SIK, Sekretaris Daerah Kabupaten Pelalawan Tengku Zulfan, anggota DPRD Kabupaten Pelalawan, para Asisten, sejumlah Kepala OPD di lingkungan Pemkab Pelalawan, perwakilan PT EMP Bentu dan PT RAPP, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta masyarakat Kecamatan Langgam.(fandi)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Beberapa Jenis Santet, dan medianya...

Empat Cerita Mistis di Riau yang Masih Terus Diperbincangkan Hingga Kini.

Misteri Gunung Singgalang, Telaga Dewi dan Tumbuhan Yang Kokoh Berdiri Disekitarnya