Hidup kekeluargaan dalam Islam

Gambar
Hidup kekeluargaan dalam Islam  Nuansamedianews.com - Hidup kekeluargaan dalam Islam adalah ikatan suci yang dibangun di atas dasar iman, kasih sayang, dan tanggung jawab untuk mencapai ketenangan hidup ( sakinah, mawaddah, wa rahmah ). Peran keluarga dalam Islam memiliki peran sentral dalam membentuk individu yang berakhlak mulia dan berkontribusi positif bagi masyarakat. Orang tua memberikan kasih sayang dan perhatian yang tulus kepada anak-anaknya sekaligus berusaha menjadi teladan dalam menjalankan ibadah dan mengajarkan makna di baliknya. Hal ini menciptakan rasa aman dan nyaman bagi anak-anak untuk berkembang dan belajar nilai-nilai agama dan moral yang baik. Akhlak yang telah diajarkan dalam keluarga tersebut juga harus diaplikasikan ke jenjang yang lebih tinggi seiring bertambahnya usia. Hal ini berarti bahwa tiap orang harus terus belajar dan mempraktikkan akhlak mulia dalam semua aspek kehidupannya, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Dilansir dari l...

Bupati Kampar Ahmad Yuzar,S.sos.MT: "Jangan Pernah Lelah untuk Belajar, Karena Keberhasilan Membutuhkan Proses, Kerja keras, dan Ketekunan,”

Bupati Kampar Ahmad Yuzar,S.sos.MT: "Jangan Pernah Lelah untuk Belajar, Karena Keberhasilan Membutuhkan Proses, Kerja keras, dan Ketekunan,” 

Bupati Kampar Ahmad Yuzar,S.sos.MT.

Kampar - NuansamedianewsPada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2025 yang dilaksanakan di Lapangan Pelajar Bangkinang Kota, Bupati Kampar Ahmad Yuzar,S.sos.MT bertindak sebagai Inspektur upacara Senin (4/5/2026). yang berlangsung khidmat dan diikuti oleh unsur Forkopimda, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta para pelajar.

Peringatan Hardiknas tahun ini mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”. Tema tersebut menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam memajukan pendidikan yang inklusif dan berkualitas.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kampar membacakan pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang berjudul “Menyalakan Cahaya Ilmu, Menguatkan Karakter Generasi Bangsa”.

Dalam amanatnya disampaikan bahwa peringatan Hardiknas bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk mengenang jasa besar Ki Hajar Dewantara sebagai pelopor pendidikan nasional. Filosofi pendidikan beliau, “Ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani”, menjadi pedoman dalam membangun sistem pendidikan yang berkarakter.

Bupati juga menegaskan bahwa tantangan pendidikan di era modern semakin kompleks, seiring pesatnya perkembangan teknologi dan arus informasi. Oleh karena itu, pendidikan tidak hanya berfokus pada kecerdasan akademik, tetapi juga pembentukan karakter, sikap, dan tanggung jawab generasi muda.

“Kalian adalah generasi masa depan bangsa. Gunakan kesempatan belajar sebaik-baiknya, jangan pernah lelah untuk belajar, karena keberhasilan membutuhkan proses, kerja keras, dan ketekunan,” demikian pesan yang disampaikan kepada para pelajar.

Selain itu, peran guru juga mendapat perhatian khusus dalam amanat tersebut. Guru disebut sebagai sosok mulia yang tidak hanya mengajar, tetapi juga menjadi pembimbing dan teladan bagi peserta didik.

Melalui peringatan Hardiknas 2025 ini, diharapkan seluruh elemen masyarakat dapat terus bersinergi dalam membangun pendidikan yang mampu melahirkan generasi cerdas, berakhlak mulia, berdaya saing, serta memiliki rasa cinta tanah air.

Upacara ditutup dengan ajakan untuk bersama-sama menyalakan cahaya ilmu sebagai bekal menuju masa depan yang lebih baik.(red)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Beberapa Jenis Santet, dan medianya...

Empat Cerita Mistis di Riau yang Masih Terus Diperbincangkan Hingga Kini.

Seringkali Orang Meremehkanmu Bukan Karena Kamu Tidak Cukup Baik, Ini Lima Alasannya